
HAPPY READING ALL......
***
"Assalamualaikum aku pulang!" Teriak Leona menaruh tas selempangnya di atas sofa.
"Waalaikumsalam, eh ada mantu bunda" senang Laras menyambut uluran tangan Ethan lalu memeluk pemuda berseragam SMA yang tidak di masukkan itu.
"Selamat siang bunda yang semakin cantik setiap harinya" sapa Ethan membalas pelukan Laras.
"Gimana sekolahnya?" Tanya Laras menarik tangan Ethan duduk di atas sofa.
Oh lihatlah Leona bagai makhluk tak kasat mata memperhatikan interaksi bundanya yang terkesan terlalu lebai di mana hazelnya.
"Ehem..ehem"
Dengan sengaja Leona berdehem kasar agar dua manusia beda generasi itu menyadari masih ada dirinya di sana. Tidakkan bundanya sadar dirinya serasa terkucilkan semenjak Ethan menyandang status tunangannya.
"Apa?"
"Gak apa-apa" ketus Leona meninggalkan Ethan dan Laras menuju kamarnya.
"Yang mau ke mana?" Tanya Ethan yang masih tidak di hiraukan Leona sama sekali.
Kaki jenjang gadis itu tetap melangkah menaiki tangga menuju kamarnya tanpa menoleh atau sekadar membalas pertanyaan Ethan.
"Mungkin mau siap-siap bukannya lusa dia mau ke Belanda ya?" Ucap tuan James menyahuti secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Belanda?” beo Ethan memastikan
"Baju di butik Leona masuk kriteria Fashion di belanda, seperti tahun lalu anak itu pasti ikut pelatihan model soalnya yang jadi ambasadornya temen deket dia di Amerika" jelas Laras di sertai kekehan pelan.
"Kamu susul gih, mungkin dia belum sempat cerita sama kamu. Nanti bunda panggil buat makan siang? Kamu pasti belum makan kan?"
"Iya bunda makasih, kalau gitu Ethan permisi ke atas dulu" pamitnya beranjak menuju kamar Leona.
***
Gebrak
Ethan memeluk Leona yang tengah menyusun pakaiannya di dalam koper, tangan pemuda jangkung itu melingkar indah dengan kepala yang sengaja ia selipkan di cekukan leher jenjang Leona.
"Kenapa?" Tanya Leona membalikkan badannya sekilas menghadap Ethan.
"Gak aku kasih tau juga kamu tetap bakal tau kan? Gak lama kok cuman tiga hari doang" jawabnya kembali menyusun pakaiannya dengan Ethan yang masih setia memeluknya dari belakang.
"Pengen ikut"
"Senin kamu udah tyr out, bulan depan kamu ujian. Jangan sering-sering bolos gak baik" peringat Leona dengan suara tertahan lantaran Ethan dengan sengaja mengendus lehernya.
"Tapi tetap pengen ikut" rengeknya kembali membalikkan badan Leona sehingga gadis itu mau tak mau duduk di atas pangkuannya.
"Jangan manja udah gede juga!"
"Ya gak apa-apa dong manja sama calon istri sendiri, yang salah itu kalau aku manja sama cewek lain"
__ADS_1
"Tap__"
Shitt!!!!!
Ingin sekali Leona memaki Ethan yang selalu membungkam bibir tipisnya secara tiba-tiba, tapi otak gadis bermata hazel itu selalu tidak sejalan dengan tubuhnya yang menikmati sentuhan Ethan, terlebih lagi tangan Ethan yang perlahan bergerak meraba bagian atas tubuhnya.
"Bernafas yang benar, baby" lirih Ethan di sela-sela lumatannya.
Untuk sesaat keduanya sama-sama menikmati hingga sedetik kemudian..
“Lain kali pintunya di kunci dulu” Celetuk Laras yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan pintu kamar Leona.
“mama/tante” ucap Leona dan Ethan secara bersamaan melepas ******* mereka.
“dasar anak muda, bajunya rapiin dulu terus ke bawah kita makan siang sama-sama. Papa udah nunggu di meja makan nanti lanjutin lagi”
Demi apa pun wajah ayu nan putih Leona sudah memerah menahan malu. Sungguh jika bisa ia ingin meminjam pintu ajaib doraemon untuk menghilang di muka bumi .
“sana siap-siap bunda tunggu di bawah” ucap Laras lagi.
“iya bunda” jawab Ethan cepat dengan tangannya yang bergerak mengancingkan kemeja Leona.
“Gue malu!!!!” teriaknya setelah memastikan Laras pergi.
“Kamu dengerkan kata bunda, nanti lanjutkan lagi” seringai Ethan ikut meninggalkan Leona menuju meja makan.
BERSAMBUNG!
__ADS_1
NEXT OR STOP?