
HAPPY READING ALL....
***
"Gimana bisa?" Ulang Agatha menatap Leona yang tengah sibuk menggambar desain gaun pesanan pelanggannya.
"Ini kesempatan bagus buat lo narik pelanggan jauh lebih banyak lagi. Gue tau sih lo udah lebih dari kata sukses tapi apa salahnya cari pengalaman baru sebelum lo married sama dedek emes" sambung Agatha menekan kata dedek yang terkesan di buat-buat.
"Hem"
"Bisa gak sih jangan hem hem hem doang lo bukan Nisa sabyan!"
"Terus gue harus bilang wow gitu?" Ledek Leona membereskan banyak pensil warna di meja kerjanya.
"Ya gak gitu juga, senggaknya lo beri respons yang bikin gue seneng kek. Bukan cuman hem"
Dengan gerakan Elegan Leona beranjak duduk di samping Agatha lalu mengambil alih laptop yang tengah gadis putih pucat itu pangku.
"Spanyol?" Tanya Leona di angguki Agatha dengan sangat antusias.
"Gue gak bisa ikut, besok lusa gue ada pelatihan model di belanda dan seperti yang ada di pikiran lo semua desain butik gue masuk kriteria" jelas Leona menyerahkan laptop Agatha.
"Belanda are you serius?"
__ADS_1
"Yang gue dengar Naine jadi ambasadornya" jawab Leona mengikat rambut pirangnya.
"Ya udah gue balik duluan mau jemput Ethan ke sekolah, Hari ini bunda ngotot banget pingin ketemu sama dia" ucap Leona dengan tangannya yang masih sibuk mengikat rambutnya.
"Yang katanya gak mungkin suka sama berondong kok sekarang mau di suruh jemput, ke sekolahnya lagi" sindir Agatha menautkan alisnya.
"Bodoh amat gue gak peduli. See you Agatha!!" Ucap Leona meninggalkan Agatha yang masih setia di ruangannya.
Kurang lebih 30 menit Leona tiba di depan gerbang SMA cahaya, jika bukan karena macetnya ibu kota dalam waktu 10 menit Leona sudah tiba di SMA cahaya sejak tadi.
Setelah memastikan penampilannya rapi dan terkesan sopan Leona keluar dari mobil merah mengkilap miliknya, banyak pasang mata menatap dirinya penuh kekaguman dan tentunya rasa iri melihat wajah cantik, kulit sawo matang dengan mata Hazel yang terlihat meneduhkan.
"Sayang!" Panggilan bersuara lantang yang terdengar di telinga Leona membuat gadis itu tersenyum simpul.
"Udah lama nunggu nya?" Tanya Ethan yang seperti biasa mengulurkan telapak tangannya di hadapan wajah Leona.
"Yang mau halal kalau ketemu pakek acara cium tangan nih ye!" Sindir Nolan membuat pipi Leona sedikit memerah.
"Ayo pulang, di sini banyak buaya" ajak Ethan menggandeng tangan Leona.
"Boys kita duluan ya" pamit Leona setengah berteriak di angguki Kai, Daniel dan Nolan secara bersamaan.
"Heart-heart friend!" Ucap Daniel melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Heart-heart?" Beo Nolan dan Kai secara bersamaan.
"Hati-hati kawan"
Mendengar penuturan Daniel dengan muka polosnya, Kai dan Nolan serentak menyentil kening pemuda itu.
"Gak gitu konsepnya bego!"
***
“Langsung ke rumah Bunda aja” ucap Leona setelah Ethan duduk di kursi kemudi.
“oh iya motor kamu gimana? Di tinggal?” sambungnya.
“iya kita langsung ke rumah bunda, masalah motor gampang gak usah di pikirin” jawab Ethan menggenggam tangan Leona dengan sebelah tangannya.
Hening sesaat...
“kamu penyihir ya?” ucap Ethan membuka obrolan dengan gombalan.
“penyihir?”
“soalnya pas kenal kamu, aku cuman bisa mikirin kamu doang” sambung Ethan di sertai kekehan pelan.
__ADS_1
Entahlah ada rasa nyaman dan senang ketika Ethan memberikan gombalan-gombalan pada Leona, Ethan tidak seperti pria pada cerita fiksi pemuda itu memiliki magnet sendiri dan pesona tersendiri yang tidak di miliki pria lain.
BERSAMBUNG!!!!