Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
Eps. 6


__ADS_3

HAPPY READING ALL...


Setelah kepergian Ethan dengan kedua orang tuanya, Leona bergegas memasuki kamarnya dengan kekesalan yang siap iya ledakkan.


"Berengsek!!" Makinya merebahkan diri di atas kasur king size dengan seprei putih dan beberapa boneka besar di atasnya.


Sudahlah Leona telah kehilangan semua ketenangan hidupnya, Ethan nama itu berhasil menjungkar balikkan kehidupannya dalam semalam.


Otak gadis berwajah manis itu rasanya kosong, rancangan-rancangan desain yang tersusun rapi di otaknya kini hilang terganti dengan memikirkan nasib hari-harinya setelah kedatangan sosok Ethan.


"Kalian semua gilaaa!!" Teriaknya melemparkan semua boneka, bantal bahkan menarik seprai kasurnya.


Bertunangan hahaha mendengar dan melihat cincin yang kini tengah melingkar di jari manisnya membuat Leona ingin sekali menertawakan dirinya sendiri.


Mereka baru bertunangan sudah membuat pikiran-pikiran bak benang kusut di kepala cantiknya. Bagaimana jika mereka sudah menikah kelak?


Berondong? Hoho Sangat menggelikan terlebih lagi sifat Ethan yang caplak ceplos dengan seribu kemesumannya.


Oh ayolah apa Ayah dan Bundanya tidak bisa mencarikan pria yang berakal sehat? Setidaknya lebih dewasa dari dirinya, Leona gadis yang cantik, seksi dan tentunya berbakat banyak yang menginginkan dirinya bahkan dari kalangan pengusaha pun mau meminangnya.


"Sebaiknya aku tidur semoga setelah aku bangun ini hanya mimpi buruk" gumam Leona memejamkan matanya untuk menjelajahi dunia mimpi.


*Paginya.


Leona merasakan ada beban di bagian perut dan dadanya seperti tengah...


Dan


Pukk


Leona refleks memukul kepala yang menenggelamkan wajahnya di bagian payudara sintalnya.


Tunggu kepala?


"Aghhhhhhgg"

__ADS_1


"Tante jangan teriak!"


Suara itu? Setan Edannnnnnnn!!!!!!


Dengan susah paya Leona mendorong kepala Ethan yang terus bergerak-gerak di bagian dadanya dan sesekali mengendusnya, kaki panjang Ethan yang melingkar di pinggangnya layaknya menjadikan ia guling.


"Keluar dari kamarku bodoh!!" Maki Leona menatap Ethan dengan tatapan menyalang tanda ia sudah benar-benar kesal.


Bukannya keluar Ethan justru membalikkan bandanya ke samping dengan tangan besarnya yang sibuk menarik selimut agar kembali menutupi tubuhnya.


"Keluar tuan muda Ethan!" Sekali lagi Leona berteriak dengan hidung kempang kempis menahan geram.


“sejak kapan lo ada di sini?”


“subuh tadi” jawab Ethan dengan suara serak tanpa menoleh ke arah sang empu.


Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 7,20 itu artinya Ethan sudah kurang lebih 3 jam berada di atas kasurnya.


“Ethan keluar! Ini udah jam tujuh lewat, sebaiknya lo pergi sekolah” ucap Leona berusaha sabar dengan suara tertahan.


"Udah bangun?" Tanya Laras menatap Leona yang baru saja duduk di meja makan dengan muka di tekuk.


"Nak Ethan kok gak di ajak turun?"


Ting!! Leona membanting sendok makan yang tengah ia pegang lalu menatap bunda dan ayahnya dengan malas seperti tengah memikul beban yang teramat berat di pundanya.


"Le" panggil tuan James.


"Hem"


"Nak Ethan gak di ajak turun" James mengulangi pertanyaannya dengan senyum mereka.


"Ayah sama bunda sadar gak sih, bisa-bisanya kalian nyuruh cowok masuk kamar Leona bahkan tidur di samping Leona!"


Bukannya marah orang tua Leona justru terkekeh dengan tatapan menggoda sekaan tengah mengisyaratkah “ciee tidur berdua”

__ADS_1


“Good Morning semua!” sapaan riang itu di sambut dengan hangat oleh James dan Laras tapi tidak dengan Leona yang semakin bermuka masam.


“morning to boy!”


“Morning mantu bunda yang tampan tiada dua”


“mau sarapan apa? Bunda siapin” ucap Laras di balas gelengan pelan dari Ethan.


“gak usah Bunda, Ethan maunya tante cantik yang siapin”


“iya bun, suruh Le aja yang siapin anggap aja lagi geladi bersih sebagai istri yang baik” celetuk James yang di respons dua jempol dari Ethan.


“ogah!”


“Eh tante cantik mau ke mana!” tanya Ethan meliat Leona kembali menaiki tangga menuju kamarnya.


“pergi ke mana aja asal gak ketemu sama makhluk astral kek lo” jawab Leona dengan berteriak.


“Hahahaha”


“Jadi apa rencana kamu setelah lulus?” tanya James di sela-sela menikmati sarapannya.


“ini baru masuk semester dua butuh waktu empat sampai lima bulan lagi buat lulus. Ayah sama bunda tenang aja, kalau untuk memenuhi kebutuhan Leona udah lebih dari cukup, bukan dari harta papa apalagi bisnis mama.” Jawab Pemuda berseragam SMA yang di keluarkan itu dengan mantap.


“Ayah dan Bunda tidak pernah meragukan kamu. Kamu bisa memulai usaha kecil-kecilan sebelum kamu menguasai Everett grup”


“tentu”


“Ayah sudah tidak sabar menyaksikan pernikahan kalian, agar cepat dapat cucu iyakan bun” ucap James di angguki Lars dengan sangat antusias.


“ayah tenang aja kalau masalah cucu bisa kita bicarakan baik-baik, prosesnya buatnya sih mudah yang susah itu menaklukkan hati Leona” jawab Ethan menanggapi dengan nyengingir tampan.


BERSAMBUNG!!!


NEXT OR STOP?

__ADS_1


__ADS_2