
HAPPY READING ALL...
***
Setelah menghabiskan makan siangnya kini Ethan dan Leona tengah bersantai di temani secangkir kopi panas di atas meja. Sedangkan Tuan James dan Laras sudah pergi ke acara Raunian bersama teman-temannya beberapa waktu yang lalu.
"Yang mau ikut ke cafe matahari gak?" Tanya Ethan menawari.
"Ngapain?"
"Kumpul sama anak-anak, mau gak?" Jelas Ethan sambil merapikan anak rambut Leona yang keluar dari ikatannya.
"Gak deh kamu aja, aku ada jumpa temu sama salah satu pelanggan tetap di butik" tolak Leona menaruh gelas kopinya.
"Cowok cewek?"
"Dua-duanya"
"Awas aja kalau cuman berdua sama cowok habis kamu" Ancam Ethan dengan tangannya yang sibuk memakai jaket levis robek-robeknya.
"Iya"
“aku ada tebak-tebakan buat kamu. Mi, mi apa yang paling top?”
“Mie sedap” jawab Leona singkat terkesan tidak berminat.
“lah kok mie sedap? Yang benar itu Miss you So Muach, baby”
“buaya! Katanya mau pergi?”
"ya udah aku pergi ya, see you!" Pamit Ethan tidak lupa melakukan rutinitasnya jika bertemu dan berpisah dengan Leona mengulurkan telapak tangannya.
__ADS_1
"Hati-hati" peringatnya sambil mencium telapak tangan Ethan yang kembali di balas kecupan singkat oleh pemuda jangkung itu.
Hiruk piruk suasana ibu kota dengan banyaknya kendaraan beroda berlalu lalang setiap detiknya menjadi makanan sehari-hari kota Jakarta.
Suasana cukup mendung saat Ethan tiba di cafe Matahari, dapat ia lihat di sana sudah ada beberapa teman sekelasnya termasuk Kai, Daniel dan Nolan tentunya.
"Udah lama?" Tanya Ethan mendudukkan dirinya tepat di hadapan Daniel.
"Lumayan"
"Gimana kalau kita belajarnya outdoor aja, soalnya gue udah coba keliling sama anak-anak tempatnya bagus lebih enak gitu belajarnya biar lebih konsisten. Di sini terlalu ramai gak sih?" Usul salah satu dari mereka.
"Kalian ada rekomendasi tempat gak? Kalau gue sih ayo-ayo aja" sahut Nolan
"Gimana kalau ke taman XXX, Gue udah pernah ke sana sama anak 12 Bahasa 3. Gimana Than gas gak nih?"
"Kalau kalian semua setuju gue mah oke-oke aja" jawab Ethan santai tanpa beban.
seperti perkataan salah satu teman Ethan, taman yang mereka kunjungi tidak jauh dari pusat kota dengan ikon bunga melati ini benar-benar cocok untuk melakukan belajar bersama, Ngedate sederhana, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.
Tidak jauh dari tempat mereka membentangkan tikar ada meja dan kursi kayu dengan kedai Es Krim sederhana yang semakin membuat suasananya terlihat manis.
“Besok mapelnya sejarah wajib sama bahasa inggris minat, jadi pembicaranya udah pasti Ethan. Untuk bagian Power point biar gue sama Kaila yang buat” ucap Nolan membuka pembicaraan.
“sedangkan buat praktik biar gue sama Sri aja yang buat soalnya bahan-bahannya udah ada di rumah” sambung Radewi yang di angguki semuanya.
“done ya, jadi hari ini kita tinggal cari point-pointnya aja biar Sri sama Radewi ngerjainnya gak terburu-buru”
Setelah pembahasan singkat itu akhirnya kedelapan remaja itu mulai mencatat poin-poin pembelajarannya.
“Itu Nara bukan si?” celetuk Kaila yang membuat mereka mengikuti arah pandang pemuda itu termasuk Ethan.
__ADS_1
“biasa aja dong Than liatnya” ucap Radewi melihat tatapan tajam mata elang Ethan.
“Gue ke sana dulu ya, gak lama kok”
Sungguh demi apa pun Ethan tengah menahan rasa cumburu di bagian dadanya, di sana tepatnya di samping kedai es krim sederhana itu terlihat gadisnya tengah bercengkerama bersama Nara, ah bukan itu lebih tepatnya pria bekemeja putih yang tengah mencuri-curi pandang dengan gadisnya.
"Le, kamu masih sama seperti dulu bahkan terlihat semakin cantik saja" ucapan pria itu semar-semar terdengar di telinga Ethan.
"Pasti banyak pria yang menyukaimu dan termasuk aku salah satunya" sambungnya menghentikan langkah kaki Ethan yang semakin dekat.
"Haha sudahi omong kosong ini. jadi gaun mana yang akan adikmu pilih" ucap Leona di sertai senyum kecil.
"Aku suka yang ini" celuk Nara menunjuk gaun merah maron berkerah rancangan Leona.
"Ok aku simpan, minggu depan kamu bisa mengambilnya di butikku"
"Hem"
"Ra, pulanglah. kakak ingin bicara berdua bersama Leona" ucap Pemuda bernama Ken itu.
"Nara di sini saja, bicaralah apa yang ingin kamu bicarakan. jika nara pulang aku juga akan pulang" serkas Leona dengan tanganbya yang sibuk memasukkan desain gaunnya ke dalam tas.
"Aku ingin bicara penting, tentang perasaanku"
jeder!!!
Ethan semakin di landa rasa yang sulit untuk di jelaskan, pemuda jangkung itu hendak membalikkan badan sebelum...
"Aku sudah memiliki tunangan, jadi tidak perlu di lanjutkan. kamu sudah tau akhirnya akan bagaimana bukan?"
BERSAMBUNG!
__ADS_1
NEXT OR STOP?