
HAPPY READING ALL....
***
"Aku sudah memiliki tunangan, jadi tidak perlu di lanjutkan. Kamu sudah tau akhirnya akan bagaimana bukan?"
Mendengar penuturan Leona gadis yang ia kagumi sejak semasa SMA itu, membuat pemuda berdarah Bali- Jepang itu tersenyum getir.
Oh ayolah Ken, siapa yang tidak mau dengan wanita yang mendekati kata sempurna seperti Leona? Wajah ayu, badan profesional, cerdas, dan tentunya berpendidikan.
"Aku permisi, sampai berjumpa di lain waktu. Masalah gaunnya kalian bisa mengambilnya minggu depan di butikku" pamit Leona meninggalkan kakak beradik itu yang masih terdiam di tempat.
"Sudahlah jangan terlalu Lebay! Masih banyak wanita cantik di luar sana" kesal Nara ikut meninggalkan Ken yang masih terdiam dengan pikirannya.
Ethan? Pemuda jangkung itu berlari kecil mengejar Leona dengan senyum cerah menghiasi wajah tampannya. Ini kali keduanya ia mendengar Leona menjaga hatinya ah bukan lebih tepatnya menghargai hubungan yang tengah mereka jalani beberapa bulan terakhir.
"Babe!!" Pekik Ethan menghentikan langkah kaki jenjang Leona.
"Kok kamu di sini? Bukannya di Cafe Matahari?"
"Entah kenapa jiwa ku ingin ke sini mungkin karena kamu juga ke taman ini" jawab Ethan dengan gaya modus seperti biasanya.
"Kamu kenapa? Kok pucat gitu?" Sambungnya melihat gerak-gerik Leona yang terlihat sedikit tidak nyaman.
"Ini tanggal berapa sih?" Bukannya menjawab pertanyaan Ethan gadis itu justru bertanya balik.
"Tanggal 16"
__ADS_1
"Ya ampun! Bisa-bisanya aku lupa, hari ini tanggal bulanan aku"
"Kita ke rumah sakit sekarang!"
Shitt!!!!!!
Ke rumah sakit katanya? Leona hanya ingin cepat-cepat pulang lalu tiduran di kasur empuknya, sungguh dirinya sudah merasa tidak nyaman seperti akan BOCOR garis bawahi seperti akan BOCOR!!!!
"Aku pulang duluan, kamu lanjut gih main sama yang lain"
"Kita ke apartemen aku aja, tempatnya gak jauh dari sini" timpal Ethan cepat mengeluarkan ponsel pintarnya untuk menghubungi Daniel terlebih dahulu.
"Hal__"
"Nil gue pulang duluan, bilang sama anak-anak masalah moderator percayain aja sama gue" potong Ethan lalu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
"Hem, lebih tepatnya tempat kumpul sama anak-anak" jawab Ethan menarik tangan Leona menuju parkiran.
"Mobil aku gimana?"
"Nanti minta tolong sama Simon aja yang ambil ke sini"
Salah satu kepribadian Ethan yang membuat Leona mau menerima perjodohan sekaligus membuka hatinya untuk Ethan adalah ketika ia selalu mengucapkan kata terimaksih dan tolong di kalimat perintahnya.
"Mau ngapain?" Tanya Leona melihat Ethan menaruh jaketnya di kursi mobil yang akan ia duduki.
"Biar darahnya gak nembus, bukan takut mobilnya kotor cuman gak enak aja sama yang nyuci mobilnya apa lagi itu darah Haid. Ayo masuk kamu makin pucat pasti sakit banget perutnya" ucap Ethan di angguki Leona dengan pelan.
__ADS_1
***
"Bentar yang mau catat tanggal penting dulu" ucapnya setelah memasangkan sabut pengaman Leona dan dirinya.
melihat ponsel Ethan yang sudah pemuda itu taruh, tangan Leona bergerak mengambilnya lalu membuka aplikasi terakhir yang pemuda itu buka.
“pengingat” Beo Leona.
Demi apa pun hati Leona semakin di buat berdetak dengan kencang melihat pengingat yang Ethan pasang di ponselnya dengan tulisan ‘Hari cantiknya aku datang bulan’
“Masih sakit gak perutnya?” tanya Ethan yang tiba-tiba menghentikan mobilnya di depan supermarket.
“Ya gitu deh”
“tunggu di sini aku beli pembalut sama, sama cd dulu. Mau nitip yang lain gak?”
Tunggu cd katanya? Leona tidak salah dengar bukan?
“di samping sana ada tokoh pakaian dalam, mau aku yang beli atau kamu juga mau ikut?” tanya Ethan lagi melihat tidak ada sahutan dari Leona.
“kamu aja aku tunggu di sini”
“oke”
Kamu akan mempermalukan dirimu sendiri Brother” gumam Leona cekikikan melihat punggung Ethan yang semakin menjauh.
BERSAMBUNG!!!
__ADS_1
NEXT OR STOP?