Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
END


__ADS_3

HAPPY READING ALL....


***


"Gimana bisa gak?" Tanya Ethan melihat Leona yang sedari tadi menarik kain panjang yang terselip di balik lemari.


"Sini biar aku aja, kamu mandi gih" sambung Ethan mendorong Leona menuju kamar mandi.


"Hati-hati nariknya nanti robek"


"Iya"


Dengan hati-hati Ethan mengeluarkan kain panjang berwarna putih itu, tidak kotor pikirnya sambil mengaitkan bagian ujung kain ke jendela besar yang berhadapan langsung dengan hamparan kebun teh yang hijau.


Vila besar itu terlihat sunyi hanya ada Ethan dan dua pelayan serta satu penjaga keamanan, benar kata anak anak sore tadi vila ini adalah bangunan terbesar di antara rumah-rumah penduduk lainnya.


Hembusan angin menerpa bagian gorden tipis putih itu, dengan langkah pelan di tutupnya jendela lalu menghidupkan ac yang terletak di sudut ruangan.


"Selesai" ucap Ethan menepuk kedua tangannya.


Lalu pemuda setengah telanjang itu mengobrak-abrik kardus yang berisi pernah pernik mainan dinding dan lampu-lampu kecil di dalamnya.


"Ini keknya bagus kalau di pasang" gumamnya memasangkan lampu-lampu kecil berwarna kuning di bagian cermin dan sebagiannya lagi ia lilitkan di bagian jendela.


Kamar ini butuh sedikit sentuhan mengingat Leona salah satu gadis estetik yang tidak menyukai ruangan monoton, tangan panjang itu kembali bergerak dengan cekatan Seprai kasur yang tadi berwarna putih polos Ethan ganti dengan warna hitam putih tidak lupa satu boneka yang ia letakkan tepat di tengah-tengah kasur.


"Perfeck" ucap Ethan mengakhiri kegiatannya dengan meletakkan pengharum ruangan di dekat ac


Tidak sia-sia Ethan sering mengamati cara kerja para maid saat tengah menyiapkan ***** bengek hiasan rumahnya.


"Wow!" Decak Leona keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang di biarkan terurai.


"Kerja bagus boy!" Pujinya duduk di pinggiran kasur.


"Besok kita pulang Ke Jakarta, lusa aku udah ujian akhir" ucap Ethan ikut duduk di samping Leona dengan tangannya yang sibuk bergerak mengeringkan rambut pirang gadis itu.


"Kamu itu Calsium Nitrogen Titanium Kalium di antara yang lain" sambungnya

__ADS_1


"Dan kamu adalah bagian dari semua itu" jawab Leona membalikkan badannya menghadap Ethan.


***


Taman mini yang berada di belakang Vila itu tengah di hias Ethan bersama dua maid yang ada di sana, bunga mawar merah dan bunga mawar putih sudah pemuda itu siapkan sebanyak mungkin untuk ia taburkan di bagian garis berbentuk hati yang bagian tengahnya terdapat meja bundar dengan dua kursi.


"Mang Baun tolong di tarik tirainya!" Ucap Ethan mengarahkan tirai dengan lampu warna Warni yang bergemerlapan di sana.


Ada kolam ikan hias mini di bagian sudut yang pinggirannya tersusun balon-balon berbagai ukuran , lalu di bagian depannya lagi ada gantungan cetakan foto polaroid yang sempat Ethan abadikan.


"Tinggal kuenya yang belum di taruh di atas meja" celetuk Sumi salah satu maid di vila itu.


"Nanti pas aku jongkok kalian langsung mainin alat musiknya"


"Siap laksanakan tuan"


Leona, gadis yang di cintai Ethan itu tengah tidur di kamarnya tanpa tahu apa yang Ethan siapkan untuk dirinya.


Tepat pukul 19. 00 Leona terbangun dari tidurnya, gadis dengan mata hitam hazel itu menggeliat lalu menyandarkan punggungnya dengan mata yang terlihat masih ingin terpejam.


