
HAPPY READING ALL.....
****
"Satu titik dua koma, neng Nara cantik aa Kai yang punya!" Teriak Nolan dengan suara menggelegar yang membuat suasana kelas semakin riuh tidak terkendali.
"Idih Sorry aja ya Kai, gue cuman punya Ethan seorang" ucapnya menatap Kai yang tengah bersandar di kursi.
Mendengar penuturan Nara yang sedikit menyentil perasaannya, Kai hanya tersenyum kecil memperlihatkan lesung pipinya yang tidak terlalu dalam.
"Jangan mentang-mentang karena lo cantik lo bisa seenaknya seakan Ethan mau sama lo! Nolan juga cuman bercanda kali Kai juga gak suka sama lo" sahut Daniel tidak suka.
"Udah lah gak usah buang-buang tenaga buat ngeladenin orang yang gak bisa berpikir waras"
"Nah benar tuh kata Kai, kantin aja yuk" ajakan Daniel yang benar-benar menggoda iman sekaligus mengalihkan pembicaraan.
Bukan rahasia lagi di antara Nolan, Daniel dan Ethan bahwa salah satu sahabat mereka Kai menyukai Nara semenjak kelas 11 dalam diam. Mengagumi Nara gadis arogan, penuh obsesi dan tidak punya aturan sudah menjadi keseharian Kai dengan topang seolah ia tidak peduli.
"Gas lah" sahut Nolan penuh semangat.
"Eh eh tunggu-tunggu" sambungnya sambil merentangkan tangan.
"Si anak bontot ke mana?"
"Dia udah chat gue tadi pagi, katanya mau nemenin tante seksinya ke butik dulu" jawab Kai menanggapi pertanyaan Nolan.
"Bucin banget anjir, kemarin dia bolos sekarang bolos lagi. Orang kaya mah bebas!"
__ADS_1
9.20 WIB
Pelajaran pertama, dan kedua telah selesai beberapa waktu yang lalu namun Ethan belum juga tiba disekolahnya. Entahlah tidak ada yang tau nyasar ke mana pemuda dengan rahang tegas itu. Jika dipikir pikir jarak butik Leona hanya membutuhkan waktu 10 menit dari sekolahnya tapi kenapa pemuda itu belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Wah cakep banget si gue, kok bisa ya kembaran kim seokjin ada di Indonesia? Emang seharusnya gue nyusul kembaran gue ke Korea biar Afdol" puji Ethan pada dirinya sendiri dengan gaya pede abis.
"Mama bilang ini awal menuju ketampanan, padahal gue udah tampan maksimal kurang apa lagi coba? emang ya para gadis gadis di sekolah gue katarak perlu dibeliin kaca mata kuda" ucapnya lagi dengan memainkan rambutnya yang berwarna sedikit kecokelatan.
"ETHAN!"
Panggilan dengan suara lantang itu membuat sang empu menghentikan aksinya memuji diri sendiri, ya pemuda itu adalah Ethan lebih tepatnya Ethan Marjorie Everett, pemuda yang sulit ditebak dan tentunya tampan.
"Astagfirullah baby"
"Kamu ya bukannya pergi ke sekolah malah bicara sama kaca, cakep cakep kok sedeng aku gak mau ya punya suami gila. Sana pergi ke sekolah! kamu udah telat!" Ucap Leona berdecak pinggang
Pemuda itu diam sebentar seakan tidak mengindahkan ucapan Leona.
"Kamu kemarin udah bolos sekarang mau bolos lagi?"
"Ini udah jam 9 nanggung kalau Pergi, biarin aja sekalian bolos" ucapnya menarik pinggang Leona.
"Ya udah deh iya, tapi sun dulu" sambungnya melihat raut wajah Leona yang memaling tidak suka.
Belum sempat Leona membuka mulutnya untuk bicara Ethan sudah lebih dulu menempelkan bibirnya. Tidak ada ******* hanya menyatukan bibir beberapa detik lalu beralih mencium kedua belah pipi Leona dan berakhir di pelipisnya.
"Nanti aku jemput, see you calon istri"
__ADS_1
Ethan langsung meninggalkan Leona menuju sekolahnya, tepat pukul 9. 53 Arka tiba di depan gerbang SMA Cahaya.
"Selamat pagi pak Supri" sapa Ethan turun dari motor hitamnya.
"Ya ampun Jang, ini udah jam berapa!"
Dengan gaya cool Ethan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya lalu berdecak malas seolah-olah dirinya tengah frustrasi.
"Entar pak saya temu rindu sama Bu Yiyin dulu" ucap Ethan santai lalu berjalan menuju ruang BK.
Ya Ethan terpikal murid terlalu Jujur, mungkin hanya Ethan siswa yang mau mengakui keterlambatannya dengan langsung menghadap guru BK tanpa harus teriak-teriak dipanggil terlebih dahulu.
Tapi itu hanya kebohongan belaka, tidak ada seorang siswa mau dihukum apalagi berjemur di bawah teriknya mentari selama berjam-jam termasuk Ethan sendiri.
Ethan berjalan mengendap endap sambil menutupi kepalanya dengan tas kala melihat Bu Yiyin sedang berjalan di koridor kelas 12.
"Ethan MAU KEMANA KAMU!" Suara toa bu Yiyin sudah lebih dulu menghentikan langkah kaki Ethan yang hendak berbelok menuju koridor kelas 11.
Mampus" gumam Ethan membalikkan badannya menghadap Bu Yiyin
"Mau ke mana kamu?" Ulang bu Yiyin setelah menghampiri Ethan
"Mau ke candi Prambanan, terus singgah ke candi Borobudur, tidak lupa keliling Monas, abis itu lanjut nyeberang sungai musi tanpa bantuan jembatan Ampera"
Bu Yiyin Memicingkan matanya menahan kesal, murid di depannya ini lagi-lagi kumat kekurangan perhatian.
BERSAMBUNG!
__ADS_1
NEXT OR STOP?
OTW KONFLIK