
HAPPY READING ALL....
***
"Ini makanlah akhir-akhir ini mama perhatikan kamu semakin kurus saja" ucap Yulia menyuapkan potongan sayur hijau ke mulut Ethan yang tengah fokus pada permainan di ponsel pintarnya.
"Mah, aku tidak kurus. Aku sengaja mengurangi porsi makananku, mama tau aku sedang berusaha membentuk badan agar terlihat semakin bagus" jawab Ethan meletakkan ponselnya lalu merebahkan kepalanya di paha Yulia.
"Mama tidak peduli kamu mau sedang membentuk badan seperti apa, mama hanya ingin kamu sehat dan selalu bahagia itu saja"
"Aku akan selalu bahagia jika melihat senyum terbit di wajah mama, senyum yang selalu berhasil membuat semangat putramu ini membara"
"Senyum mama atau senyum Leona?" Goda Yulia kembali memberikan suapan ke dalam mulut Ethan.
"Em senyum kalian berdua"
"Anak perempuan adalah milik ayahnya sampai menikah tetapi laki-laki adalah milik ibunya sampai mati" timpal tuan Vincent berlutut tepat di hadapan sofa yang di duduki Yulia dan Ethan, Hingga mempermudahkah tangannya mengelus surai hitam sedikit kecokelatan Ethan yang berada di pangkuan istrinya.
"Jagoan papa sudah besar ternyata" sambungnya
__ADS_1
"Dan sang super hero sudah semakin menua" lirih Yulia menambahi.
"Thanks mom and dad!! Yours is the Best, love you, love and love you so muach!!!"
"Love you to son" jawab keduanya lalu memeluk Ethan penuh kasih sayang.
Para maid yang berdiri tidak jauh dari mereka tersenyum tulus dengan linangan air mata haru melihat interaksi keluarga bermarga Everett itu.
Keluarga idaman yang jauh dari gunjingan dunia luar dan keluarga yang terlihat selalu harmonis. Perdebatan, selisih pendapat, salah paham layaknya keluarga pada umumnya sedikit menghiasi kehidupan mereka, cara penyelesaiannya dengan adanya yang mengalah dan berpikir realistis kepala dingin.
"Pergilah pesawat Leona sebentar lagi akan mendarat di bandara" ucap tuan Vincent melepas rangkulannya.
Tanpa menjawab ucapan papahnya Ethan justru mencium pipi tuan Vincent dan Yulia secara bergantian lalu beranjak meninggalkan keduanya menuju bandara.
"Ya kamu benar, rasanya baru kemarin aku belajar mengganti popok dan memandikannya. Tidak terasa ternyata itu sudah berlalu delapan belas tahun yang lalu" sambung tuan Vincent disertai helaan nafas berat.
***
"Ethan!" Pekik Leona berlarian kecil dengan koper yang ia tarik sehingga badannya sedikit terhyung ke kiri dan kanan.
__ADS_1
"I Miss you baby" ucap Ethan merentangkan tangannya hingga sedetik kemudian Leona menabrakkan tubuhnya dengan posisi kaki jenjang gadis itu melingkar indah di pinggangnya.
"Hey hati-hati" tegur Ethan mengencangkan pegangannya agar Leona tidak terjatuh.
"Sungguh perjalanan yang melelahkan, kamu tau kemarin setelah acara penutupan aku langsung pergi ke bandara dengan banyaknya pesanan gaun yang harus aku desain" ceritanya Leona meletakkan kepalanya di cekuk leher Ethan.
"Benarkan? Aku turut kesal mendengarnya" ucap Ethan dengan sebelah tangannya bergerak mengambil koper Leona.
"Tapi aku menyukainya, mendesain dan merancang adalah kesenangan tersendiri bagiku"
"Hem aku tahu itu"
Dengan posisi Leona yang bergelayut bak koala dalam gendongan induknya Ethan berjalan keluar dari bandara menuju parkiran, tidak sedikit pasang mata iri, dengki, memperhatikan setiap langkah mereka.
"Pegangan" ucap Ethan merasakan gerakan Leona yang hendak turun dari gendongannya.
"Aku malu dan aku juga berat" cicitnya.
"Jangan hiraukan mereka, mereka tengah iri melihat kamu yang begitu istimewa"
__ADS_1
BERSAMBUNG!
NEXT OR STOP BABY?