Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
S2. Eps 42


__ADS_3

HAPPY READING ALL


.


.


.


Madrid, ibu kota dan kota terbesar di Spanyol. Kota ini terletak di Sungai Manzanares di bagian tengah negara Spanyol, di sana terlihat sosok tiga pemuda tampan yang tengah menikmati vodka dengan sebatang rokok yang mereka selipkan diantara jari telunjuk dan jari tengahnya.


Suara dentuman musik dengan lampu berkerlap kerlip, bau minum khas klub malam, lalu lalang wanita tengah telanjang dengan beberapa pasangan yang terlihat mabuk kepayang di sertai terikan-teriakan para manusia yang berjoget ria tanpa beban, semakin membuat suasana bar yang di kunjungi tiga pemuda itu terlihat menyenangkan.


"Minggir gue mau joget!" Usir Daniel pada sosok gadis berdres mini yang sedari tadi mengepit lengan kekarnya.


"Haduh kampungan banget si temen lo" ucap Kai menunjuk Daniel yang ikut meliuk-liukkan tubuhnya di antara lautan manusia.


"Temen lo juga kali" jawab Ethan santai kembali meneguk minumannya.


Di antara mereka bertiga Daniel lah yang tidak kuat minum minuman beralkohol, tidak perlu menghabiskan satu botol dengan satu gelas saja ia sudah mabuk berat seperti saat ini contohnya.


“Gak nyangka gue kita masih perjaka, muka-muka penuh dosa gini gak suka jajan sembarangan. Kalau kata bokap gue mah bebas boleh yang gak boleh itu belah duren sebelum kawin!" Ucap Kai di sambut kekehan cukup keras dari Ethan.


"Nikah dulu baru kawin" Ralat Ethan mengibaskan tangannya saat sosok gadis setengah telanjang itu ikut duduk di sampingnya.


"Minta restu dari orang tuanya, nikahi dia, sayangi dia, cintai dan perlakukan istrimu sebaik-baiknya"


"Itu baru cakep!" Ucap Ethan bertos ria dengan Kai lalu keduanya memutuskan untuk ikut menari bersama Daniel.

__ADS_1


“Lusa kita udah di Jakarta, jadi Nikmatin malam kebebasan kita di Madrid!” teriak Daniel dengan peluh yang mencucuri wajah tampannya.


...***


...


"Nara lo tuh begok tau gak!" Maki sosok pemuda berjas merah terang dengan rambut gondrong yang membuatnya semakin cool.


"Ini udah bulan ketika tapi apa buktinya? Sampai sekarang lo belum bisa dapetin Ethan!" Sambungnya berdecih tepat di hadapan wajah cantik Nara yang terlihat kesal.


"Awas aja lo kalau semuanya gak sesuai eksptasi gue"


“Bisa gak si lo gak nekan gue setiap saat! Gue juga udah usaha semaksimal mungkin” pekik Nara frustrasi.


Cafe Matahari pukul 08.15 WIB


Suara langkah kaki Jenjang putih mulus Leona terdengar cukup nyaring saat memasuki ruang privat tempat di mana gadis ayu itu mengadakan pertemuan dengan salah satu rekan kerja.


"Selamat pagi taun Dave" sapa Leona membuat pria tampan yang tengah fokus pada benda persegi panjang itu mengalihkan perhatiannya.


"Maaf membuat anda menunggu" sambung Leona di sertai senyum tipis.


"Ah tidak apa, silakan duduk"


"Terimaksih"


"Bisakah kita berbicara layaknya teman Le? Tidak perlu terlalu formal" pintanya setelah Leona duduk tepat di hadapannya.

__ADS_1


"Baiklah dengan senang hati"


"Terimaksih, sebaiknya kita pesan makanan terlebih dahulu “ucapnya melambaikan tangan pada pelayan cafe yang sengaja berdiri tidak jauh dari tempat mereka duduk.


"Le kamu mau pesan apa?"


"Americano" jawab Leona singkat


"Makanannya?"


"Tidak usah aku sudah sarapan di rumah"


20 puluh menit berlalu, Leona mulai mengeluarkan rancangan-rancangan busana yang sudah lama ia persiapkan untuk kerja samanya dengan perusahaan Dave.


"Seperti biasanya semuanya terlihat luar biasa, kapan semua gaun ini bisa kita publikasikan?"


"2 minggu lagi, dan untuk model yang kalian kirimkan kemarin sesuai kriteria" jawab Leona di angguki Dave dengan pelan.


"Le bagaimana jika kamu yang jadi Brand ambassdors kali ini, aku yakin kerja sama kita akan meledak sampai Manca negara"


Mendengar penuturan Date yang terkesan terlalu berlebihan Leona terkekah pelan.


"Dave aku tidak seserakah yang kamu pikirkan dan tidak seterkenal itu”


“kamu terlalu merendah Le. Siapa yang tidak tau dengan kecantikan keturunan Graham” puji Dave


BERSAMBUNG!!

__ADS_1


__ADS_2