
HAPPY READING ALL...
***
Lelah mengerjai Ethan, ketiga pemuda itu berbaring di lantai beralasan karpet tebal dengan sengaja menjadikan badan Kai sebagai bantalan.
"Minggir elah badan gue berasa remuk semua" pekik Kai mendorong kepala Daniel yang berada di atas dadanya.
"Gak bisa bego! Ini si bontot sengaja ngunci pergerakan gue!" Kesal Daniel menunjuk Ethan yang duduk di atas perutnya sambil memainkan ponsel dengan memasang muka watados andalannya.
Nolan? Pemuda China dengan kulit putih bermata sedikit sipit itu hanya diam mengamati dengan rambut yang terlihat acak-acakan karena keberingasan Ethan yang beberapa waktu lalu ia gelitiki.
"Ya ampun kalian!!!" Teriak Yulia dengan tangannya yang bergerak menarik telinga Ethan.
"Ampun kanjeng mama!!!" Rengek Ethan mau tak mau beranjak dari tubuh Daniel.
"Tarik yang keras mah" seru Kai, Daniel dan Nolan secara bersamaan.
Tidak salah bukan jika mereka turut memanggil Tuan Vincent dan Yulia, mama dan papa sama seperti Ethan memanggil orang tua mereka.
"Kalian ini udah gede, udah mau lulus SMA kelakuannya masih aja kek anak TK"
__ADS_1
"Habis ini anak bontot gak cerita sama kita kalau dia udah tunangan bahkan mau marrid" ucap Nolan beranjak mengapit lengan Yulia.
Ets tidak semudah itu Forguso....
Belum sempat Nolan mengenai tangan Yulia, Tuan Vincent lebih dulu menyingkirkan dirinya.
"Hahaha"
"Mah mau peyuk" manja Nolan dengan suara yang dengan ia cadelkan lalu merentangkan kedua tangannya di hadapan Yulia.
"Sana cari pacar, jangan genit sama istri papa" ucap Tuan Vincent yang membuat tawa semakin menggema heboh.
"Definisi manusia kurang perhatian, suka cari perhatian di segala penjuru" sindir Ethan yang berhasil mendapat pelototan tajam dari Nolan.
Layaknya anak tk yang mendengarkan gurunya dengan patuh itu adalah gambaran untuk ke empat pemuda tampan dengan pesona yang tidak terlihat main-main.
Kai, Ethan, Daniel dan Nolan duduk rapi di satu sofa panjang yang berhadapan langsung kepada Yulia dan tuan Vincent.
"Namanya Leona Graham, gadis yang memenuhi semua kriteria menantu idaman para mertua. Dia cantik, sukses, mandiri dan __"
"Seksi" celetuk Ethan memotong ucapan Yulia.
__ADS_1
"Seksi, bahenol, semok dan gue yakin pasti pink!" Sambung Ethan dengan tidak tahu malunya.
"Yakin pink? Apa jangan-jangan lo udah boking ya" tuduh Daniel di angguki Nolan.
"Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan"
"Mama sama papa yakin dengan keputusan kalian untuk menjodohkan Ethan?" Celetuk Kai menghentikan perdebatan yang akan di mulai oleh Daniel.
Tidak ada jawaban dari tuan Vincent maupun Yulia hanya anggukan kepala tanda membenarkan pertanyaan Kai.
"Lo tenang aja. Meskipun dalam sehari banyak cewek yang gue rayu, tapi yang ada di Pikiran gue cuman Leona seorang" ucap Ethan menepuk dadanya.
"Kita emang bebas tapi yang harus lo ingat, jangan sampai nyakitin hati gadis yang udah papa sama mama minta ke orang tuanya buat lo secara baik-baik. Kalau pun nanti lo bosan bilang sama kita, biar mama sama papa ngembaliin dia ke orang tuanya sama seperti mereka memintanya dengan cara yang baik-baik" nasihat Daniel panjang lebar di susul Nolan yang menepuk pundak Ethan ala pria.
“Benar apa yang di bilang Daniel, kita tau betul siapa lo. Mudah suka dan tentunya mudah bosan” timpal Kai.
"Kalian tenang aja buat yang satu ini gue gak bakal pernah bosan!"
“han, bukan cuman gak bakal bosan. Lo harus bisa jadi segalanya buat dia, ya meskipun dia jauh lebih tua”
"Ini baru anak papa, bijak dan bertanggung jawab" ucap Tuan Vincent dengan rasa bangga.
__ADS_1
BERSAMBUNG!
NEXT OR STOP?