
HAPPY READING ALL....
***
Suara deru motor digas secara paksa begitu mengusik telinga, belum lagi ban yang sengaja di bakar di tengah- tengah jalan semakin membuat tempat perkumpulan para pemuda itu terlihat menyeramkan.
Bau asap yang mengusik indra penciuman bercampur asap rokok dengan para gadis berbaju kurang bahan sudah menjadi ciri khas jika akan di adakan balapan liar atau yang lebih di kenal dengan istilah bali.
"Gue sama Malik tetap diposisi depan, kalian berdua langsung jalan aja di bagian belakang sepuluh menit lagi balapannya akan di mulai" tutur Kai dengan sorot mata tajam.
"Doa ‘in gue menang" ucap Ethan di angguki Kai, Daniel, Nolan, dan Malik secara bersamaan. Lalu kelima pemuda itu melakukan tos persahabatan mereka sebelum berpisah seperti rencana mereka beberapa saat yang lalu.
"Thanks Brother, kalau gak ada kalian gue sama Zain gak tau mau ngadu sama siapa lagi" tutur Malik sebelum Ethan memasang helm hitamnya.
Malik, pemuda berdarah betawi itu cukup cekatan dengan sedikit kepolosan yang melekat pada dirinya. Meski terlahir sebagai anak jalanan, Ethan dan ketiga temannya tidak sungkan atau merasa tidak setara dengan dirinya. Terbukti dari pertamanan yang mereka jalin beberapa tahun terakhir.
BRUMM BRUM BRUEEMM
Suara knalpot motor bersahut- sahutan, tampak beberapa motor besar tengah berbaris rapi di belakang garis start. Yang menjadi pemimpin adalah motor Merah milik Ethan dan motor biru milik Satya, terlihat kedua pemuda itu saling memberikan tatapan sinis sebelum helm full hitam mereka tertutup.
Tak lama datang seorang gadis berpakaian seksi yang hampir memperlihatkan semua lekuk tubuhnya dengan bendera kecil ditangan kanannya berdiri di depan garis star yang akan digunakan untuk area balap liat malam ini.
"ARE YOU READY!" Teriak gadis itu dengan suara nyaring seraya mengangkat tinggi-tinggi bendera kecil ditangannya agar terlihat oleh para peserta balap lainnya.
"1...2...3... GO!" Teriaknya lagi sambil menghempaskan bendera yang dipegangnya.
Setelah teriakan itu, dengan membabi buta semua motor besar para pemuda labil itu melaju dengan kecepatan tinggi, salib menyalib yang menyebabkan salah satu dari mereka keluar area balap sudah biasa terjadi bahkan ada yang mengalami kritis karena kecelakaan dan yang lebih parahnya meninggal.
"Satyaa..."
"Bos Satyaa"
__ADS_1
"ETHAN!! Ethan!!"
"Yehaaaaa"
Teriakan para kubu semakin menjadi jadi tak kalah melihat Ethan dan Satya yang semakin buas memacu kecepatan motor sport mereka.
Sedangkan di bagian ujung tepatnya di tikungan tajam Daniel dan Malik tengah bersembunyi dibalik pohon besar dengan beberapa petasan yang akan mereka hidup kan 5 meter dari tempat Ethan lalui nanti, benar kata Kai di pertandingan ini Satya pasti akan berbuat curang terbukti dari oli yang sengaja ditumpahkan.
"Gak nyangka gue Satya senekat ini" ucap Malik sambil mengeluarkan korek dikantong celananya.
"Namanya juga udah dendam kesumat segala cara dihalalin" timpal Daniel dengan nada yang terdengar sinis.
Setelah dirasa semua siap Malik dan Daniel kembali memfokuskan pandangan ke area balap, tampak Satya dan Ethan kembali salib menyalip tak ada yang mau mengalah, jika Ethan berada di depan maka Satya memacu kecepatan motor sampai bunyinya begitu keras memekak telinga.
"Kali ini lu bakalan kalah dan jadi babu gue!" Ucap Satya dengan menunjukkan jari tengahnya kearah Ethan.
Sedangkan Ethan hanya tersenyum menyeringai lalu memelankan laju motornya dengan tatapan sinis, sehingga tertinggal jauh oleh Satya.
Cittttt
"Than lo langsung belok aja di persimpangan nanti, soalnya di area balap udah dipasang jebakan sama Satya" peringat Daniel menghampiri Ethan dengan suara yang terdengar ngos ngosan.
"Oke "
Ethan kembali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju gang sempit yang diarahkan Daniel hingga tak banyak memakan waktu dia sudah menyusul Satya yang tengah bersorak kemenangan.
Hingga....
Cittttt
Ban motor Ethan jauh lebih dulu menyentuh garis Finis.
__ADS_1
"Udah gue bilang lo gak bakal pernah menang dari gue" ucap Ethan dengan nada mengejek.
"Ck sial"
"Gue tunggu pundi-pundi rupiah lo masuk ke dalam rekening gue" ucap Ethan lagi lalu meninggalkan area balap menuju tempat Kai dan Nolan tengah berdiri.
"Selamat mas bro" ucap Nolan sambil menepuk pundak Ethan ala pria.
"Beli Amer!!!" Pekik Daniel dan Malik yang baru saja tiba setelah memastikan jejak petasan yang mereka nyalakan hilang.
"Ethan selamat ya" celetuk Nara yang entah sejak kapan ada di sana.
"Ehem"
"Gimana kalau gue traktir buat kemenangan genk kalian malam ini?" Tawar gadis berambut sebahu itu.
"Lo gak punya teman apa gak punya urat malu sih? Atau gak punya keduanya?" Sindir Kai yang sedari tadi diam dengan tatapan jengah.
"Lo kenapa sih tiap ngomong sama gue savage banget, mentang mentang lo ganteng ketua genk ini lu bisa seenak jidad gitu sama gue"
"Karana kita semua muak sama lo, kita Ilifil sama sikap lo yang keganjenan" lagi lagi kalimat pedas yang keluar dari mulut Kai.
Bukan, bukan maksud Kai melukai perasaan Nara ia hanya tidak rela melihat gadis yang ia sukai dalam diam itu semakin hari semakin jauh dari kata baik.
"Terserah lo deh, gue juga gak butuh pendapat lo tentang kehidupan gue, gue cuman butuh Ethan!" Pekik Nara
"Mau lo pamer paha, pamer belahan sampe lo pamer selengkangan buat narik perhatian gue, gue bakal tertarik sama lo. Di sini di bagian ini udah ada nama orang yang gue suka” ucap Ethan menunjuk bagian dadanya
"Gue mau gadis baik baik buat jadi teman hidup gue nanti dan yang jelas itu bukan lo yang suka keluar masuk klub, minum bir, dan pesta ***" sambung Ethan melangkahkan kakinya menuju motor miliknya.
BERSAMBUNG
__ADS_1