Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
Eps. 13


__ADS_3

HAPPY READING All....


Setelah menikmati seluruh masakan Leona, Tuan Vincent, Yulia dan Ethan kini tengah bercengkerama di gazebo keluarga Everett.


Jam masih menunjukkan pukul 16. 23 WIB itu tandanya Leona sudah berada di kediaman Everett kurang lebih 3 jam, Gazebo yang luas berhadapan langsung dengan taman yang terbilang mewah nan besar menambah kesan Mahal di sana.


"Nak kemari lah" panggil Tuan Vincent menepuk sofa di bagian kirinya tanda arti mengisyaratkan agar Leona duduk di sana.


"Mah, berikan" ucap tuan Vincent setelah Leona duduk di sampingnya yang otomatis membuatnya di apit dua wanita cantik.


"Ini hadiah dari papa dan mama untuk kedatangan kamu hari ini, dan tentunya untuk masakan lezat yang memanjakan lidah betul begitukan pah?"


"Tentu saja, silakan duduk di hadapan mama biar dia pasangkan ke leher jenjangmu agar terlihat semakin cantik" ucap Tuan Vincent yang di angguki Leona pelan.


Kalung emas simpel dengan huruf E sebagai simbolnya, terlihat sederhana namun di sisi lain tampak elegan.


"Wow luar biasa! Mama dan papa memang yang terbaik E adalah awalan dari namaku" heboh Ethan yang sedari tadi diam.


"Leona apa kamu tau? Kalung itu di buat delapan belas tahun yang lalu"


Mendengar ucapan tuan Vincent yang tengah menatap dirinya dengan tatapan teduh, Leona seakan tertarik untuk mendengarkan kelanjutan ucapan tuan Vincent terkait kalung yang siap Yulia pasangkan ke lehernya.


"Kalung ini di buat oleh orang khusus ketika Ethan lahir dan akan kami berikan pada istrinya. Terlihat sederhana tapi coba kamu perhatikan baik-baik di bagian ini" tunjuk Yulia pada enam bulatan emas sebelum bagian huruf E.


"Di sini ada marga keluarga Everett" sambungnya memperlihatkan tulisan kecil di bagian yang ia maksud.


"Mah, pah apa kalian yakin akan memberikan kalung bersejarah ini pada ku?" Tanya Leona memastikan.


"Tentu saja, karena kamu adalah pemilik yang sebenarnya" celetuk Ethan mengambil alih kalung di tangan Yulia.


"Ethan, mama dan papa bilang ini untuk istri__"

__ADS_1


"Kamu adalah milikku dan aku adalah milikmu, kamu adalah wanitaku dan aku adalah priamu, ingat kamu hanya akan menikah denganku begitu juga aku yang hanya akan menikahimu" ucap Ethan memotong ucapan Leona.


Melihat tatapan tajam dan nada suara Ethan yang terdengar menuntut Leona hanya dapat menghela nafas berat, tapi di sisi lain ia menyukai sifat Ethan yang terkesan over posesif.


"Ayo mendekat biar aku pasangkan" ucap Ethan dengan nada suara lembut seperti biasanya.


"Bukankah itu terlihat sangat bagus" celetuk Yulia setelah Ethan memasangkan kalungnya ke leher Jenjang Leona.


"Semoga kamu menyukainya" sambung tuan Vincent


"Terimakah mah, pah. Aku menyukainya" jawab Leona beranjak memeluk Yulia dan Tuan Vincent secara bergantian.


"Yang aku gak di peluk?" Rengek Ethan mengerucutkan bibirnya tanda pemuda itu tengah merajuk.


Greb...


Leona melingkarkan kedua tangannya di leher Ethan dan dengan sengaja gadis 26 tahun itu memberikan kecupan singkat di pipinya.


"Ayo masuk ini mau hujan" ajak tuan Vincent dengan tangan besarnya menarik tangan Yulia.


"Mama sama papa masuk duluan" Sambungnya meninggalkan kedua pasutri beda usia itu di gazebo.


“Minggir aku ingin masuk ke dalam benar kata mama hujan akan turun” ucap Leona beranjak berdiri dari samping Ethan.


“tunggu lah sebentar lagi ada hal menarik di sini ketika hujan turun”


Meski malas bercampur lelah Leona kembali duduk di samping Ethan, pekerjaannya hari ini cukup melelahkan.


Dari mengurus gaun pengantin Agatha, menghabiskan waktu di dapur keluarga Everett dan berakhir duduk bersama Ethan menikmati detik-detik hujan yang akan turun mengguyur bumi.


Dan benar saja ketika hujan turun lampu berwarna kuning tiba-tiba muncul di pinggiran taman dengan bagian pembatas yang tiba-tiba tertutup kaca tipis.

__ADS_1


“kamu menyukainya?” tanya Ethan mengamati wajah Leona.


“tentu”


“apa ada masalah?” tanya Ethan Lagi mendengar nada tak berselera yang keluar dari mulut Leona.


“tidak ada aku hanya butuh istirahat sebentar, ayo masuk di sini terlalu dingin” ajak Leona.


“kyaaa!!!” pekik Leona saat merasakan tubuhnya terbang ke udara.


“Ethan!!! Apa yang kamu lakukan”


“bukannya kamu lelah? Biar aku gendong ke kamarku”


“Bedebah! Turunkan aku” pekik Leona memberontak dari gendongan Ethan.


Tidak ada jawaban dari pemuda jangkung berwajah kelewat mulus itu, kaki jenjangnya tetap melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.


Ceklet


Setelah membuka pintu di letakkannya Leona di atas tempat tidur dengan perlahan, tangan Ethan bergerak melepas ikatan kuncir Leona hingga rambut panjangnya tergerai indah.


“aku ke kamar tamu saja” ucap Leona menyadari senyum evil di wajah tampan Ethan.


“its tentu saja tidak boleh”


Dengan gerakan cepat Ethan ikut berbaring di samping Leona, lalu ikut menyibak selimut dengan tangannya yang bergerak melingkar di perut ramping Leona.


“selamat istirahat baby” bisik Ethan mengeratkan pelukannya.


BERSAMBUNG!

__ADS_1


NEXT OR STOP?


__ADS_2