
HAPPY READING ALL...
***
Bau bunga lavender semerbak yang di hasilkan parfum Leona membuat perhatian tuan James dan Ethan teralihkan, dengan dres selutut berwarna hitam serta sepatu yang senada membuat penampilan Leona terlihat semakin cantik dan mempesona.
"Jalan sekarang?" Tanya Ethan mendekati Leona sambil melepaskan jaket denim yang ia pakai.
"Ayo, takutnya nanti hujan. Soalnya aku liat di luar mendung" jawab Leona di sertai senyum kecil.
"Kamu kalau di suruh ganti pasti gak mau" ucap Ethan memasangkan jaketnya ke pundak Leona yang terbuka.
Setelah berpamitan dengan tuan James dan Laras, Ethan melajukan mobilnya menuju tempat rahasia yang pastinya akan di sukai Leona.
"Kamu kenapa si dari tadi diam aja, gak kayak biasanya" ucap Ethan memecah keheningan.
"Gak apa-apa kok"
"Masih marah soal yang tadi?"
"Aku ngerti kok. Cuman 4 tahunkan? Aku di sini bakal fokus sama butik aku dan kamu di sana fokus sama kuliah kamu, tapi kalau di usia aku 30 tahun kamu belum pulang jangan salahin aku yang hangat sama pria lain"
Citt!!!
Ethan menghentikan mobilnya, memegang erat setir kemudi terlihat dari urat-urat tangannya yang menonjol keluar. Nafas pemuda itu pun turut memburu dengan tatapan tajam lurus ke depan.
"Maaf, maaf harus buat kamu menunggu" lirih Ethan tanpa menoleh.
__ADS_1
"I don't know how it will end, but for now I just want you" ucap Leona memeluk Ethan dengan suara yang terdengar semakin bergetar.
"Aku gak mau ngekang kamu tapi di sisi lain aku takut, takut kamu yang di hangatkan orang lain" sambungnya.
"Kamu gak akan pernah kehilangan aku, karena di sini udah ada nama kamu" ucap Ethan mengarahkan tangan kanan Leona ke dadanya yang tengah berdetak kencang.
"Justru harusnya aku yang takut kamu di hangatkan dan di buat nyaman orang lain, kamu cantik, seksi, sukses berattitude yang mana bibit bebet bobotnya sudah jelas bahkan di gadang-gadangkan sebagai mantu idaman"
Mendengar ucapan Ethan yang terkesan polos senyum kecil terbit di wajah cantik Leona.
***
Suasana hening dengan angin yang cukup kencang menerpa rambut panjang Leona ke sana ke mari, mata hazel dengan pandangan meneduhkan itu sejak dari tadi berdecak kagum menikmati suasana pegunungan yang masih alami dengan para buruh yang terlihat memetik daun teh di seberang sana.
Ini bukan ngadet seperti yang Leona bayangkan, tidak ada adegan layaknya divinisi ngadet pada umumnya seperti membeli gula-gula di pinggir jalan, bergandengan tangan, lalu menghabiskan waktu dengan bermesraan di taman.
"Suka?" Tanya Ethan sambil merapikan rambut Leona.
"Pake banget. Ini Villa kamu?"
"Punya papa" ralat Ethan membuat Leona tertawa terbahak-bahak.
"Mau keluar? Sekalian cari makan" tawar Ethan yang di angguki Leona dengan antusias.
"Jalan kaki?" Beo Leona saat Ethan kembali memasangkan jaket denimnya.
"Iya, bukan kah lebih asyik berjalan kaki menikmati hembusan angin pegunungan sambil bergandengan tangan dengan orang yang kita cintai"
__ADS_1
"Tidak jauh di sini ada rumah makan sederhana dengan rasa yang memanjakan lidah" sambungnya menautkan jemarinya ketangan Leona.
Bandung memiliki ratusan destinasi wisata yang keren. Mulai dari spot wisata alam, museum, hingga tempat berwisata belanja. Tapi bukan hanya karena itu saja yang membuat Bandung menjadi salah satu tujuan wisata favorit traveller.
Kulinernya yang istimewa menjadi alasan lain untuk mengunjungi kota ini. Makanan khas Bandung memang dikenal sangat variatif dan memiliki cita rasa yang tinggi. .
"Serius enak?" Tanya Leona menghentikan langkah kakinya di depan rumah makan yang lebih dominan seperti wartek biasa.
Ah tidak ada yang istimewah di sini" begitu pikir Leona
Seriuskah tuan muda bermarga Everett ini mengajaknya makan di sini?
"Ayo" ajak Ethan menarik tangan Leona masuk.
Daebak!!!!!!
Leona menarik kalimatnya beberapa waktu yang mengatakan bahwa tempat ini biasa-biasa saja.
"Jangan melihat sesuatu dari luarnya saja, sekarang duduk lah" bisik Ethan melihat tatapan penuh kagum Leona.
Dari luar terkesan biasa saja tapi saat masuk pemandangan kebun teh yang luas begitu menyejukkan mata, di padukan dengan dinding kaca yang menghadap langsung dengan rumah-rumah penduduk yang terlihat asri dan teduh.
"Mereka sedang apa?" Tanya Leona menunjuk kumpulan anak-anak yang tengah berkumpul.
"Melakukan yang seharusnya mereka lakukan. Menikmati masa kanak-kanak mereka tanpa gadget" jawab Ethan mengelus kepala Leona penuh sayang
BERSAMBUNG!
__ADS_1
NEXT OR STOP?