Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
Eps. 11


__ADS_3

HAPPY READING ALL...


Hanya butuh waktu 15 menit, Motor Ethan berhenti di depan gerbang besar dengan tulisan "Everett Family" di bagian tembok pagarnya. Terhitung ada enam penjaga di bagian depan dengan seragam hitam membalut tubuh mereka.


"Selamat siang Tuan muda dan nona" sapa penjaga keamanan keluarga Everett sambil menekan tombol otomatis untuk membuka gerbang.


"Siang"


Hanya jawaban singkat yang Ethan berikan, lalu kembali melajukan sepeda motornya menuju rumah dengan halaman luas yang terlihat begitu tertata.


Sungguh Leona di buat ternganga dengan desain kediaman keluarga Everett, Dari gerbang utama mereka membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh menit untuk tiba di teras rumah bergaya Eropa modern itu.


"Wow luar biasa" gumam Leona yang kembali ternganga melihat barisan para ajudan keluarga Ethan yang tengah berbaris rapi layaknya anggota paskibra.


"Ini belum seberapa" sahut Ethan menggandeng tangan Leona.


"Assalamualaikum Mama, aku bawa calon menantu kesayangan mama nih" teriak Ethan yang berhasil membuat pipi Leona memerah.


Tak...tak...tak


Langkah kaki dari arah dapur sedikit terdengar di telinga Ethan dan Leona, terlihat di sana Yulia yang tengah berjalan tergesa-gesa di ikuti empat pelayan di belakangnya.


"Akhirnya mantu mama datang juga" girang Yulia langsung memeluk Leona dengan erat.


"Tante tadi Leona sama Ethan mampir sebentar ke supermarket" ucap Leona menyarahkan kantung belanjaannya ke tangan mama Ethan.


"Kok tante manggilnya? Mama dong. Bik tolong bawa ke dapur" ralat Yulia setelah menyerahkan kantung Kresek pemberian Leona ke tangan salah satu pelayan yang masih setia berdiri di belakangnya.


"Mah, aku ke atas dulu mau ganti seragam" Ijin Ethan yang sedari tadi diam.


"Ya udah sana, emang yang nyuruh kamu di sini siapa? Yuk sayang kita mulai acara memasaknya" ucap Yulia langsung menarik tangan Leona menuju arah dapur.


Mendengar penuturan sang mama Ethan hanya memutar bola matanya malas, lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


*Dapur


Setelah mengikat rambutnya ke atas Leona memakai celemek yang di berikan Yulia saat ia memasuki dapur tadi.

__ADS_1


"Sayang kita mau masak apa?" Tanya Yulia mengeluarkan beberapa sayuran yang ada di dalam lemari es.


"Mama duduk aja di sini, biar Leona yang masak"


"Lho kok gitu? Kamu gak mau masak bareng mama?"


"Ini kali pertamanya Leona datang ke sini, hari ini biar Leona aja yang masak. mama cukup diam lalu bilang mau di masakin apa" ucap Leona lembut dan memberikan kecupan singkat ke pipi kanan Yulia.


"Kamu memang menantu idaman mertua" puji Yulia.


"Bik tolong bantu Leona" sambungnya di angguki para pelayan yang berada di dapur.


"No!! Kalian silakan lakukan pekerjaan yang lain, untuk urusan dapur biar aku sendiri yang melakukannya" tolak Leona membentuk tanda silang dengan tangannya.


"Kamu ini kenapa? Biarkan mereka bantu agar kamu tidak kewalahan, mama gak mau kamu sampai kecepek’an nanti Ethan bisa marah sama mama"


"Mama tenang aja Leona sudah terbiasa dengan semua pekerjaan rumah. Biarkan Leona melayani kalian hari ini"


"Yakin bisa?" Goda Yulia


"Mama tenang aja semuanya pasti beres" jawab Leona dengan yakin.


"Baik nyonya" jawab mereka patuh menundukkan badan lalu meninggalkan kedua majikannya itu.


Dengan cekatan tangan Leona bergerak menyiapkan seluruh bahan masakannya dengan Yulia yang setia menyaksikan pekerjaannya.


“Ma, Ethan suka di masakin apa?” tanya Leona dengan tangan yang masih bergerak mengupas bawang putih.


“hem, Ethan sukanya” Yulia dengan sengaja menggantung ucapannya lalu menarik pisau di tangan Leona.


“Ethan sukanya kamu” sambungnya yang berhasil membuat pipi Leona kembali memerah.


“mama bantu ya biar cepat selesai, Ethan paling suka sama Aglio olio ikan tuna tapi dia tetap lebih suka sama kamu” ucap Yulia lagi dengan mencuil hidung mancung Leona.


Kurang lebih satu setengah jam bergulat di dapur seluruh masakan Leona yang di bantu Yulia sudah tertata dengan rapi di meja makan.


“Sayang kamu panggil Ethan, mama panggil papa oke” ajak Yulia di angguki Leona dengan patuh.

__ADS_1


***


Tok..tok.. tok


Leona mengetuk pintu kamar Ethan berkali-kali namun masih tidak ada respons dari sang pemilik kamar.


“Ethan” panggil Leona jauh lebih keras.


mungkin Ethan tengah tidur begitu pikir Leona dengan tangannya yang membuka pintu kamar Ethan.


“bodoh! Jika tau tidak di kunci untuk apa aku teriak-teriak” umpat Leona pada dirinya sendiri.


Memasuki kamar Ethan, Leona sudah di sambut dengan aroma mint khas pemuda itu. Di bagian sudut terdapat lemari kaca dengan piala yang tidak bisa di bilang sedikit.


Kamar yang rapi untuk pemuda seperti Ethan, setiap sudut kamar terasa memiliki daya tarik tersendiri. Setelah cukup puas mengamati kamar Ethan pandangan Leona tertuju pada pemilik kamar yang terbalut selimut tebal.


“Han, Ethan” panggil Leona menepuk wajah tampan Ethan yang terlihat begitu tenang.


“hem”


“Bangun mama sama papa udah nunggu kita di meja makan” ucap Leona lagi menarik selimut pembungkus tubuh Ethan.


“Sun dulu baru bangun”


“Modus”


“Ya udah kalau gak mau sun aku gak mau bangun” manjanya kembali menarik selimut.


Cup...


Kecupan singkat Leona berikan ke pipi Ethan


“udah kan? Sana bangun”


“siap Calon Istri, gak apa-apa hari ini pipi besok bagian inti” hebohnya beranjak bangun menuju kamar mandi.


BERSAMBUNG!!

__ADS_1


NEXT OR STOP?


__ADS_2