
HAPPY READING ALL
.
.
.
.
.
2 bulan kemudian….
Di pagi yang sedikit mendung dengan cuaca dingin Ethan mengusap-usap leher jenjang Leona, terlihat dengan jelas di kulit putih itu bekas kemerah-merahan hasil karyanya.
Pagi yang menyenangkan saat membuka mata pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah cantik istrinya yang masih terpejam.
Mata lentik, wajah yang cantik tanpa polesan make up, bibir merah natural di tambah hidung mancung yang membuatnya tidak bosan untuk dipandang.
2 bulan sudah Ethan dan Leona menjalin kehidupan rumah tangga, 60 hari yang mereka lalui penuh dengan kebahagiaan dan terkadang terselip sedikit kecekcokan yang selalu diakhiri dengan kepala dingin.
"Ganas banget gue sampai bikin kulitnya merah-merah begini, gak yakin gue bisa seganas singa tadi malam, ah cinta banget sama kamu" gumam Ethan.
Ethan tersenyum kecil seraya merapikan rambut Leona yang terlihat berantakan, lalu tangan kekar sedikit berurat itu perlahan bergerak melingkar di perut rata Leona.
"Ethan geli" cicit Leona yang baru saja membuka matanya.
"Udah ya jangan dulu ininya masih sakit. Kamu si ganas banget"
__ADS_1
Tak..
Jitakan kecil Ethan berikan di jidat Leona,
"Kamu ya baru bangun tidur pikirannya udah ngeres"
Tangan Ethan kembali mengusap perut rata Leona, dengan sesekali menepuknya pelan "cepat tumbuh jagoan Papa dan Mama" bisiknya membuat senyum tulus menghiasi wajah keduanya.
"Kita udah nikah 2 bulan tapi aku gak kunjung hamil juga, apa aku ada masalah ya?" Cicit Leona dengan pandangan sendu.
Tersenyum tipis Ethan menggenggam erat tangan putih itu " Itu tandanya kita harus semakin semangat dan harus semakin sering biar adonan dedek bayinya cepat jadi. Ada sepasang suami istri yang penantiannya itu sampai puluhan tahun baru di kasih kepercayaan sama tuhan, ada juga yang baru nikah beberapa minggu udah di kasih kepercayaan bahkan ada yang engga sama sekali" Ethan menghentikan ucapannya.
"Anak itu adalah pelengkap sedangkan kamu adalah prioritas pertama aku. Jadi jangan pernah sedih selagi oke"
"Thank you mio amore!"
"Nanti kalau disini sudah ada Ethan Junior, kamu maunya cewek apa cowok?" tunjuk Ethan ke perut datar Leona sambil terus mengelusnya.
Cup…
Kecupan singkat Ethan daratkan ke bibir tipis Leona yang berwarna merah alami.
"Kalau kita punya anak cowok mau aku kasih nama perwira Leonaet Everett, nanti kita panggilnya wira. Kalau cewek mau aku kasih nama Aisyah putri Leonaet Everett" ucap Ethan dengan mata berbinar-binar.
"Kalau yang cewek panggilnya apa?"
"Ais" jawab Ethan singkat.
Hening…
__ADS_1
Keduanya dilanda keheningan dengan hati yang menghangat dan tentunya genggaman tangan erat yang terasa begitu menenangkan.
***
Pukul 07. 30 WIB
Leona tengah menyiapkan perlengkapan kerja Ethan, dari pakaian, tas kerja sampai dengan sepatu beserta kaos kakinya.
Semenjak menikah Leona lebih sering menghabiskan waktunya di rumah dan terkadang pergi mengunjungi rumah kedua orangtuanya dan rumah mertuanya. Meski jarang kebutik tapi ia masih sering mendesain gaun untuk para pelanggan setianya.
"Kalau liat kamu nyiapin keperluan aku, kadang bikin aku suka mikir, yang ngebesarin kamu, nyekolahin kamu yang ngurusin kamu dari kecil juga bukan aku. Tapi malah aku yang dimasakin, dirusin bahkan kamu jauh lebih tau tentang diriku" ucap Ethan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Leona tersenyum singkat, tangannya beranjak mengambil alih handuk putih di leher Ethan. Lalu menuntun lelaki yang dicintainya itu untuk duduk agar mempermudahkan dirinya mengeringkan rambut lelaki itu.
"Pikiran kita itu sama, kalo liat kamu pulang kerja, muka lelah, badan pegal belum lagi pikiran kamu yang terkuras seharian. Dulu kamu disekolahkan sampai kuliah pas nikah siapa yang paling nikmatihan hasil kerja keras kamu? aku yang paling nikmatin bukan mama apalagi papah yang udah ngedidik kamu sampai bisa sekarang ini'
"Kadang juga aku suka mikir, ini cowok kok bisa-bisanya kerja banting tulang buat ngehidupin anak orang" sambung Leona disertai kekehan pelan.
Ethan hanya menggeleng pelan lalu beranjak menuju laci tak jauh dari tempat ia duduk.
Diambilnya kotak kecil dari kayu yang terlihat tua itu dari dalam laci, lalu kembali mendekati Leona.
"Hadiah pertama untuk istriku dari gaji pertama kita menikah" ucap Ethan memberikan kotak tua itu ke genggaman tangan Leona.
"Apa ini?"
"Buka aja, semoga kamu suka" jawab Ethan tersenyum singkat lalu masuk kedalam ruang ganti.
Demi apapun Leona benar-benar terkesan dengan apa yang Ethan berikan anting-anting model kuno yang berharga fantastis dengan ukiran huruf romawi kuno di tengah-tengahnya.
__ADS_1
Bukan masalah harga yang mahal tapi rasa peka Ethan yang begitu tajam, ia ingat betul beberapa hari yang lalu ia mengunjungi pameran yang ada di negara XX dan waktu itu ia sempat terkesima melihat anting-anting kuno ini. rasanya tidak percaya benda cantik itu sekarang ada di tangannya.
BERSAMBUNG...