
HAPPY READING ALL
.
.
.
.
"Cantik" ucap Ethan menyerahkan paper bag kepada Leona yang tengah sibuk memoles dirinya.
"Minggir aku mau ganti baju dulu" sentak Leona saat Ethan mengeratkan pelukannya.
Kebiasaan yang sedikit tidak di sukai Leona akhir-akhir ini adalah saat Ethan memeluk dirinya terlalu erat dengan hidung yang mengendus endus leher janjangnya.
"Hem, aku tunggu di bawah" pamit Ethan meninggalkan Leona.
Ting...
Satu pesan masuk di ponsel gadis yang masih berkemeja putih setengah kebesaran itu, di ambilnya lalu di bukanya pesan singkat yang di kirimkan pria gondong yang tadi sempat ia bicarakan bersama Ethan. Dave iya pria yang mengiriminya pesan itu.
Jemari lentik berkutiknya baru saja akan membalas pesan singkat itu namun nyatanya pria di seberang sana sudah lebih dulu menekan tombol telepon.
"Halo"
"Halo, ada apa?" Tanya Leona sambil meletakkan benda pipih itu di antara pundanya dengan tangan yang sibuk memapar gaun yang tadi Ethan berikan.
"Apa aku mengganggu waktu istirahatmu? Jika tidak bisa kita bertemu di cafe XXX?"
"Tidak juga, tapi maaf Dave malam ini aku sedang ada acara dengan keluargaku dan Keluarga Ethan juga. Memangnya ada apa?" Tanya ulang Leona dengan sesekali kembali memoles lipstiknya.
"Ah baiklah selamat bersenang-senang, aku tutup dulu besok aku kabari lagi bye!"
__ADS_1
"Bye"
***
"Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga" sambut Yulia di sertai senyum tulus menghiasi wajah cantiknya.
"Maaf membuat kalian semua menunggu"
"Ayah dan bundamu juga baru saja tiba" sahut Tuan Vincent di angguki James dan Laras.
"Sebaiknya kita makan terlebih dahulu barulah kita mulai pembahasannya" ucap Tuan Vincent lagi.
Seperti pertemuan sebelumnya yang sering mereka lakukan para wanita melayani pasangannya masing-masing termasuk Leona yang melayani Ethan.
Hening...
Hanya ada dentingan sendok dan garpu hingga mereka menyelesaikan makannya.
"Bi tolong bawakan camilan yang tadi saya buat ke taman belakang" ucap Yulia di angguki para pelayan itu dengan tunduk.
"Angin malam tidak baik untuk kesehatan sebaiknya kita ke ruang keluarga saja" saran Ethan yang sedari tadi memperhatikan Leona.
"Tidak apa-apa disini saja"
Entah apa yang tengah di bisikkan tuan Vincent dengan Simon yang jelas pria kaku berbadan besar itu mengangguk-angguk lalu beranjak tidak lupa menundukkan badannya 90°
Satu menit berlalu lampu taman itu terlihat berubah warna menjadi putih terang dengan dinding kaca otomatis yang menjadi penutup sehingga membuat angin tidak terlalu masuk.
"Sudah nyaman?" Tanya tuan Vincent menatap Leona.
"Terimaksih pah. Ini sangat nyaman"
"Apa pun untuk menantu kesayangan keluarga Everett"
__ADS_1
"Sebaiknya kita langsung ke inti saja" sahut James di angguki semuanya dengan antusias.
"Total tamu undangan kira-kira 1000 untuk akad dan 3000 saat acara resepsi, untuk gedung dan segala ***** bengeknya sudah beres semua"
"4 hari lagi kita benar-benar akan menjadi besan hahaha" sambung tuan Vincent tertawa lebar yang di sahuti James.
"Aku sudah tidak sabar menyaksikan hari itu, hari bersejarah untuk keluarga Everett dan keluarga Graham yang tentunya hari bersejarah putra putri kita"
"Oh iya mama selalu saja lupa menanyakan ini, rencananya kalian setelah menikah tetap akan tinggal di sini atau sudah punya rencana tinggal berdua?" Tanya Yulia menatap Ethan dan Leona.
Mendengar pertanyaan mamanya Ethan melirik Leona sekilas "kalau aku terserah Leona saja mah, jika dia mau tinggal di rumah utama kita akan tinggal di sini, tapi jika Leona lebih nyaman tinggal berdua itu juga tidak masalah" jawab Ethan membuat seluruh pasang mata beralih menatap Leona.
"Jadi bagaimana nak? Semua keputusan ada di tangan kalian"
"Entahlah bun, aku belum memikirkannya" jawab Leona seadanya.
Jujur saja jika ingin mengikuti kata hatinya Leona ingin tinggal berdua dengan Ethan, membangun rumah tangganya bersama lelaki yang ia cintai dengan sederhana. Dia tidak munafik kemewahan yang selama ini ia dapatkan sangat menyenangkan hanya saja ia ingin memulai semuanya bersama Ethan dari awal, hidup sederhana di rumah yang tidak terlalu besar yang penuh kehangatan.
Bukan kah rasanya akan lebih menyenangkan jika memulai semuanya dari awal? Mungkin suatu saat nanti ia akan menghabiskan waktunya di kediaman keluarga Everett mengingat statusnya sebagai istri Ethan.
Tapi di balik itu Leona juga harus meminta pendapat Ethan, terlalu egosi rasanya jika ia selalu ingin mengikuti kata hatinya dan Ethan selalu menurutinya, ya meskipun pemuda itu tidak pernah merasa keberatan sama sekali.
"Besok malam jadi acara pelepasan status lajang kalian?" Tanya James kembali membuka pembicaraan.
"Jadi yah, seharusnya acara lepas status itu 1 hari sebelum hari H tapi mengingat banyaknya rangkaian acara belum lagi acara dengan para karyawan di perusahaan. Jadi kita percepat besok malam saja" jelas Ethan di angguki James paham.
"Nak, bagaimana jika suatu saat Leona berubah dari segi fisik yang mungkin badannya bertambah bulat dengan wajah kusam apa kamu masih mau menerima dia?" Timpal Laras yang sedari tadi menyimak.
"Aku menikahi jiwanya bukan fisiknya dan itu semua berasal dari hati" jawab Ethan mantap dengan menggenggam tangan Leona erat.
BERSAMBUNG...
SATU BAB MENUJU KONFLIK BERAT
__ADS_1
YANG MAU BOCORAN SILAKAN DM KE IG AUTHOR riyaferizap_ FOLLOW JUGA YA HIHU