
HAPPY READING ALL...
***
Sudah sebulan berlalu, hubungan Leona dan Ethan pun mengalir seperti air. Sikap Leona yang dewasa mulai bisa mengimbangi seluruh keposesifan Ethan yang kadang tidak masuk akal.
Seperti hari ini gadis 26 tahun itu tengah melakukan pemanasan di ruang latihan pola Dance, dengan pakaian minim yang membuat Ethan tak rela membiarkannya.
"What the ****!!!"
"Apa?" Tanya Leona polos.
"Beneran di sini gak bakal ada cowok selain aku?" Rengek Ethan meletakkan dagunya tepat di pundak Leona.
"Iya, kamu kenapa sih?"
"Takut si pink di liat cowok lain"
Plakkk
Satu sentilan mendarat tepat di jidat Ethan
"dasar mesum, ayo ini udah mau mulai" ajak Leona melepaskan tangan Ethan yang melingkar indah di pinggang rampingnya.
***
"Kamu yakin bisa?" Tanya Ethan memastikan.
"Kamu terlalu meremehkan aku baby"
Oh shitt, kenapa Leona terlihat semakin seksi dan suaranya benar-benar mengganggu indra pendengar Ethan yang sudah treveling jauh ke mana.
"Tenang aja aku mengusai tarian ini"
__ADS_1
"Hem, jika kamu patah pinggang aku akan cari gadis lain" sindir Ethan meninggalkan Leona menuju kursi tunggu.
Pole Dance pertama kali muncul di Amerika pada tahun 1920. Berbeda dengan tarian biasa, pole dance memerlukan alat bantu berupa tiang. Pole dance adalah olahraga yang menuntut gerakan intesif pada seluruh tubuh. Kita bisa melatih bagian atas, inti, dan paha. Jenis olahraga ini juga melibatkan gerakan mengangkat berat badan berulang kali untuk waktu yang lama, memanjat tiang vertikal tanpa pijakan kaki dan membalikkan tubuh.
Musik klasik mengiri tarian Leona yang semakin Liar, membolak balikkan badan lenturnya dengan kaki jenjangnya yang mengapit tiang besi halus yang tidak menyakiti kulit.
"Sial, aku terjebak" umpat Ethan tidak tahan melihat liukkan tubuh Leona dengan rambut tergerai.
"Luat biasa" ucap salah satu pelatih Leona yang duduk di samping Ethan.
"Jangan tatap gadisku seperti itu" perintah Ethan
"Are you serious boy?"
"Meski kalian sama-sama wanita aku tetap tidak suka"
Tidak ada jawaban dari wanita itu hanya kekehan dengan matanya yang ikut menyipit mendengar penuturan Ethan. Oh ayolah, dia tidak mungkin menyukai sesama jenis meski ia akui gadis berambut pirang itu terlihat begitu sempurna.
"Calon istriku!" Serkas Ethan masih dengan nada kesal.
"Wow daebak! aku kira dia belum memiliki pawang. Padahal aku ingin memperkenalkannya dengan putraku" ucapnya sengaja menggoda Ethan.
"Sebelum niat tak baik itu ada, aku akan lebih dulu menghabisi putra ibu"
"Hem, bagaimana jika gadis itu sudah rusak? Apa kamu masih mau menerimanya?"
"Seorang pria sejati tidak akan meninggalkan cintanya hanya karena dia tidak sempurna, bukan kah di dunia ini tidak sesuatu yang sempurna? Hanya lelaki gagal dan bodoh yang meninggalkan wanitanya karena sesuatu yang telah hilang seperti yang ibu ucapkan. Sampai ujung dunia pun kau tidak akan menemukan kata sempurna jika tidak mensyukuri apa yang sudah ada" jawab Ethan panjang lebat yang membuat wanita paruh baya itu menepuk pundanya.
"Aku menyukai gaya pikirmu, anak muda" ucapnya meninggalkan Ethan yang tengah tersenyum simrik.
Tiga puluh menit berlalu, Leona menghentikan tariannya, lalu menghampiri Ethan yang tengah sibuk memainkan ponsel pintarnya. Sesekali pemuda ber headband itu tertawa kecil yang membuat ketampanannya semakin terpancar.
"Udah selesai?" Tanya Ethan menyadari kedatangan Leona.
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan Ethan, Leona justru bertanya balik dengan tangan yang sibuk mengelap keringat di pelipisnya. "Lagi chatingan sama siapa?"
"Ciee ada yang cemburu, ciee" goda Ethan mengambil alih tisu di tangan Leona.
"Bukan siapa-siapa kok, kamu tenang aja di sini cuman terukir namamu seorang" lagi-lagi gombalan meluncur dengan mulus dari mulut Ethan dan dengan gampangnya pipi Leona di buat memerah.
"Gombal"
"Kamu tau gak bedanya saya sama aku?" Tanya Ethan menyingkirkan rambut-rambut Leona ke belakang telinga gadis itu.
"Gatau dan gak mau tau" ucap Leona yang sudah tau ujung-ujungnya pastikan akan berakhir gombalan receh dari Ethan.
"Saya itu manusia"
"Kalau aku?" Sahut Leona menanggapi ucapan Ethan meski gadis itu sudah tahu bagaimana akhirnya.
"Calon istri ku"
"Gombal terus"
“Tapi kamu suka kan” ucapnya mencubit pipi Leona dengan gemas.
“siapa yang suka gak ada tuh” elak Leona memalingkan wajahnya.
“Katanya gak suka tapi mukanya merah”
Sialan! Ingin sekali Leona memaki wajahnya kenapa begitu mudah termakan gombalan buaya darat seperti Ethan, tapi ia tidak munafik ia menyukai semua yang keluar dari mulut pemuda jangkung itu.
“Im yours you mine, tidak akan ku buat kamu melirik pria lain selain aku, atau kamu akan aku hukum” ucap Ethan menarik Leona ke dalam pelukannya.
BERSAMBUNG!
NEXT OR STOP?
__ADS_1