
HAPPY READING ALL
.
.
.
.
.
Demi apa pun jika tidak mengingat wanita setengah abad di hadapannya ini adalah calon mertuanya, mama Ethan. Sudah dari tadi Leona meninggalkan tempat yang menurutnya membosankan ini.
"Gaun yang tadi bagus banget lho apalagi kalau anak mama yang cantik ini yang pakai pasti Ethan akan semakin terpesona, dan semakin jatuh cinta" ucap Yulia membuka pembicaraan sebelum makanan yang mereka pesan datang.
"Setelah ini kita ke tokoh XXX, mama dengar di sana ada menjual aneka desain berlian yang cukup terkenal. Sebenarnya mama pernah beli kalung di sana tapi tidak banyak jadi mama belum puas!" Sambungnya membuat Leona menahan rasa malas yang ah sudahlah dia tidak mungkin menolak bukan?
Rasanya tidak enak dan sedikit tidak sopan menolak ajakan calon mertua sebaik Yulia.
"Mah, kita sudah berbelanja cukup banyak hari ini"
"Tapi..."
Belum sempat Yulia menyelesaikan ucapannya suara telepon Leona berdering tanda ada yang menelepon.
"Mio amore, Ethan?" Tanya Yulia melirik sekilas.
"Iya mah"
"Halo!"
"Kamu sama mama di mana?" Tanya Ethan di seberang sana dengan nada yang terdengar merengek.
"Di restoran deket kantor papa!"
"Cepat pulang aku kangen, lama banget nemenin mama arisan aja lima jam"
__ADS_1
"Iya sebentar lagi pulang, aku tutup ya bye!" Ucap Leona mematikan teleponnya secara sepihak.
Jika sambungan teleponnya tidak di matikan dengan cepat Leona yakin akan ada drama dan banyak ocehan dari Ethan yang semakin akan membuat dirinya malas dan kebingungan untuk menjawab banyaknya rentetan pertanyaan Ethan.
"Ya udah kita makan dulu setelah ini pulang, ke tokoh XXX nya lain kali aja. Mama takut di amuk Ethan" tuturnya di akhiri kekehan.
Tidak ada jawaban dari Leona hanya senyum penuh kelegaan yang menghiasi wajah cantiknya, lima jam sudah ia habiskan untuk arisan, pergi ke butik gaun langganan Yulia padahal dirinya sendiri punya butik, lalu lanjut ke tokoh perhiasan dan berakhir di restoran tempatnya saat ini.
Betisnya sedikit pegal dengan tubuh yang lumayan lemas, Leona ingin cepat-cepat pulang lalu merebahkan tubuhnya di kasur yang nyaman.
***
"Mama culik ke mana calon istriku seharian ini!" Ucap Ethan setelah Leona dan Yulia pulang dengan beberapa pelayan yang membawa banyak paper bag di belakangnya.
"Kamu kek gak tau kebiasaan perempuan aja, hari ini mama sama Leona bersenang-senang iya kan sayang?" Tanya Yulia di balas anggukan kecil dari Leona.
Di lihatnya jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangannya, jam 16. 39 WIB. Astaga Leone benar-benar menghabiskan harinya dengan keluarga Everett.
Ini hari yang cukup melelahkan dan sedikit merugikan waktu Leona untuk mendesain banyaknya pesanan para wanita sosialita di butiknya.
"Nak, istirahat lah dulu. Papa sudah mengabari ayah dan bundamu" celetuk tuan Vincent merangkul istrinya dari samping.
Ceklet
Setelah pintu kamar berbau mint itu terbuka Leona langsung menghempaskan tubuh rampingnya.
"Ini sangat nyaman" lirih Leona membuat Ethan terkekeh pelan.
"Mama pasti ngajak kamu ke sana ke mari kan?"
"Hem"
"Mama emang gitu, apa lagi kalau urusan belanja terkuras sudah uang papa" ucapnya lagi ikut duduk di pinggiran kasur tempat Leona berbaring.
"Gak mau mandi dulu?" Tanya Ethan lagi sambil mengelus rambut panjang pirang bergelombang Leona yang tergerai.
"Nanti aja pas di rumah, aku juga gak bawa baju ganti"
__ADS_1
"Mandi dulu gih masalah baju aman, ayah sama bunda juga mau ke sini nanti malam"
Mendengar penuturan Ethan Leona mendengus malas, ayolah dirinya ingin istirahat sebentar jika ayah dan bundanya kemari sudah di pastikan akan banyak pembahasan.
"Istirahat 30 menit habis itu mandi" ucap Ethan kembali mengelus rambut Leona sayang.
"Bee" panggil Leona sambil bergerak memutar badannya mencari posisi yang nyaman dengan meletakkan kepalanya di pangkuan Ethan.
"Elusin lagi"
"Dengan senang hati baby, tumben manja" kekeh Ethan sedikit menoel pipi tirus Leona.
"Emang gak boleh?"
"Apa si yang enggak boleh buat kamu" jawab Ethan mantap membuat Leona tersenyum senang.
Hening...
Ethan masih mengelus kepala Leona, sedangkan gadis itu memejamkan matanya namun tidak tertidur.
"Aku mau nanya sama kamu" ucap Ethan kembali membuka pembicaraan.
"Hem"
"Kamu udah lama kenal sama Dave Sanjaya?"
"Dave Sanjaya? Maksud kamu yang tadi siang aku kenalin ke kamu?" Tanya Leona balik membuka matanya di angguki Ethan dengan cepat.
"Belum lama si kira-kira baru dua bulan, kenapa?"
"Gak apa-apa"
"Kamu takut kalah ganteng ya?" Goda Leona menaik turunkan alisnya.
"Dia itu macho lho apalagi gaya rambutnya yang gondrong" sambung Leona membuat Ethan mendengus kesal.
"Percuma ganteng kalau makan cewek yang bayar" jawab Ethan talak membuat Leona tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
NEXT OR STOP?