Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
Eps. 34


__ADS_3

HAPPY READING ALL....


****


Kamar bernuansa biru dengan banyaknya boneka lucu itu di landa keheningan, dua manusia beda usia, berbeda jender, beda pemikiran namun di dalam satu perasaan yang sama dengan tujuan yang sama merajut cinta tanpa ada benang kusut di dalamnya.


Tangan lebar Ethan terus bergerak mengelus surai panjang Leona, sesekali pemuda jangkung nan tampan rupawan itu mencium puncak kepala gadisnya penuh cinta.


"Ketika litani sudah tidak lagi terucap , dan sandykala mulai terhilir , disitulah asa mulai lenyap. Bisakah cerita kita amerta? Amerta untuk selamanya?" Ucap Ethan tanpa menghentikan elusan tangannya.


"Kamu kenapa si?" Tanya Leona yang mulai merasa ada yang tidak beres dengan pemuda yang tengah memangku dirinya itu.


Kalimat yang di ucapkan Ethan cukup dalam, Amerta katanya? Kenapa dan kenapa kalimat pemuda itu seakan mengisyaratkan hal yang pasti tidak akan ia sukai.


Bukankah setiap kisah dan cerita akan selalu Amerta?


Bahkan kisah buruk sekalipun tetap akan amerta meski kadang kelam dan hilang di makan waktu dan cerita baru, tapi kisah itu tetap akan abadi abadi sepanjang waktu.

__ADS_1


Amerta berasal dari bahasa Sanskerta yang secara harafiah berarti tidak mati atau abadi.


"Aku harus pergi ke Spanyol" ucap Ethan cepat dengan nada yang terdengar tidak bersahabat.


"Aku akan menyelesaikan pendidikan S1 (Strata-1) ku di sana. Aku akan meninggalkan kamu selama 4 tahun, selama itu juga aku tidak bisa memeluk dan melakukan hal-hal menyenangkan yang seperti kamu bayangkan, Karena aku hanya akan fokus pada pendidikanku, aku tidak punya waktu untuk menjagamu sebagaimana mestinya. Maafkan aku, aku berharap kamu yang sekarang sedang berada di dalam dekapanku menjalani kehidupan yang baik" sambung Ethan panjang lebar yang membuat Leona di dalam perasaan yang sulit untuk di jabarkan.


Ethan feel bad karena merasa tidak bisa menjaga wanitanya touching bukan?


"Kamu seperti bidadari yang bercahaya yang selalu memberi harapan ketika gelisah, empat tahun bukan waktu yang lama bukan? Aku akan pergi dan akan kembali dengan perasaan yang sama, aku harap kamu juga begitu menjaga diri dan hatimu sampai aku datang kembali meminta kamu pada orang tuamu untuk menjadi istriku"


Tok.. tok...tok..


"Ada apa si bun?" Tanya Leona melihat Laras yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.


"Bunda kira kalian lagi mempercepat proses dedek bayi"


Demi apa pun Leona ingin sekali menenggelamkan kepala Laras ke antartika jika tidak mengingat wanita berdres biru laut itu adalah bundanya, istri dari cinta pertamanya, sedangkan Ethan pemuda itu hanya cengengesan di atas tempat tidur Leona.

__ADS_1


"Ya udah bunda ke bawah lagi" ucap Laras kembali meninggalkan keduanya.


"Mau ngadet?" Tawar Ethan mendekati Leona lalu tangan besarnya bergerak menelusuri wajah cantik Leona yang terlihat tidak bercela.


"Hem"


"Hanya 4 tahun, setelah itu kita tidak akan pernah jauh lagi" ucap Ethan melihat respons Leona yang terlihat masih marah.


Dengan gerakan pelan tangan Ethan merayap di balik geraian rambut panjang Leona, memegang tengkuk gadis yang beberapa bulan terakhir ini ia klaim sebagai miliknya.


Entah siapa yang memulai terlebih dahulu kini kedua pasutri beda usia itu tengah bertukar air liur dengan bibir yang bertautan, tangan putih mulus Leona pun melingkar indah di leher jenjang Ethan yang terlihat berurat.


"I love you, dear" bisik Ethan lalu kembali ******* bibir tipis Leona.


Perasaan Leona tengah campur aduk ada rasa kecewa, sedih dan senang secara bersamaan. Entahlah ia tidak cukup tau bagaimana menjabarkan perasaannya saat ini, tangannya masih melingkar di leher Ethan dengan mata terpejam menikmati nan membalas ******* pemuda itu.


BERSAMBUNG!

__ADS_1


NEXT OR STOP?


__ADS_2