
HAPPY READING ALL
.
.
.
Masih di bagian kota Bandung.
Ethan lekas meninggalkan rumah sakit tempat di mana Leona di rawat dengan sedikit tergesa-gesa. Ada dan tidak adanya restu dari orang tua Leona terkait dirinya yang akan membalaskan rasa sakit Leon, Ethan tidak peduli. Yang ia tau wajib bagi dirinya menghabisi orang yang sudah berani bermain-main dengan dirinya.
“Aku pastikan tidak akan ada lagi keturunan dari keluargamu! Satu goresan dari tubuh Leona adalah kehancuran untuk seluruh hidupmu. Tidak ada maaf untuk seorang bajingan yang sudah berani-beraninya menyentuh wanitaku” Geram Ethan sebelum melajukan kendaraannya ke tempat di mana Simon, Daniel dan Nolan menyembunyikan Dave.
Jam menunjukkan pukul 10 Malam, jalanan kota Bandung sudah mulai sepi memudahkan untuk Ethan melajukan mobilnya semakin cepat.
• Rumah tua.
Brakkkk....
Ethan membuka pintu ruangan tua itu dengan cara di tentang, tampak lah beberapa orang-orang bertubuh besar dengan berdiri di setiap sudut ruangan. Sedangkan Simon, Daniel dan Nolan tengah menikmati secangkir minuman tak jauh di mana Dave terikat.
“Halo Brother, Welcome to Party!” Ucap Nolan menyadari kedatangan Ethan.
Tidak ada jawaban dari Ethan, pemuda tampan dengan muka menahan marah itu hanya tersenyum simrik.
__ADS_1
“Bagaimana?” tanya Ethan pada sosok Simon yang selalu sigap.
“Seperti yang tuan muda mau”
“Bawa kemari, aku ingin melihat si bodoh, tidak berakal dan biadab ini merasakan apa yang aku rasakan” perintah Ethan seraya mendekati Dave yang masih terpejam.
Byurrrr...
Kopi hangat yang masih berasap Ethan siramkan, beruntung hanya kopi hangat yang hanya membuat kulit Dave melepuh bayangkan jika yang Daniel dan Nolan minum adalah bir? Minuman beralkohol? Sudah di pastikan wajah Dave hancur.
BUG...
Ethan menendang Dave tepat di bagian perut
“Bangun sialan!” decih Ethan
“Kalian!! Lepaskan ikatan si bodoh ini. Aku tidak tertarik menghabisi orang tidak berdaya tanpa perlawanan sama sekali”
Mendengar perintah Ethan dengan sigap salah satu sosok pria berbadan besar itu melepas ikatan di tangan dan kaki Dave.
“Ethan...Ethan sayang sekali karena mu aku tidak jadi menikmati tubuh sintal angsa putih itu”
“Ta-tapi aku sudah menyentuh dada dan pahanya yang halus. Percayalah itu menyenangkan” sambungnya yang semakin membuat Ethan semakin marah.
Prank...
__ADS_1
Kursi kayu melayang mengenai Dave hingga tersungkar..
“Kakak..” teriak gadis yang lebih muda dari Dave itu menggema.
“Sasa? Sialan lepaskan adikku” teriak Dave hendak berdiri menghampiri gadis yang ia panggil sasa itu.
Tapi gerakan anak buah Ethan jauh lebih cepat menghentikan Dave dengan kembali mengikat pemuda itu jauh lebih erat.
“Kalian berdua, pergilah jaga Leona untukku” tunjuk Ethan pada Daniel dan Kai yang sedari tadi terdiam memandang aksi gila yang dilakukan Ethan.
“ah iya iya sebaiknya kamu pergi, ayo Niel kita temui tante cantik” ajak Nolan cepat menarik Daniel pergi.
Setelah kepergian Daniel dan Nolan, Ethan menjentikkan jarinya tanda memberikan isyarat untuk Simon.
“Mari kita nikmati pertunjukkan luar biasa ini bersama-sana” ucap Ethan menepuk pipi Dave cukup keras lalu duduk di kursi tua tidak jauh dari tempat Dave dan Anak buahnya.
Sedangkan Dave, pria gondrong itu memperhatikan apa yang tengah dilakukan Anak buah Ethan, dan sesekali mencuri pandang adiknya yang tengah menangis.
Rasanya sangat sakit melihat satu-satunya keluarga kita menangis pilu bahkan rasanya jauh lebih sakit dari luka-luka dan tembakan Ethan beberapa jam lalu.
“kau siap melihat pertunjukkan ini tuan Dave?” tanya Simon setelah menyiapkan apa yang Ethan perintahkan beberapa waktu lalu.
“Simon, apa sebaiknya mulut menjijikkan itu di tutup agar tidak merusak pertunjukkan malam ini?
“saya rasa saran tuan muda sangat lah bagus” jawab Simon menyempal mulut Dave.
__ADS_1
BERSAMBUNG...