Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
Eps. 31


__ADS_3

HAPPY READING ALL....


***


Seminggu berlalu ujian praktik Ethan berjalan dengan lancar, tinggal menunggu try out, ujian sekolah lalu ujian akhir kelulusan dan lanjut ke jenjang perkuliahan.


Pemuda jangkung dengan ciri khas senyum simrik itu sudah memutuskan untuk kuliah di Spanyol dengan mengambil kejuruan agribisnis, empat tahun akan ia gunakan sebaik mungkin untuk gelar sarjana S-1 dengan tekat yang bulat keputusan Ethan tidak akan pernah ia ganggu gugat lagi.


Masalah Leona, Ethan yakin hatinya tidak akan berpaling, Toh bukannya jodoh tidak akan ke mana? Tapi akan ia pastikan Leona Graham hanya akan menjadi miliknya garis bawahi gadis itu hanya di ciptakan untuk dirinya.


Ethan tidak peduli rasa yang ia miliki untuk Leona benar-benar cinta, atau hanya sekadar obsesi yang jelas rasa ingin memiliki dan rasa ingin melindungi hanya untuk Leona, tidak untuk gadis lain.


"Yang benaran sayang itu tidak akan pernah menyerah, meskipun hubungannya di landa masalah sebesar apa pun. Karena prinsip rasa sayang itu ada dua, sabar dan bertahan bukan menyerah lalu memutuskan hubungan" ucap Tuan Vincent menepuk pundak Ethan yang tengah mengamati hembusan angin malam.


"Hem"


"Kamu sudah mengambil keputusan yang tepat. Kamu tinggal menunggu 4 tahun lagi, lalu kamu akan hidup bahagia bersama Leona. Papa yakin hari itu akan datang? Bukan kah pelangi muncul setelah hujan?"


"Tapi tidak ada pelangi yang muncul di malam hari!" Serkas Ethan membalikkan badannya menghadap sang papa.


"Kamu ya__"


"Sudahlah pah aku sedang tidak ingin berdebat" serkas Ethan meninggalkan tuan Vincent yang masih setia memandang punggung lebarnya.


***

__ADS_1


Jauh dari hiruk piruk ibu kota Ethan menyandarkan tubuhnya di kursi taman yang terlihat sedikit tidak terawat dengan rumput-rumput liar yang tumbuh subur di setiap sisi penyangga kursi yang dia duduki.


Asap rokok yang ia hasilkan berkepul di udara dengan nafasnya yang memburu, pikiran pemuda tampan itu berkecamuk di sertai desakan papanya dan ayah Leona yang semakin hari semakin menuntut kepergiannya.


"Aghhhhhhtttt!!!!" Teriak Ethan meluapkan segala emosinya.


"BANGSATT!!! LO SEMUA SIALAN!!! BICT!!!!!!"


"KENAPA HIDUP SERUMIT INI SIALAN!!!"


Kring....


Suara nada dering benda pergi panjang itu mengalihkan perhatian Ethan yang tengah menarik rambutnya frustrasi.


"Siapa?" Ulangnya


"Kamu kenapa sih? Lagi ada masalah?"


Pertanyaan dengan suara halus terdengar sopan di telinga itu membuat emosi Ethan meredup seketika layaknya es batu yang mencair karena teriknya sinar matahari.


"Besok jangan lupa jemput aku di bandara" ucapnya lagi


"Ethan? Kamu masih di sana kan? Halo? Hey kamu kenapa?" Sederet kalimat bernada khawatir keluar dari mulut Leona.


Tumben sekali Ethan mendiamkan dirinya? Biasanya pemuda yang hendak dewasa itu selalu antusias kala dirinya menelepon atau hanya sekadar mengirimkan pesan singkat.

__ADS_1


"Iya besok aku jemput, jam 9 pagi kan?"


"Iya. Kamu kenapa lemes banget? Aku ada salah ya?"


"Lemes soalnya udah hampir dua minggu belum ngisi tenaga sama kamu, kamu si katanya cuman tiga hari malah jadi dua minggu. Betah banget di negeri orang"


"Enak lah di sini banyak bule, keren-keren lagi"


"Gak cukup dapet aku? Aku juga bule tahu!" Kesal Ethan mendengar penuturan Leona meski ia tau itu hanya sekadar gurauan.


"Hem, kalau bisa mencari yang lebih baik kenapa enggak"


"Cari Laki Laki Itu gak harus bule, gak harus pengusaha gak harus tentara ,gak harus sarjana, yang Penting Kalo Dimintain Duit Bilangnya ADA!"


“kamu tuh udah dapet yang sempurna di segala sisi jadi jangan macam-macam. Udah dapet blasteran Amerika-Korea-indo kudu bersyukur” sambung Ethan membuat Leona terbahak-bahak dari seberang sana.


“iya dady iya” ucap Leona di sela-sela tawanya.


“aku tutup ya, Good night calon imam”


BERSAMBUNG!!!


FOLLOW INSTAGRAM AUTHOR JIKA INGIN SEKADAR BERCHAT RIA ATAU BASA BASI PEMBUANG PENAT


@riyaferizap_

__ADS_1


__ADS_2