Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
S2. Eps 60


__ADS_3

HAPPY READING ALL


.


.


.


.


.


“Leona, Leona Graham shitt. Kamu benar-benar membuatku panas dingin” racau Dave beranjak dari atas kasur meninggalkan Leona yang terisak dengan dres yang hampir melorot memperlihatkan bagian atas tubuh sintalnya.


“Sebaiknya aku minum dulu agar semakin buas memangsa angsa putih secantik dirimu” sambungnya mengeluarkan banyak minuman beralkohol dari dalam lemari tak jauh dari tempat Leona berbaring.


Sakit, takut dan marah menyelimuti perasaan Leona. Dirinya merasa kotor ya meskipun Dave belum sempat menggagahi dirinya, hanya saja jejak tangan Dave saat mengelus paha dan leher janjangnya terasa sangat menjijikkan.


Nafas Leona memburu, mulutnya terasa kelu dan dadanya ikut semakin sesak sebelum sesaat kegelapan menyelimuti dirinya.


Leona tidak sadarkan diri...


Prank...


Dave menghempaskan botol minumannya ke sembarang arah, lalu beranjak kembali mendekati Leona.


Di tatapnya gadis cantik dengan penampilan acak-acakan itu dalam-dalam. Lalu di elusnya bagian pipi yang tadi sempat ia sakiti bahkan kini pipi putih itu terlihat memerah.


“Kamu cantik, cantik sekali” gumamnya sambil bergerak melepas kemeja yang membalut tubuh besarnya.


“akan ku jadikan kamu satu-satunya wanitaku hahaha” Teriaknya hendak melorotkan dres Leona.


Dor...


Satu tembakan tiba-tiba mengenai lengan Dave.

__ADS_1


“BRENGSEK!! BIADAB MANUSIA CABUL” Teriak pemuda tampan yang tidak lain adalah Ethan.


Wajah Ethan memerah tanda pemuda itu benar-benar marah, sakit sekali rasanya melihat sosok yang kita cintai terbaring hampir dan hendak di lecehkan.


Ethan mengakui ia termasuk golongan pria berengsek, tapi ia bukan pria cabul yang berniat menggagahi wanita yang jelas-jelas sudah memiliki kepemilikan dan hendak di ikat dalam pernikahan.


“Welcome Ethan!! Selamat datang di kamar pengantin kami” racau Dave sambil memegangi Tembakan di lengan kanannya.


“Lihatlah aku hampir merenggut hal yang paling berharga dari Leona” sambungnya.


Dengan gerakan cepat Ethan menerjang Dave hingga pemuda gila dalam keadaan mabuk itu ambruk di lantai.


Di ambilnya selimut yang tadi di jatuhkan Dave untuk menyelimuti tubuh Leona.


“Aku pastikan si gila ini mati” desis Ethan memandang wajah sayu Leona sekilas.


Tidak akan ia biarkan Dave menghirup udara segar lagi, meski kematian berada di tangan tuhan. untuk kali ini Ethan pastikan Dave akan menjemput kematiannya jauh lebih cepat dari yang ia janjikan dengan tuhan. manusia tidak berakal yang pikirannya penuh hal-hal cabul tidak lah baik di biarkan berkeliaran di muka bumi ini.


Bruk..


Bug..


Bug..


“Bagian mana saja yang sudah kau sentuh Berengsek!” maki Ethan kembali menghunjami Dave dengan pukulan yang bertubi-tubi.


Tidak puas rasanya melihat lawan yang tengah ia serang dalam keadaan mabuk, akal sehat Ethan masih berjalan meski tengah di selimuti rasa marah yang sangat sulit untuk ia kendalikan. di injaknya bagian wajah Dave hingga pria itu berteriak keras.


"wajah tidak seberapamu tidak lah pantas memiliki rasa untuk wanitaku!!" maki Ethan menendang Dave tepat di kepala pemuda itu.


“Ethan, sebaiknya kita ke rumah sakit terlebih dahulu” teriak Nolan menghentikan kegilaan Ethan.


"Aku belum puas!"


"Stupid! bawa Leona ke rumah sakit dulu sisahnya biat kami yang urus. Nanti kau bisa menghajarnya sampai dia mati sekalipun!" Teriak Daniel menyahuti.

__ADS_1


“Bawa ke markas!” sentak Ethan.


***


"Bagaimana?" Tanya Ethan saat dokter selesai memeriksa keadaan Leona.


"Pergilah kamu tau bukan apa yang harus kamu lakukan?"


bukannya menjawab pertanyaan Ethan, dokter Silvi adik ny. Yulia mama Ethan itu justru balik bertanya.


"Ethan, Bibi tau kamu adalah sosok yang bertanggung jawab. Hasil visum Leona cukup mengkhawatirkan, ada banyak luka pukulan di pipi, bahu dan bagian perutnya. belum lagi rasa trauma yang mungkin akan menyelimuti dirinya"


Bug...


Ethan memukul dinding rumah sakit saat mendengar penuturan dokter Silvi.


"Berengsek!" makinya kembali memuluk dinding hingga kuku-kuku tangannya berdarah.


Dokter Silvi hanya tersenyum kecut melihat hal gila yang di lakukan keponakannya itu, melarang? tentu saja tidak. Tidak ada yang bisa melarang kegilaan Ethan kecuali mamanya Ny. Yulia.


"Putraku..."


Teriak Yulia yang baru saja tiba dengan air mata membanjiri wajahnya.


"Nak, jangan begini. Jangan sakiti bagian hati mama jauh lebih dalam lagi" lirihnya memeluk Ethan sampai pemuda itu melemah ikut membalas pelukanya.


"Bagaimaja keadaan menantuku?" tanya Tuan Vincte menghampiri Dokter Silvi.


"Kakak bisa lihat sendiri. Tenang lah kak semuanya akan baik-baik saja"


"Yah, putri kita" tangis Laras memeluk James.


"Bunda tenang lah dulu. putri kita pasti baik-baik saja"


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2