
HAPPY READING ALL.....
***
Masih di tempat yang sama dengan orang yang sama Ethan terdiam dengan asap rokok di temani sebotol bir, tatapan pemuda jangkung itu begitu menusuk dengan simrik yang tersungging di wajah tampannya.
"Aku pergi" ucap Ethan membuang potongan rokoknya ke dalam asbak.
Tanpa menunggu jawaban Ayah Leona dan papahnya Ethan melangkah kan kaki jenjangnya keluar dengan Simon yang setia mengikutinya dari belakang.
"Kita akan ke mana tuan muda?" Tanya Simon setelah memastikan Ethan duduk dengan nyaman di kursi penumpang.
"Pulang" jawab Ethan singkat, sambil bergerak menyandarkan kepalanya dengan tangan yang ia lipat di depan dada.
"Simon" panggil Ethan memecahkan keheningan.
"Jika kamu yang ada di posisiku saat ini, apa yang akan kamu lakukan?"
__ADS_1
"Saya akan memilih opsi kedua, seperti yang tuan muda setujui bersama tuan besar" jawab Simon singkat di balas helaan nafas berat dari Ethan.
"Kenapa?"
"Berpisah beberapa tahun jauh lebih baik dari pada harus kehilangan selama-lamanya, anda hanya perlu belajar lebih giat, menyelesaikan pendidikan anda di Spanyol dengan cepat lalu mempersunting nona Leona. Tuan sangat menyayangi nyonya besar bukan? Maka opsi kedua adalah pilihan yang paling tepat" jawabnya panjang lebar.
"Hem, setiap anak laki-laki pasti akan menyayangi wanita yang mereka panggil ibu, karena hanya mereka wanita di dunia ini yang tidak akan merendahkan dan menyakitinya"
Mendengar penuturan Ethan, Simon hanya tersenyum simpul tanda bangga pada pemuda 18 tahun yang selalu ia perhatikan dari jarak jauh itu.
***
"Lagi kangen manja-manja sama mama"
"Tumben mau manja sama mama, biasanya juga kalau mau manja-manja sama calon mantu mama. Yakin gak mau cerita sama mama?" Ulang Yulia membalikkan badan, lalu tangan putih halusnya bergerak menangkap wajah tampan Ethan.
"Aku bingung mah, pusing dan kadang marah" lirihnya membenamkan kepalanya di tengkuk Yulia tanpa melepas pelukannya.
__ADS_1
"Mah, aku belum siap jika harus kehilangan kebebasan dan aku juga belum siap jauh dari Leona. Mama sudah tau kan apa yang papa dan Ayah Leona bicarakan?"
Tidak ada jawaban dari Yulia, wanita 45 tahun yang terlihat masih cantik dan seksi itu bergerak membimbing Ethan duduk, lalu menggenggam tangan Ethan dengan erat.
"Prioritas bukan lagi tantang bermanja-manja, ngedate, jalan 24/7, cukup ada kabar walau kalian tengah di landa kesibukan. Karena gini gadis itu mungkin sudah menjadi milikmu tapi dunia tidak hanya tantang dia dan kamu, sekarang kamu paham bukan apa yang mama maksud?"
“Mah, risiko yang aku ambil terlalu besar? Antara kehilangan kebebasan dan kehilangan kalian!”
“Empat tahun bukan waktu yang singkat, bagaimana jika nanti aku pulang hati Leona sudah di hangatkan pria lain?”
“Jangan asal bicara nanti kamu sendiri yang overthingking , padahal Who are you? Leona suka kamu. Cukup sport with love apa yang ia lakukan saat kalian jauh, jangan ask For their true love. they are human, they fell in love tho, their true love. not spread love” ucap Yulia mengelus kepala Ethan.
“kamu akan mengerti seiring berjalannya waktu” Sambung Yulia meninggalkan Ethan yang masih berkecamuk dengan pikirannya.
BERSAMBUNG!!!
NEXT OR STOP?
__ADS_1