
HAPPY READING ALL...
“siap Calon Istri, gak apa-apa hari ini pipi besok bagian inti” hebohnya beranjak bangun menuju kamar mandi.
"Dasar bocah" gumam Leona menggelengkan kepalanya pelan.
Setelah Ethan hilang di balik pintu kamar mandi dengan cekatan Leona merapikan tempat tidur Ethan layaknya seorang istri yang baru saja membangunkan suaminya.
Sambil menunggu Ethan di kamar mandi Leona mengelilingi ruangan persegi itu hingga kakinya berhenti tepat di depan foto besar yang terpajang di dekat televisi. Di tatapnya lekat-lekat foto Ethan bersama ketiga sahabatnya yang tengah duduk dengan gaya cool, yang di mana Ethan memegang gitar dengan tawa lepas yang tidak terlihat di buat-buat.
"Itu sahabatku" celetuk Ethan yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Leona dengan rambut basahnya.
"Yang sebelah kanan Daniel Saputra, yang bagian tengah itu Kai wirautama dan yang di kiri Nolan wang" sambung Ethan menyebutkan ketiga sahabatnya.
"Wow luar biasa, semuanya anak-anak konglomerat" sahut Leona mengambil alih handuk di tangan Ethan.
Melihat gerakan Leona yang sudah mulai peka Ethan tersenyum penuh kemenangan lalu duduk di sofa panjang yang tak jauh dari pintu.
"Yang berapa persen kamu suka ngedesain sama uang" ucap Ethan menikmati sentuhan tangan Leona di kepalanya.
"50 persen uang dan 50 persen ngedesain" jawab Leona seadanya
"Kalau aku 1 persen suka uang, satu persennya lagi suka oglio"
"98 persennya?"
"Suka kamu" jawab Ethan di sertai kekehan pelan.
"Gombal"
"Serius lho yang" serkas Ethan menarik tangan Leona hingga terduduk di pangkuannya.
Di pandangnya wajah cantik yang kini tengah duduk di pangkuannya itu dengan tatapan yang sulit di artikan, tidak dapat Ethan pungkiri wanita dewasa yang ia sukai itu memiliki daya tarik yang begitu memesona.
__ADS_1
Mata bulatnya yang terlihat meneduhkan, hidung mancung, bibir tipis yang sangat Ethan sukai dan rambut berwarna kuningnya yang sengaja di buat bergelombang menambah kesan dewasa dan imut secara bersamaan.
"Kenapa?" Tanya Leona memecahkan lamunan Ethan yang tengah mengagumi dirinya.
Ethan hanya tersenyum kecil menarik Leona ke dekapannya, tangannya bergerak menyingkir rambut di leher Leona yang keluar dari jepitan rambut.
"Bunda ngidam apa sih kok anak gadisnya bisa secantik ini" ucap Ethan menangkup wajah Leona dengan kedua tangannya.
"Ngidam berlian"
Melihat senyum menyeringai yang pemuda setengah bule Korea itu perlihatkan Leona buru-buru beranjak dari pangkuan Ethan
Etsss... tidak semudah itu forguso
Bibir Ethan bergerak ******* bibir merah jambu nan tipis Leona layaknya tengah menikmati permen lolipop, Entahlah untuk sesaat Leona menikmatinya dia bukan gadis polos nan lugu hidup di Amerika tentunya sedikit berdampak pada pergaulannya meski ia tidak melakukan sek bebas seperti teman-temannya.
Melihat respons yang Leona berikan pikiran-pikiran jahil langsung bersinar di otaknya, dengan cepat ia sudahi ciuman yang mulai memanas, deru nafas keduanya memburu dengan tatapan mata sayu Leona yang terlihat kesal namun tidak bisa gadis itu ungkapkan.
"Kamu menikmatinya baby" bisik Ethan membersihkan air liur di bibir Leona dengan ibu jarinya.
"Bagaimana kalau kita lanjutkan dulu hal yang perlu kita di tuntaskan secara bersamaan" godanya melepaskan dekapannya agar Leona segara bangkit dari pangkuannya.
Tanpa menghiraukan godaan Ethan, Leona sudah beranjak lebih dulu meninggalkan Ethan menuju ruang makan.
"Sialan!!! Leona kamu terlihat seperti wanita murahan" umpat Leona pada dirinya sendiri.
***
“maaf membuat mama dan papa menunggu terlalu lama” ucap Leona duduk di hadapan Yulia dan tuan Vincent
“Tidak apa-apa kami bisa mengerti, bukan begitu kan mah?” sahut Tuan Vincent menatap istrinya dengan penuh maksud.
“sudahlah pah, mama sedang tidak ingin menggoda Leona. Dari kondisi bibir Leona kita sudah tau apa yang sudah terjadi hahaha” ucap Yulia membuat Leona malu setengah mati
__ADS_1
“Sepertinya Ethan bergerak terlalu cepat”
“lebih cepat lebih pak pah, mama sudah tidak sabar menunggu Ethan lulus. Agar mereka bisa cepat-cepat membuatkan kita cucu yang lucu”
Bisakah aku meminjam pintu ajaib doraemon untuk saat ini!!” jerit Leona pada dirinya sendiri.
“Selamat sore semuanya” sapa Ethan menghentikan godaan kedua orang tuanya pada Leona.
Cup..
Kecupan singkat Ethan berikan ke pipi Kiri dan kanan Yulia, lalu beranjak duduk di samping Leona
Cup
Oh My god!!!!! Apa yang si menyebalkan ini lakukan!!!!
“ap__”
Belum sempat Leona menyelesaikan ucapannya Ethan sudah lebih dulu menyempalkan buah anggur ke dalam mulutnya.
“Kiss in the afternoon, baby”
“Ethan jangan lakukan hal itu di depan kami” ucap tuan Vincent yang membuat Ethan dan Leona menatapnya bingung.
“papa takut jika harus membuat adik untukmu” sambungnya di hadiahi cubitan gemas dari Yulia.
“papa ingat umur!!”
“pah, hentikan aku tidak mau punya adik!! Biarkan Ethan yang buatkan papa dan mama cucu yang lucu”
Bedebah!!! Leona benar-benar di buat mati kutu di hadapan keluarga bermarga Everett yang terkenal seantero Jakarta itu.
“Le kamu akan terbiasa dengan ketidak warasan mereka, yang kuat ya sayang” ucap Yulia di angguki Leona dengan perasaan bimbang sekaligus bingung.
__ADS_1
BERSAMBUNG!!!
NEXT OR STOP?