Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
S2. Eps 50


__ADS_3

HAPPY READING ALL


.


.


.


.


"Mama minta kamu buat ke rumah" ucap Ethan dengan tangan yang bergerak mengelap saus di pinggir mulut Leona lalu ia masukkan ke dalam mulutnya.


"Iya"


"Udah gede masih aja belepotan!" Kekeh Ethan di sertai senyum kecil.


Dave? Pemuda itu menggeram kesal di dalam hati, demi image yang harus terkesan baik di hadapan Leona dengan mati-matian ia menahan rasa cemburu yang seharusnya tidak ia miliki untuk Leona. Toh mereka hanya rekan kerja?


Jadi untuk apa rasa cemburu yang ia punya?


"Kebiasaan banget makan sama minum punya aku"


"Apa pun kalau sama kamu rasanya akan lebih lebih dan lebih nikmat" jawab Ethan mengarahkan jus yang sempat ia minum setengah ke hadapan mulut gadis itu.


"Dave, bukan kah secara tidak langsung kami tengah berciuman?" Tanya Ethan setelah Leona meminum jusnya tepat di bagian Ethan minum.


Uhuk uhuk


Mendengar penuturan Ethan membuat Dave terbatuk yang hampir saja membuatnya menyemburkan makanan yang tengah ia kunyah.


"Sialan!!" Gumam Dave mengumpat


"Benarkan Dave? Kami berciuman secara tidak langsung? Ya meski kami akui sering melakukannya secara nyata" celetuk Ethan lagi dengan mimik wajah yang di buat-buat seperti tengah bercanda.


"Kau benar" jawab Dave singkat mengelap mulutnya dengan sapu tangan yang di sediakan pihak restoran.


"Oh iya sepertinya aku harus pergi lebih dulu, ada pertemuan dengan rekan kerjaku di kantor. See you semoga hari kalian menyenangkan!!" Pamit Dave meninggalkan kedua pasutri itu, sedangkan Ethan menampilkan senyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Dasar jahil!!" Ucap Leona setengah memekik sambil memukul lengan Ethan secara bertubi-tubi.


"Bisa gak si jadi orang jangan kelewat iseng, kamu kalo jail gak kira-kira" sambung Leona masih memukuli Ethan.


"Cup, cup gak boleh mukul calon imam nanti dosa. Temen kamu itu mukanya mood boster banget kalau lagi kesel kek tadi" alibi Ethan merangkul Leona mesra.


"Kamu tuh cari perkara tau gak!"


"Iya nanti gak lagi, tapi gak janji" ucap Ethan memelankan beberapa kata di akhir kalimatnya.


"Ayo pulang aku kangen mama" Ajak Leona menarik tangan Ethan sedikit buru-buru.


Kangen katanya? Bukannya mereka baru bertemu beberapa hari yang lalu? Ah sudahlah Ethan tidak perlu memikirkan hal sepele yang terkesan tidak berguna, jika wanitanya senang dengan senang hati ia akan menuruti.


Tunggu!!!


"Kenapa?" Tanya Leona saat Ethan menghentikan langkah kakinya.


"Bayar dulu beb, ini restoran bukan punya kita"


"Kamu sama dia yang makan kok aku yang bayarin? Makanya lain kali jangan mau di ajak makan sama cowok kere!. Gayanya aja pake stelan jas hitam yang bayar makan kamu" kesal Ethan yang lagi-lagi berburuk sangka dengan Dave.


"Kamu ya mulutnya lebih pedas dari perempuan. Mungkin dia lupa karena lagi buru-buru"


"Belain terus, belain terus!"


***


"Nanti mampir dulu ke supermarket, aku mau beli bahan masakan dulu. Kemarin udah janji mau bikin kue sama mama" ucap Leona setelah memasangkan sabuk pengamannya.


"Mama udah minta tolong maid beli tadi pagi, kita langsung ke rumah aja"


"Oh ya udah kalau gitu"


Tidak butuh waktu yang lama untuk Ethan dan Leona tiba di kediaman Everett, dua pasutri itu kini sudah berdiri di depan pintu utama.


"Selamat siang tuan muda dan nona muda" sapa beberapa penjaga khusus di bagian depan pintu.

__ADS_1


"Siang"


"Mah... ini mantu mama udah dateng!!" Suara teriakan Ethan menggema sedikit memantul.


"Ethan jangan teriak-teriak! Kebiasaan kalau di rumah mirip anak monyet" sahut Yulia menghampiri mereka tidak lupa sedikit menarik telinga Ethan.


"Siang mah" seperti biasa Leona mencium telapak tangan Yulia.


"Le untuk acara masaknya kita cancel dulu ya, hari ini mama mau ngajak kamu ketemu teman-teman mama. Sekalian kita Shopping"


Melihat anggukan kepala Ethan tanda mengizinkan Leona dengan senang hati menerima ajakan calon mertuanya itu.


"Mama ambil tas dulu, kamu tunggu di sini ya. Soalnya mama juga mau nyebar undangan pernikahan kalian sama teman-teman arisan mama, jadi kamu harus ikut biar semua orang tau kamu adalah satu-satunya menantu kesayangan keluarga Everett!" Sambung Yulia meninggalkan Ethan dan Leona.


"Nanti kalau teman-teman mama ngegosip kamu diem aja ya" ucap Ethan menarik tangan Leona untuk duduk di sofa.


"Kenapa?"


"Biar kamu gak ketularan jadi tukang gosip"


Mendengarkan ucapan Ethan, Leona hanya sekadar mengangguk angguk kan kepala dengan tangan yang sibuk mengeluarkan beberapa peralatan make up yang selalu ia bawa.


Di polesnya bibir tipis seksi itu dengan lipstik merah terang yang membuat decakan kesal keluar dari mulut Ethan.


"Aku gak suka ya kamu danda, apalagi mau keluar" ucap Ethan dengan nada posesif.


Dengan lembut jempol tangan Ethan mengusap bibir merah terang Leona, dan dengan senyum menyeringai tangan kanan Ethan mencengkeram leher janjang Leona.


Entah kapan Ethan memulai yang pasti kedua benda kenyal itu sudah menyatu dan saling membalas.


"Uhuk...uhuk.."


"Kalian kebiasaan gak tau tempat!" Ucap Yulia yang membuat Ethan dan Leona cepat melepaskan pungutannya.


"Khilaf mah" cicit Ethan cengengesan sambil kembali mengelap bibir basah Leona dengan jari jempolnya.


BERSAMBUNG!!

__ADS_1


__ADS_2