
HAPPY READING ALL
.
.
.
.
"Le, segera bersiaplah setengah jam lagi kita pergi!" Teriak Laras menghentikan kegiatan Leona yang tengah sibuk pada desain gaunnya.
"Udah tiga hari lho kamu gak keluar kamar" sambungnya mendekati Leona lalu ikut duduk di samping anak gadisnya itu.
"Buat minggu depan ya?" Tanyanya lagi di angguki Leona pelan.
"Iya bun, Aku lagi ngejar waktu soalnya kerja sama kali ini dengan perusahaan yang cukup berpengaruh"
"Kamu siap-siap gih, gambarnya lanjutin besok aja. Sini biar bunda yang susun barang-barangnya" ucap Laras mendorong Leona masuk ke dalam kamar mandi.
"Bun biar aku aja"
"Gak usah biar bunda aja, sana mandi"
20 menit berlalu Leona keluar dari kamar mandi dengan rambut pirangnya yang terlihat basah.
"Lho kok Bunda masih di sini?"
"Khusus malam ini biar bunda yang make up over kamu" jawab Laras menuntun Leona menuju ruang ganti.
__ADS_1
Dari dres simpel, dres mini sampai ke gaun pesta di coba Leona namun nampaknya Laras masih kurang like padahal jelas-jelas Leona nampak anggun dan Elegan di setiap aoutfit yang ia kenakan.
"Bunda stop!! Kita cuman makan malam, kenapa seribet ini sih" kesal Leona yang di balas kekehan pelan dari Laras.
"Oke fiks kamu pakai yang ini"
Dres putih tanpa lengan dengan belahan sampai ke paha, di padukan dengan sepatu berhak tinggi, make up natural serta rambut panjang Leona yang sengaja di buat tergerai semakin menunjang penampilannya.
"Kamu persis seperti bunda waktu muda dulu" Puji Laras mengecup kening Leona penuh sayang.
*Hotel Fortune
Sejak dua hari yang lalu hotel megah berbintang lima itu di hias secantik dan semewah mungkin, tema klasik menjadi pilihan keluarga besar bermarga Everett, Para penjaga keamanan bersenjata berbaris rapi mengelilingi gedung, di bagian pintu utama karpet merah yang setiap bagian sisinya di hiasi lampu temarang menyambut kedatangan para tamu undangan.
Tidak banyak yang di undang keluarga Everett maupun keluarga Graham, hanya para kerabat dekat, rekan bisnis serta beberapa artis papan atas yang turut memeriahkan pesta.
"Pastikan semuanya berjalan seperti yang kita semua harapkan" titah Tuan Vincent dengan penuh wibawa.
***
"Lho kok ke hotel?" Beo Leona menatap James dan Laras penuh tanda tanya.
Tidak ada jawaban dari keduanya, mereka menuntun Leona masuk ke dalam hotel dengan beberapa pengawal yang di tugaskan Vincent mengapit Calon menantu dan calon besannya.
Sepi, itu yang di rasakan Leona saat menginjak karpet merah yang akan mengantarkan mereka pada suatu hal yang pastinya tidak pernah ia duga sebelumnya.
Sejak kapan hotel berbintang ini terlihat sepi dan ya sedikit membuat perasaan dag dig dug tak keruan menghantui dirinya" begitu pikir Leona.
"Selamat malam Mr. Graham, Mrs. Graham dan Nona muda" sapa Sosok berbadan tegap yang siap membukakan pintu masuk area pesta.
__ADS_1
"Malam"
"Selamat bersenang-senang" ucapnya mempersilakan keluarga bahagia itu masuk kemudian pintu otomatis itu tertutup rapat.
Gelap, sepi dan sunyi
Leona mengeratkan genggam tangannya pada James.
"Happy birthday My little girls" Bisik Laras dan James secara bersamaan, di ikuti hidupnya lampu ruangan itu satu persatu.
"HAPPY BIRTHDAY QUEEN!!!!" pekik para tamu undangan yang berhasil meloloskan butiran bening di bagian sudut mata cantik Leona.
Oh My god!
Demi apa pun ini adalah kejutan ter wow yang pernah Leona dapatkan. Sungguh Leona sendiri tidak ingat hari ini adalah hari kelahirannya 28 tahun yang lalu.
"Happy birthday putri kecil bunda" ucap Laras memeluk dan menciumi seluruh bagian wajah putri semata wayangnya itu.
"Thanks you bunda, thanks you"
"Selamat hari kelahiran princes ayah, doa terbaik di setiap langkah dan tujuan kamu" sambung James memeluk Leona tak kalah eratnya.
Setelah cipika cipiki dengan kedua orang tuanya, Leona beralih pada sosok Yulia.
“Selamat ulang tahun cantik” ucap Yulia memberikan kecupan di kedua belah pipi Leona.
“Terimaksih mom” jawab Leona membalas pelukan hangat Yulia.
“Leona day!!” gumam Tuan Vincent ikut mendekap wanita yang di cintai putranya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG!!!