
HAPPY READING ALL....
***
"Cari apa kak?" Tanya salah satu karyawan supermarket. Pasalnya sudah sedari tadi ia memperhatikan Ethan berdiri dengan raut wajah penuh kebingungan.
"Mau saya bantu kak?" Ulangnya yang tidak mendapat respons dari Ethan.
Ethan berdeham singkat, mulutnya terasa kelu dan berat. Pemuda itu tersenyum kikuk memperlihatkan barisan gigi putih nan rapinya.
"Saya mau cari pembalut cewek umur 26 tahun sama kirana" ucap Ethan dengan cepat menghiraukan semua rasa malunya.
Mendengar penuturan pemuda tampan bermata hazel itu otomatis para pengunjung dan kasir tertawa terbahak-bahak, apa katanya pembalut umur 26 tahun? Kirana? Hey apa kah pemuda ini tengah melawak. Lucu sekali pikir mereka.
"Mungkin yang kakak maksud Kiranti, dan untuk pembalut itu semua usia kak. Jadi mau ambil yang bersayap atau yang biasa saja kak?"
Sumpah demi apa pun Ethan ingin menjerit, lihatlah orang-orang tengah menatap dirinya penuh keheranan dan ya hampir semuanya tengah berusaha menahan tawa yang siap meledak.
"Mau kirana, Kiranti atau apa lah itu gue gak peduli. Ambil sepuluh botol sama pembalutnya sepuluh bungkus yang biasa, sepuluh bungkus yang bersayap biar dia terbang sekalian." kesal Ethan menarik rambutnya frustrasi.
Setelah lima belas menit berlalu barulah Ethan kembali dengan dua kantong keresek besar di tangannya. Leona, gadis cantik berambut pirang itu hanya menatap Ethan penuh kebingungan.
"Kamu borong semuanya?"
"Hem, tunggu di sini dulu. Aku belum beli CD-nya" ucap Ethan kembali meninggalkan Leona dengan muka masam yang tentunya harus kembali pemuda itu perlihatkan.
"Ini yang pertama dan terakhir kalinya aku melakukan hal memalukan seperti ini" gumam Ethan menatap tokoh pakaian dalam yang sudah berada di depan matanya.
"Fighting!"
__ADS_1
Lagi-lagi tatapan heran bercampur gemas menyambut kedatangan Ethan. Pemuda itu tidak peduli, tujuannya hanya satu membeli ****** ***** untuk Leona secepatnya. Ethan cukup tau perut gadis itu pasti tengah terasa begitu sakit dan tentunya tidak nyaman.
"Satu set pakaian dalam wanita” ucap Ethan datar berusaha menutupi rasa malunya.
"Ukurannya mas?"
Ups!!! Bodoh!!!! Bodoh!!!
Kenapa ia lupa menanyakannya dengan Leona, ponsel? Sial!!! Ponsel Ethan tertinggal di dalam mobil.
"Kak ukurannya?"
"Em, sebentar ya mbak" pamit Ethan melangkahkan kakinya menuju wanita yang tengah memilih lingear bersama ibu-ibu yang lainnya.
"Permisi mbak" panggil Ethan ragu-ragu.
"Ukuran mbak berapa?"
Mendengar penuturan Ethan yang terkesan ambigu otomatis para wanita itu memberikan tatapan tajam, seakan siap menerkam Ethan dengan buas.
“Kakak Perempuan saya baru saja melahirkan di rumah sakit, jadi say di suruh kakak ipar saya membelikan pakaian dalam untuk istrinya iya istrinya. Saya rasa ukuran tubuh mbak sama seperti ukuran kakak saya” gugup Ethan dengan sengaja berbohong,
sebelum ia semakin di tatap penuh keheranan lagi.
***
“kamar mandinya ada di situ, kamu ganti aja dulu” ucap Ethan menaruh kantung kereseknya di atas sofa dengan muka yang terlihat masih di tekuk.
“iya”
__ADS_1
Melihat Leona yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, Ethan bergegas keluar menuju dapur untuk sekadar membuat teh hangat.
Lima menit berlalu Ethan kembali dengan secangkir teh hangat, Leona? Gadis cantik berperawakan imut itu tengah tengkurap dengan tangan yang terlihat meremas-remes perutnya.
“masih sakit?” tanya Ethan duduk di pinggiran kasur.
“Minum teh hangat dulu biar mendingan” ucap Ethan lagi yang masih tidak di sahuti Leona.
“Kirantinya di minum? Tadi aku udah beli”
“kamu bisa diam gak sih!! Perut aku makin sakit!!! Kiranti-kiranti aku gak minum itu!! Aku juga gak minta beliin”
“oke Sabar, sabar Gue ganteng gue harus sabar” gumam Ethan mengelus dadanya.
Dengan gerakan pelan Ethan ikut merebahkan dirinya di samping Leona, di balikkannya badan gadis itu menghadap dirinya lalu tangan besarnya bergerak menyibak kaos gadis itu sehingga memperlihatkan bagian perut ratanya.
“Kamu ngapain sih sana pergi jangan ganggu” ucap Leona masih dengan nada naik satu oktaf. Badan gadis itu juga ikut bergerak kembali membelakangi Ethan.
Tidak ada jawaban dari mulut Ethan, tangannya kembali bergerak menyentuh perut datar Leona sehingga sedetik kemudian menjadi elusan dan sesekali memijak bagian pinggang Leona.
“masih sakit?” tanya Ethan tanpa menghentikan gerakan tangannya.
“Lumayan, Elusin lagi”
“Iya, jangan galak-galak nanti aku makin suka” jawab Ethan mengendus leher jenjang Leona.
BERSAMBUNG!
BANTU PROMOSI YA BIAR MAKIN SEMANGAT UPNYA HEHEHE
__ADS_1