
HAPPY READING ALL......
***
"Seriusan?" Tanya Daniel mewakili Nolan dan Kai
Tidak ada jawaban dari Ethan, pemuda yang hendak berusia genap 19 tahun itu hanya berdehem singkat menikmati secangkir Wine tidak lupa sepotong rokok yang ia salibkan di kedua jarinya.
"Gila bro ini gila!!! Lo pada taukan gimana eyang puspa? Yakin dah gue hidup lo bakal berasa jadi tahanan" heboh Nolan menepuk pundak Ethan layaknya tengah memberikan semangat di sertai ledekan.
Eyang Puspa ketiga pemuda itu tahu betul seperti apa beliau, wanita tua yang masih bugar dengan ciri khas kebaya dan kipas di tangan keriputnya. Bukan, bukan itu masalahnya tapi sikap over disiplin, rapi dan menuntut yang membuat mereka patuh sekaligus takut dalam perasaan yang bersamaan.
"Menjaga nama baik adalah kewajiban no one" ucap Ethan singkat bergerak menaikkan kakinya ke atas meja.
"Terus tante seksi?"
"She is mine and will always be mine"
"4 tahun bukan waktu yang singkat man!" Celetuk Kai dengan tatapan meremehkan.
"Yakin bakal bisa jaga hati? Gadis negeri Matador terkenal cantik, seksi dan hot" sambung Nolan memperagakan tangannya naik turun.
"Sorry Brother gadis pribumi lebih menggoda" jawab Ethan di sertai kekehan.
"Ldr itu bakal berubah caranya tapi sayang dan cintanya tetap sama. Kalau kalian berdua bisa jaga komitmen sama saling percaya 4 tahun gak bakal terasa" ucap Daniel bijak yang mendapat dua jempol dari Ethan.
"Tumben bijak, salah minum obat lo"
__ADS_1
"Mending salah minum obat dari pada naruh rasa sama orang yang gak suka balik sama kita" jawab Daniel yang membuat Kai tersindir.
"Apa bagusnya si Nara di mata lo? Udah bad attitude, dari segi fisik juga biasa aja. Gue tau cinta itu buta tapi ya lo kira-kira suka kok sama ondel-ondel" timpal Ethan seraya menghembuskan asap rokoknya ke udara.
"Lo tuh yang buta! buka mata lo lebar-lebar buka mata batin sekalian dua semangka si Nara gede man!. Dari segi fisik gua kasih nilai 9, kalau attitude ya gue si nol besar" ucap Nolan di angguki Daniel.
"Nara itu cantik, Nara itu baik, dan Nara itu spesial kalau kalian liat dari sudut pandang tersendiri. Kadang gara-gara satu kejahatan seribu sikap baik seorang itu bakal hilang" gumam Kai
"Lo gak capek liat orang yang lo suka ngejar-ngejar sahabat lo di depan mata lo sendiri, bahkan dia dengan terang-terangan minta tolong sama lo buat bisa jadian sama Ethan"
"Gak muda buat bilang enggak sama orang ya lo suka" jawab Kai di sertai senyum simpul yang membuat Ethan, Daniel dan Nolan ikut tersenyum kikuk.
Hening ke empat pemuda tampan itu sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Mas, ini pesanannya udah siap" ucap salah satu pegawai restoran Daniel dengan badan yang menunduk.
"Oh oke, thanks lo bisa keluar"
"Hem, thanks buat kuenya" jawab Ethan menunjuk bungkusan kue coklat di tangan kanannya.
***
"Bunda jadi Ngerepotin kamu lho" ucap Sarah
"Gak Ngerepotin kok bunda. Apa pun yang bunda, mama sama Leona mau pasti aku usaha in"
"Sweet banget si calon mantu. Makasih lho kuenya"
__ADS_1
Setelah menyerahkan kuenya ke Sarah dengan sedikit basa basi Ethan beranjak menuju kamar Leona, langkah Ethan sedikit lambat, pikirannya tengah berkecamuk bagaimana ia memulai cerita untuk tujuannya berkuliah di Spanyol.
"Eh" kaget Leona saat Ethan memeluknya dari belakang.
"Kenapa?" Tanyanya melihat guratan bingung di wajah tampan Ethan.
"Mau ngecas dulu sama ayang" ucap Ethan menggendong Leona ke tempat tidur lalu memposisikan gadis itu duduk di kakinya yang bersila.
"Kok kamu makin cantik si kan aku jadi makin cinta, kamu semakin cantik semakin banyak juga pria yang terpesona sama kamu"
"Aku gak suka terlalu cantik. Aku cuman mau seperti Layla yang wajahnya biasa saja namun begitu di cintai Qais dengan sangat tulus" jawab Leona meletakkan kepalanya di dada bidang Ethan yang terbalut kemeja hitam.
"Hem, Layla wanita yang biasa saja dan berkulit gelap. Entah apa yang di miliki Layla sehingga Qais begitu tergila-gila. Aku akan berusaha menjadi Qais yang mencintai wanitanya dengan tulus agar kamu benar-benar merasa di cintai" ucap Ethan mengelus surai Leona yang tergerai indah.
"Kamu adalah euforia dikala daku sedang duka" lirih Ethan membuat Leona mengangkat wajahnya.
Tangan putih mulus Leona yang berkutek merah itu bergerak menangkup wajah Ethan, lalu menelusuri pahatan wajah tampan itu sehingga membuat Ethan memejamkan matanya.
"Are you okay?" Tanya Leona hati-hati.
Oh ayolah Leona bukan remaja yang baru beranjak dewasa, gadis bercelana ketat sepaha itu jelas tau arti di balik kalimat euforia yang Ethan ucapkan.
"Im okey"
"Really?"
"Sure!" Jawab Ethan singkat kembali membenamkan wajah Leona di dekapan hangatnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG!
NEXT OR STOP?