
HAPPY READING ALL
.
.
.
.
Prang....
Suara botol minuman yang sengaja di lemparkan berhamburan di bagian sudut ruangan bertema hitam putih itu. Di atas meja juga ada beberapa botol minuman yang masih berisi dengan isinya yang berceceran karena tidak sengaja tertumpah, bau menyengat khas alkohol mendominansi dengan deru nafas memburu sang pemilik ruangan.
Tatapan nanar pria gondrong terlihat macho itu menyiratkan kekecewaan, di ambilnya lagi botol minuman memabukkan itu lalu di minumnya dengan sebagian yang kembali berceceran membasahi leher jenjangnya yang bertato kecil.
"Sialan.... dasar tidak berguna!!!" Teriaknya menatap beberapa pria keker berkepala botak yang berdiri tidak jauh dari tempat dirinya duduk dengan kepala menunduk.
Prang...
Lagi-lagi botol minuman yang ia pegang kembali ia lemparkan dengan beringas.
"Pergi!!!! Gue bilang pergi dasar manusia tidak berotak! Tidak berguna!!" Teriaknya lagi yang hendak meraih pas bunga untuk kembali ia lemparkan.
Sungguh efek kekecewaan yang berlebihan itu terlalu mengerikan...
__ADS_1
"Permisi tuan" ucap mereka serentak, menundukkan badan 90° lalu pergi dari ruangan yang membuat kepala dan pikiran mereka pusing bukan main.
Langkah kaki sedikit sempoyongan yang hampir tidak kuat menahan beban tubuh dirinya sendiri itu perlahan mendekati pajangan foto besar gadis yang menjadi ambisi dan obsesi dirinya.
"you are only mine!" Kekehnya mengecup foto gadis cantik itu mesra.
Ada rasa yang sulit ia jabarkan saat mengecup foto besar itu, ah ini baru foto bagaimana jika dengan orangnya langsung? Pasti menyenangkan bukan?
"My love, nona Leona Graham hahaha aku pastikan sebentar lagi kamu akan menjadi nyonya muda Dave Sanjaya" sambungnya kembali menciumi foto cantik Leona.
"Baby, come hare!!!! Kamu milikku bajingan kecil itu tidak pantas bersanding denganmu"
Bak orang mabuk kepayang pemuda yang tak lain adalah Dave itu kembali berjalan sempoyongan lalu mendudukkan dirinya di atas sofa dengan keras.
Di sisi lain tepatnya di ruang rahasia keluarga Everett, Ethan tengah duduk bersila dengan jemarinya yang mengetuk ngetuk meja.
"Simon!" Panggilnya dengan nada datar.
"15 menit!" Titah Ethan
Sungguh jika bisa berkata jujur Simon paling malas harus berurusan dengan anak dari tuannya ini, terlalu sering memerintah dengan waktu yang sedikit membuat dirinya kelimpungan.
"10 Menit lagi!" Serkas Ethan membuat jemari kekar Simon semakin cepat mengetik di papan tik yang terlihat kuno itu.
Tak..tak...tak...
__ADS_1
Suara kaki Ethan yang sengaja di hentakkan membuat senyum tertahan bercampur kesal menghiasi wajah tampannya, oh ayolah Young master Everett mencari data seseorang yang cukup berpengaruh bukan lah perkara muda.
"Ini tuan"
"Yakin lengkap semua?"
"Yakin tuan" jawab Simon mantap.
"Dia pemilik Sanjaya grup? Cih apa bagusnya perusahaan tua yang tidak menarik itu, mungkin sebentar lagi akan gulung tikar" cibir Ethan masih mengamati beberapa data diri Dave.
"Son, jangan selalu menganggap musuh itu lemah. Sanjaya grup ada 3 langkah di belakang kita, papa cukup tau kegigihan pemuda gondrong itu" celetuk Tuan Vincent yang sedari tadi diam.
"Dan ya tidak ada orang biasa saja yang bisa menyembunyikan data dirinya sedetail Dave" sambung Simon.
"Cih kalian membelanya"
"Tidak tuan muda / iya" jawab Simon dan Tuan Vincent secara bersamaan.
"Ck sial!"
"Kamu sudah 20 tahun, sudah saatnya kamu berhenti bermain-main" ucap Tuan Vincent menepuk pundak Ethan.
"Hey si tua, sejak dua tahun yang lalu otak ku ini mengeras, dasar tidak berotak jika bukan karena desakan kalian aku mungkin sudah menghamil gadis ku dari dua tahun yang lalu. Tapi nyatanya aku harus pergi ke Spanyol dengan iming-iming restu" jawab Ethan enteng yang berhasil mendapatkan pukulan sedikit keras dari tuan Vincent.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA DM AUTHOR UNTUK INFO SELANJUTNYA HIHI