
HAPPY READING ALL
.
.
.
JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR riyaferizap_
“baik pak, tenanglah kita akan segera sampai”
Leona mengemudikan mobilnya dengan kencang membelah jalan pintas yang cukup sepi itu menuju rumah sakit terdekat.
Gugup itu yang Leona rasakan saat melihat sepasang suami istri itu saling menguatkan, jujur saja terlintas pikiran Leona bagaimana jika ia dan Ethan berada di posisi mereka, ah sungguh Leona tidak bisa membayangkannya.
Nafas ibu hamil yang hendak melahirkan itu semakin memburu yang membuat Leona semakin gugup dan melajukan kendaraannya dengan kencang.
“Nona terimaksih, sekali lagi terimaksih” ucapnya saat tiba di rumah sakit.
“Sama-sama, semoga istri bapak dan bayi bapak lahir dalam keadaan sehat. Kalau begitu saya permisi” pamit Leona tidak lupa menyelipkan Doa untuk mereka.
Sebelum menjalankan mobilnya kembali menuju rumah Agatha, Leona memutuskan untuk singgah ke salah satu toko kue terlebih dahulu. tidak enak rasanya datang berkunjung ke rumah orang lain dengan tangan kosong apalagi yang di kunjungi tengah dalam keadaan mengandung.
__ADS_1
“mbak kue keringnya satu, kue basanya satu”
“baik mbak, mohon menunggu sebentar” jawabnya ramah tidak lupa mengarahkan Leona untuk menunggu di meja tunggu.
Leona cukup sering membeli aneka kue di tokoh ini selain kuenya enak harganya juga cukup bersahabat. Toh sekaya apa pun dirimu tetap harus berhemat. Bukan pelit atau terlalu sayang uang, Leona hanya menggunakan uang untuk seperlunya dan hal-hal yang jauh lebih bermanfaat dari sekadar hura-hura tidak jelas.
10 menit berlalu Leona keluar dari tokoh kue itu dengan senyum merekah sebelum matanya tertutup rapat dengan kegelapan saat kepalanya terasa di hantam suatu yang cukup keras.
***
“Apa!!!!!!”
Ethan berteriak kencang dengan muka memerah yang terlihat seperti tengah menahan marah, nafas pemuda itu memburu tidak teratur.
Kacau sungguh kacau mereka mendapat kabar Leona menghilang dengan alat pendeteksi keberadaan gadis itu dalam keadaan of. Tidak ini tidak biasanya terjadi, ini kali pertamanya Ethan kecolongan dan lebih parahnya semua bagian Everett tertipu.
Kringgg....
Suara nada dering telepon James berbunyi.
“nomor tidak di kenal”
“Angkat saja” ucap Tuan Vincent di angguki semuanya termasuk Ethan yang terlihat kacau.
__ADS_1
“Hal___”
“selamat sore ayah mertua” suara pria dewasa yang terdengar menyebalkan begitu mengusik telinga mereka.
“Bedebah!!! Sialan!! Ke mana kau membawa calon istriku!!!” maki Ethan merebut telepon James.
"Di tempat rahasia yang tidak akan pernah kalian ketahui" jawabnya sambil mematikan sambungan telepon mereka.
"Simon selidiki semuanya pastikan menantu kesayanganku dalam keadaan utuh tidak tergores sedikit pun!"
Ethan terlalu meremehkan Dave, ternyata pria gondrong itu cukup punya nyali mengibarkan bendera perang.
Sore itu seluruh anak buah tuan Vincent bergerak dengan ceketan merentes seluruh kejadian penculikan Leona termasuk nomor telepon yang menghubungi James tadi.
"Pah, Aku akan menemui Kai dan Daniel pastikan berita ini tidak sampai ketelinga Mama dan Bunda" pinta Ethan sambil berlalu meninggalkan ruangan serba hitam itu.
Berita mengguncangkan ini harus tertutup rapat dari mama dan Bunda Leona, Ethan tidak cukup kuat melihat dua bidadari surga itu depresi dan berpikir ke mana-mana.
tujuan Ethan satu-satunya adalah club malam tempat yang sering di datangi Nara. ya hanya Nara yang bisa membantunya saat ini, bukan tanpa sebab tapi karena ia sering melihat pria Sialan itu berinteraksi dengan Nara sebelumnya.
"Gue tunggu di club XXX" ucap Ethan menghubungi Daniel lewat teleponnya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
next or stop