"Aku tertidur cukup lama ternyata" gumamnya beranjak ke kamar mandi.


Tanpa membuang waktu Leona membersihkan diri secepat mungkin lalu mengambil dres putih yang sudah Ethan siapkan di depan meja riasnya.


Melihat gaun yang Ethan siapkan cukup kalem Leona meluruskan rambut pirangnya, lalu ia taruh penjepit rambut di bagian kanan.


“Kenapa aku merasa gugup” Gumam Leona menatap pantulan dirinya.


Setelah memastikan penampilannya Leona beranjak untuk keluar seperti yang tertara di kertas putih tadi.


Gelap...


Itulah yang Leona lihat saat membuka pintu kamarnya, semua lampu di vila itu di matikan hanya ada beberapa lampu hiasan berwarna kuning yang terlihat remang-remang.


Dengan langkah pelan namun pasti kaki Leona beranjak mengikuti tanda panah yang Ethan pasangkan di samping cahaya remang-remang yang tentunya dapat Leona lihat dengan baik.


Semakin jauh kaki jenjang itu berjalan semakin sedikit pula cahaya yang ia dapat kan hingga kaki jenjang Leona berhenti di taman yang gelap gulita tanpa satu titik cahaya di sana.

__ADS_1


“Ethan!” panggil Leona sedikit keras.


“Ethan, kamu di mana?” ulang Leona yang masih tidak mendapat sahutan dari sang punya nama.


Satu persatu lampu menyala hingga tatapan Leona berhenti pada sosok pemuda dengan stelan jas putih yang tengah membelakangi dirinya.


“Mio amor” ucap Ethan membalikkan badannya lalu melangkah mendekati Leona yang masih setia berdiri 3 meter darinya.


“Ka___”


"Be mine, and accept all the love I give to you” potong Ethan berlutut di hadapan Leona dengan setangkai bunga mawar merah di tangannya.


“tidak ada yang bisa aku berikan selain cinta yang aku miliki” sambungnya masih berlutut di hadapan Leona di iringi gesekan biola bernada romantis yang menenangkan.


“And you instead are mine” Jawab Leona mengambil alih bunga mawar di tangan Ethan.


Di tuntunnya Leona ke tengah-tengah bentukan tanda cinta dengan taburan bunga mawar dengan kue berbentuk wajah mereka, angin malam menerpa rambut panjang Leona di sertai wangi khas lilin pengharum ruangan yang Ethan nyalakan.


“Sampai bertemu di titik terbaik menurut takdir. Lusa aku langsung pergi ke Spanyol, soal ujian aku sebenarnya berboho__”


Belum sempat Ethan menyelesaikan ucapannya Leona lebih dulu menarik tangannya yang Ethan genggam di sertai butiran-butiran bening yang berhasil lolos dari sudut mata hazelnya.


“hey, jangan menangis. Tidak akan lama hanya 4 tahun!. Cantiknya aku gak boleh nangis” ucap Ethan menghapus air mata Leona.


“Pergi aja ngapain izin” sentak Leona dengan nafas berat yang memburu.


“maaf” lirih Ethan menundukkan kepalanya.


“kamu ngasih aku kejutan dua hari terakhir ini lalu kamu ninggalin aku. Kamu jahat banget tau!!!”


“iya aku jahat” gumam Ethan mendekap Leona yang terisik di dalam dekapannya.


“aku tuh cinta sama kamu, kenapa si kamu pergi secepat ini hiks..”


“aku jauh lebih cinta sama kamu”


Dengan pelan Ethan menangkup wajah cantik Leona, di usapnya air mata gadis itu lalu memberikan kecupan cukup lama secara bergantian di kelopak matanya.

__ADS_1


“Jaga diri kamu baik-baik selama aku pergi” tutur Ethan di akhiri dengan menempelkan bibirnya ke bibir merah Leona.


TAMAT!!!!!


__ADS_2