Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
S2. Eps 48


__ADS_3

HAPPY READING ALL


.


.


.


.


"Jadi untuk gaun kamu sendiri yang akan menjahitnya?" Tanya Yulia sambil menikmati secangkir teh hijau yang masih panas.


"Iya mah"


"Tapi pernikahan kalian tinggal dua minggu lagi lho? Mama takutnya kamu sendiri yang repot"


"Gaunnya udah jadi setahun yang lalu, jadi mama tenang aja" jawab Leona di sertai senyum khas yang memperlihatkan lesung pipinya.


"Good morning" sapa Ethan yang baru saja datang dengan senyum mereka.


"Moring"


Di ciumnya pipi Yulia dari samping lalu beralih ke pipi Leona dan Ethan akhiri duduk tepat di samping gadisnya.


"Lapor komandan, saya mencintai yang bukan virtual, kami sama perasaan, sehati, dan satu keyakinan, dan dia yang sudah berada di depan mata" ucap Ethan berlaga hormat di sertai sedikit kekehan.


"Laporan saya terima" sahut Tuan Vincent yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang Ethan.


"Nak ini contoh konsep pernikahannya lihat-lihat lah dulu nanti asisten papa yang bakal urus semuanya sesuai yang kalian inginkan" ucap tuan Vincent menyerahkan katalog pernikahan ke hadapan dua pasutri itu.


"Jadi kalian mau konsep seperti apa?" Timpal Yulia menatap Ethan dan Leona secara bergantian.


"Bagaimana dengan konsep Rustic" Saran Ethan ikut menatap Leona tanda pemuda tampan 20 tahun itu meminta persetujuan.

__ADS_1


Rustic merupakan konsep dekorasi yang identik dengan warna kalem. Misalnya warna pink atau warna pastel lainnya, coklat, dan bunga-bunga dengan warna yang senada. Selain itu rustic juga tak ketinggalan dengan unsur kayu-kayu atau ranting pohon, daun-daun kering hingga lampu yang menggantung. Hal ini menjadikan suasana antar para tamu yang datang menjadi lebih akrab dan hangat.


Wajar saja Ethan menyarankan konsep Rustic mengingat ia tipe pria yang energik dan sedikit urak-urakan.


"Konsep Elegant juga bagus lho, banyak yang memakai konsep ini. Mama rasa nuansa putih, tak ada salahnya Konsep ini juga dikombinasi dengan warna lembut lainnya seperti coklat, ivory, pastel dan lainnya. Atau mungkin kita kombinasi dengan warna gold? Pasti akan menjadikan acara pernikahan kalian terlihat manis dan tentunya sangat mewah" tutur Yulia panjang Lebar yang membuat tuan Vincent memutar bola matanya malas.


"Mah, biarkan mereka yang memilihnya sendiri ini akan jadi pernikahan mereka untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya" tegur tuan Vincent yang di balas cengiran oleh Yulia.


"Mama kan cuman ngasih saran, papa gak asyik"


"Nak, pilih lah konsep yang kamu sukai"


"Iya pah" jawab Leona singkat


"Baby yang gimana kalau classic romance?" Tunjuk Ethan antusias.


Jika biasanya para pria hanya akan diam saja, atau mungkin memilih konsep di luar nalar seperti memilih konsep pernikahan berwarna hitam berbanding balik dengan Ethan yang selalu antusias dengan konsep-konsep ceria dan kekinian.


"Aku suka yang ini"


"Bagaimana?" Tanya Leona menatap Ethan.


"Tapi aku suka yang ini" kekehnya menunjuk nunjuk konsep Rustic.


"Bagusan yang ini lho bee!"


"Coba deh buka mata kamu lebar-lebar ini jauh lebih bagus, dan energik!"


Melihat perdebatan Ethan dan Leona tuan Vincent dan Yulia hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Sudah-sudah jangan ribut, biar adil kita satukan kedua konsep yang kalian suka. Rustic dan Nuansa Maroko" Final tuan Vincent.


***butik

__ADS_1


Siang itu. Satu persatu gaun pengantin terbaik rancangan Leona di coba satu persatu, para karyawan pun menyambut mereka dengan senyum. Senyum tulus penuh kebahagiaan mendengar kabar pernikahan Ethan dan Leona.


Tidak ada yang tau yang namanya takdir, jodoh dan kematian, seperti Ethan dan Leona yang mungkin ditakdirkan dalam satu janjian bersama. Takdirnya seperti itu tanpa dibedakan usia.


"Luar biasa!" Puji Ethan menghampiri Leona yang memakai gaun pengantin putih dengan belahan dada yang tidak terlalu besar, bagian punggung juga terlihat tertutup namun elegan dan terkesan mewah.


"you are so beautiful, I'm really mesmerized!"


"Thanks you bee" jawab Leona di sertai semburan merah alami menghiasi wajah ayunya.


***


Ethan, Kai dan Daniel langsung menuju tempat biasa mereka berkumpul semasa SMA dahulu, warung kecil pinggiran kota dengan jalan aspal hitam di depannya. Suara klakson kendaraan silih terdengar namun tidak terlalu padat seperti di tengah kota Jakarta.


Tempat ini paling nyaman. Karena selain lebih terbuka, juga jauh dari jangkauan pandang orang-orang berkelas dan cukup memakan waktu untuk menuju jalan utama kota Jakarta.


"Lo mau ngerokok gak?" Daniel mengeluarkan sebatang rokok dari balik jaket yang ia kenakan.


Kai menggeleng. Meraih botol air mineral di meja, membuka tutupnya, dan menenggak isinya hingga tinggal setengah.


"Yaelah ... Gak macho, lo!" Timpal Ethan memantik korek yang dia ambil dari atas meja, lalu menyulut rokok dan mengisapnya.


"Apa hubungannya rokok sama macho? Gue lebih macho dari pada lo berdua minum dikit langsung teler" jawab Kai menyeringai


"Ini simbol kedewasaan. Kejantanan. Gue gak mudah teler ya. temen lo itu baru minum seperempat gelas udah mabuk berat nyari kandang" Ethan menunjuk rokok di tangannya. Lalu beralih menunjuk Daniel


Kai menarik ujung bibir. Tersenyum kecut lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Yee sok gak mau dia." Daniel kembali mengisap rokoknya, lalu mengembuskan ke udara.


"Ada masalah lo?" Tanya Ethan memperhatikan wajah tampan Kai yang terlihat kusut seperti tengah banyak hal yang pemuda itu pikirkan.


"Gak"

__ADS_1


"Kalau ada masalah cerita, kita bukan anak kemarin sore yang bilangnya gak ada apa-apa padahal ada apa-apa"


BERSAMBUNG!


__ADS_2