Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
END


__ADS_3

HAPPY READING ALL


.


.


.


.


Hari terus berlalu…


Kehidupan terus berjalan, begitu juga kehidupan rumah tangga Ethan dan Leona yang selalu terlihat harmonis dan bahagia.


Rumah sederhana dengan halaman yang luas penuh pepohonan itu saat ini tengah di hias dengan banyak lampu dan aneka hiasan lainnya, di bagian depan teras rumah terdapat banyak pot tanaman dengan dua kursi rotan, sedangkan di bagian samping sebelah kiri terdapat ayunan dari ban mobil yang langsung menyatu dengan pohon, dua meter dari sana terdapat kolam ikan buatan dengan tenaman bunga mawar dibagian pinggirannya.


Rumah sederhana yang sudah sepasang suami istri tempati kurang lebih tiga bulan itu terlihat nyaman meski jauh dari kata mewah, bukan tak mampu membeli rumah mewah beton hanya saja sesuai keinginan Leona sebelum menikah ia ingin hidup sederhana berdua dengan Ethan dan anak-anak mereka nantinya. Maka dengan senang hati Ethan akan menuruti keinginan Leona, meski diam-diam pria mapan dengan wajah tampan itu sudah menyiapkan rumah mewah berserta isinya sebelum mereka menempati rumah sederhana ini.


Hari sudah gelap, bintang di langit berteburan dengan bulan sabit yang terlihat terang. 


"Bagaimana keadaan kamu? Mama lihat akhir-akhir ini pipi kamu terlihat semakin berisi" ucap mama Ethan sekadar basi basi di tengah perkumpulan keluarga.


"Itu tandanya menantuku berhasil membuat putri kami bahagia, bukan begitu bro!" Sahut James menyenggol lengan besannya itu.


"Hahah tentu saja"


"Le, maaf sebelumnya apa kamu nyaman disini? Maksud mama apa kamu tidak lelah? Mencuci, memasak bahkan membersihkan rumah sendiri, belum ditambah mengurus keperluan Ethan"


Mendengar penuturan Yulia yang terdengar mengkhawatirkan dirinya, Leona hanya tersenyum kecil "Mah untuk saat ini aku dan Hubby masih nyaman disini nanti kami juga pasti kembali ke rumah utama"


"Sayang biarkan mereka memilih apa yang membuat mereka nyaman, mereka sudah sama-sama dewasa bukan?" timpal tuan Vincte diangguki semuanya.


"Ini sudah jam 8 Ethan pasti sudah di perjalanan pulang, ayo kita sembunyi terlebih duhulu" ajak James seraya meminta pak toib supir pribadinya untuk mematikan semua lampu yang ada di pekarangan rumah.


Gelap…


Lampu yang semula terang kini digantikan oleh kegelapan, tapat hari ini tanggal 12 Juni adalah hari kelahiran Ethan. Sengaja mereka ingin memberikan kejutan singkat sekaligus mempererat silaturahmi antara keluarga dan besan.


Tak..tak..tak..

__ADS_1


Langkah kaki Ethan terdengar saat menginjak teras rumah, pria dengan kemeja putih lengan yang sengaja disingkatkan sampai siku itu merasa heran. Tumben rumahnya gelap tanpa adanya penerangan tidak biasanya Leona mematikan lampu sebelum ia pulang? Jika di pikir-pikir ini belum terlalu larut.


Celkret…


"Di kunci?" Gumam Ethan yang semakin merasa bingung.


Tok..tok..


"Sayang, buka pintunya. Aku lupa membawa kunci cadangan" ucap Ethan setengah berteriak.


Hening…


Prang!


Terdengar suara bendah jatuh dari dalam rumah, tanpa pikir panjang langsung saja di dobraknya pintu kayu itu dengan sekali tendangan.


"Amore!!!" Teriak Ethan bergerak menuju dapur tidak lupa menghidupkan lampu terlebih dahulu.


Kosong…


Kembali ke kamar, Leona juga tidak ia temukan.


Pergi kemana istrinya malam-malam begini?


Dor…


"HAPPY BERSTDAY!!!!" Teriakkan disertai sorak riang itu membuat Ethan lungling.


"Sayang" ucap Ethan melihat Leona diantar kedua orangtuanya.


"Kamu membuat aku khawatir saja" sambungnya seraya memeluk wanita dengan rambut bergelombang kekuningan itu erat.


"Selamat ulang tahun, suamiku" bisik Leona membalas pelukan Ethan tak kalah eratnya.


***


Ucapan selamat dan doa-doa serta pemberian hadiah kecil-kecilan menyambut hari kelahiran Ethan sudah diberikan.


Kini mereka tengah bercengkerama hangat diatas tikar dengan banyak makanan.

__ADS_1


"Oh iya Le, kamu belum memberi suamimu hadiah bukan?" Ucap bundanya membuat pasang mata kini tertuju pada Leona.


"Ini untuk suamiku" Leona memberikan kotak kayu kecil untuk Ethan dengan senyum malu-malu.


"Terima kasih. Sebenarnya aku tidak butuh hadiah apapun, dengan adanya kamu disisiku itu sudah lebih dari cukup"


"Nanti saja adegan sinetronnya, sekarang ayo buka hadiahnya kami sangat penasaran hadiah apa yang diberikan istrimu dengan kota kecil" timpal James menyahuti.


"James jangan melihat sesuatu dari luarnya"


"Aku bercanda"


"Sekali lagi terima kasih ya Amore" ucap Ethan membuka pelan hadiah yang Leona berikan untuknya.


Deg….


Jantung Ethan berdetak kencang dengan air mata yang tiba-tiba lolos dari matanya, tangan berurat itu bergetar seraya mengeluarkan benda dengan garis dua dari tempatnya.


"Ka...ka..ka...kamu" 


Geregetan dengan respon Ethan, tuan vincnte mendengus kesal. "Istri mu itu hamil bodoh" ucapnya membuat pelototan tajam mengarah kepadanya.


Sungguh si tua dengan harta segunung ini benar-benar mengacaukan segalanya" begitu pikir James, Yulia dan Laras.


"Aku tak taham melihat responnya" ucapnya dengan suara lirih


"H-ha? Leona hamil?"


"Ada Ethan Junior di dalam sana. Kalian akan menjadi orang tua" ucap Laras menjelasakan


Ini adalah Hadiah paling istimewah dihari ulang tahunnya. Tepat usianya 22 tahun dia mendapat kabar adanya Ethan Junior di rahim wanita yang sangat-sangat ia cintai.


"Jadi Leona? Aku? Anak? HAMIL?Leona  Beneran? Hamil? Hamil anakku?" Tanya Ethan sedikit terbata


Semuanya mengangguk, Ethan Jongkok depan perut Leona seraya menempelkan telinga keperut nya" halo? Nak Kamu bisa dengar papah?"


"Jabatan boleh ceo, goblok nya minta ampun. Semoga cucuku nanti tidak sebodoh dirinya" cibir tuan Vincnte membuat semuanya tertawa.


-TAMAT-

__ADS_1


__ADS_2