Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
S2. Eps 64


__ADS_3

HAPPY READING ALL


.


.


.


“Tidurlah ini sudah sangat larut, jangan pikirkan apa pun selain kebahagiaan” Ucap Ethan membaringkan Leona secara perlahan.


“Tenanglah, aku tidak akan ke mana-mana”


Dengan menggenggam tangan besar Ethan, Leona mencoba menutup matanya meski bayang-bayang kejadian itu selalu menghantui dirinya.


Sedangkan Ethan, pemuda tampan itu mencoba menenangkan Leona dengan cara mengusap-usap kepala Leona penuh cinta dan dengan sebelah tangan yang ikut menggenggam tangan Leona mesra.


“tidurlah yang nyenyak, mimpikan aku dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan”


Hanya butuh waktu 10 menit Leona sudah terlalap di alam mimpi dengan nafas yang terdengar teratur, pegangan tangannya pun kian melonggar.


“Cintaku” bisik Ethan mencium puncak kepala Leona cukup lama. Lalu beranjak mendekati Kedua orang tuanya dengan calon mertuanya yang sedari tadi menyaksikan dirinya yang menenangkan Leona.


“Bersihkan dirimu, tadi Simon sempat mengirim baju kesini” ucap tuan Vincent di angguki Ethan dengan patuh.


“Kalian istirahatlah di hotel, Leona biar aku yang jaga”

__ADS_1


“Ayah tenang saja, di luar ruangan sudah diawasi anak buah pilihan terbaik papa” sambung Ethan meyakinkan James.


“Ah baiklah. Ayah percaya padamu”


“Bunda sudah siapkan makan malam untukmu, makan lah setelahnya kamu beristirahat juga” timpal Bunda Leona yang juga di balas anggukan patuh Oleh Ethan.


20 menit berlalu...


Ethan keluar dari kamar mandi dengan kaos santai yang sudah di siapkan mamanya. Ruangan persegi serba putih khas rumah sakit itu benar-benar sepi, hanya ada dirinya, dentingan jarum jam dan Leona yang tertidur meski ia tau gadis berambut pirang itu tidak lah menikmati tidurnya dengan tenang.


“Maafkan yang sudah lalai menjaga dirimu” ucap Ethan mengelus rambut Leona pelan-pelan.


Di liriknya jam dinding sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, jujur saja tubuh Ethan terasa lelah namun matanya masih ingin terjaga.


Ceklet..


“Papa kenapa kembali kesini?”


“Aku bertanya dan kau ikut bertanya, lelucon apa ini Boy!” kekeh Tuan Vincent di iringi tawa renyah.


“kemarilah ada yang ingin papa bicarakan”


Meski malas Ethan tetap beranjak duduk di samping Papahnya.


“Sudah mengantuk?”

__ADS_1


“Hem, tapi mataku masih ingin terjaga” jawab Ethan seadanya dengan menyandarkan punggungnya ke dinding sofa.


“Istirahatlah, biarkan papa dan Simon yang terjaga”


Agak geli sebenarnya saat Ethan mendengar penuturan papahnya “ Hem”


“seharusnya papa istirahat saja, dan tenangkan mama"


"Mama mu sudah tidur nyenyak. Tidak mungkin papa membiarkan kamu menanggung semua ini sedangkan kami tidur dengan nyenyak di hotel berbintang. Tidurlah masih banyak hari-hari yang harus kamu lewati nantinya"


Ethan tersenyum kecil, menyandarkan kepalanya kebahu kekar papahnya. Senang sekali rasanya melakukan hal kecil namun manis yang jarang sekali mereka lakukan.


Tuan Vincent mendidiknya dengan sangat keras sedari dirinya masih kecil, tidak banyak waktu bermain masa kecil Ethan di habiskan hampir untuk semua hal yang berkaitan dengan kata belajar.


"kita jarang melakukan ini bukan?"


"sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah" jawab Ethan


"Papa sibuk, tapi percayalah papa sangat mencintai kamu. ya bagaimana tidak kamu adalah bukti cinta papa dan mamamu satu-satunya"


"Hidup ini keras nak, jika kamu tidak membalas orang-orang akan semakin menindas" sambungnya.


"Ya aku tau"


"Papa mungkin bukan pria seperti Ayah Leona yang selalu berfikir positif. tapi apa yang papa arahkan padamu itu demi harga dirimu, keluargamu dan seluruh hal yang menyangkut dir___"

__ADS_1


"Aku sayang papa" sela Ethan memeluk Papahnya erat disaksikan Simon yang tengah merasa haru.


BERSAMBUNG...


__ADS_2