
HAPPY READING ALL
.
.
.
Malam pelepasan status lajang Ethan dan Leona sudah tiba, sungguh penampilan mereka yang duduk manis di kursi panjang khusus itu benar-benar tidak bosan untuk di pandang.
Ini bukan acara besar-besaran hanya acara sederhana menurut keluarga Everett mungkin hanya ada 600 teman Ethan dan Leona yang datang. Tidak banyak bukan?
Dres hitam simpel namun elegan begitu cocok di padukan dengan kulit putih bersih Leona dan semakin anggun saat gadis yang hendak 29 tahun itu mengurai rambut pirangnya.
Sedangkan Ethan, pemuda tampan itu tampil sederhana dengan kemeja hitam di padukan dengan celana kain putih tidak lupa rambut kelimis yang membuatnya terlihat dewasa nan cool.
“Selamat mas broooo!!” heboh Nolan menyalami Ethan ala pria tidak lupa memberikan tepukan cukup keras di punggung pemuda itu.
“demi lo Brother gue rela pulang ke Jakarta” sambungnya
“hukumnya wajib. Ini hari bahagia gue ya kali lo pada gak datang” jawab Ethan menunjuk ketiga temannya itu.
“Selamat nona manis” ucap Nolan tidak lupa dengan sengaja mencium tangan kanan Leona.
__ADS_1
Puk...
“Ganjen banget jadi manusia” sikut Daniel membuat Nolan mengarahkan dua jari kepada Ethan.
“udah sana pergi masih banyak tamu lain yang mesti mereka jabat” ajak Kai di angguki Daniel dan Nolan tidak lupa memberikan tos persahabatan mereka untuk Ethan.
Jika mereka tengah tertawa bahagia, berbanding balik dengan sosok pria dan gadis cantik bermata tajam yang tengah mendengus kesal di bagian pojok ruangan.
“mereka sudah bahagia. Lihatlah bahkan gadis yang kau puja-puja mati itu sama sekali tidak melirik dirimu” ucapnya di sertai senyum yang begitu tertara penuh kekecewaan.
“tutup mulut tidak berguna mu itu sebelum aku robek sampai hancur!”
“Dave terimalah kenyataan Leona hanya milik Ethan!!!” sentaknya penuh penekanan.
“Biarkan pemuda bodoh itu bahagia hari ini, besok akan ada kejutan yang akan membuat seluruh dunia tau bahwa gadis berdres hitam itu hanya milikku!”
***
“Ehem..ehem..”
Dengan sengaja Nara berdehem cukup keras yang berhasil membuat perhatian Ethan dan Leona teralih.
“hai” sapanya mencoba tersenyum
__ADS_1
“selamat ya, gue turut senang” ucapnya lagi sambil menjabat tangan Leona.
Sedangkan Ethan menatap Nara penuh tandanya, tidak biasanya gadis berambut hitam di hadapannya itu bertingkah baik dan sopan. Ada yang tidak beres begitu pikir Ethan.
“Selamat ya, gue nyerah buat dapetin lo. Ternyata perjuangan gue selama hampir 4 tahun masih gak ada apa-apanya di mata lo”
“Sorry, hati gue cuman buat Leona. Mau sampai 500 tahun pun lo cari perhatian sama gue itu juga gak bakal ngubah fakta kalau gue cuman mau Leona” jawab Ethan menatap Leona dengan tatapan dalam penuh cinta yang tanpa sadar membuat goresan cukup tajam di dada Nara.
“Iya gue paham, dan gue sadar di__”
“Nara” panggil Leona menghentikan ucapan Nara yang terdengar bergetar.
“lo itu cantik, sebenarnya banyak yang suka sama lo, tapi lo sendiri yang menutup semuanya hanya untuk orang yang jelas-jelas gak pernah ngelirik lo sama sekali. Kodrat perempuan itu dikejar bukan mengejar”
“Iya gue tau” jawabnya cepat meninggalkan Ethan dan Leona dengan rasa yang semakin sakit.
“dia nangis” beo Leona menatap Ethan yang juga tengah menatap dirinya.
“Bukan urusan kita” dengan Entengnya mulut Ethan berucap begitu.
“dia nangisin kamu dasar buaya. Kamu suka tepe-tepe ya? Ngaku”
“enggak yang tapi mau gimana lagi ini bukti nyata dari akibat terlalu ganteng” jawabnya pede sambil menangkup wajah cantik Leona.
__ADS_1
“aku akan menyinari hari-hari kamu, membuat kamu layaknya matahari dan menyelimuti kehidupan kita dengan penuh kebahagiaan”
BERSAMBUNG..