Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
S2. Eps 59


__ADS_3

HAPPY READING ALL


.


.


.


.


Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk tiba di Bandung waktu yang cukup lama jika Ethan menempuh perjalanan menggunakan kendaraan beroda belum juga macetnya jalanan yang akan semakin membuat waktu terbuang sia-sia.


“Gue sama Nolan udah di Bandara, lo cepetan ke sini!” Ucap Daniel di seberang sana lalu memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.


“Teriakan putus asa, darah kental yang berceceran, warna merah yang mendominasi, tatapan kesakitan,serta bau amis yang nanti kau keluarkan, membuatku berdebar-debar penuh kemenangan” Simrik Ethan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju bandara.


Hanya dengan waktu 15 menit Ethan tiba di bandara, dapat ia lihat ada sekitar 10 pria berbadan besar dengan otot yang menonjol di setiap lengan kekarnya.


“papah gak bisa ikut pembantai kali ini, mama lo sama tante Laras udah tau kejadian penculikan Leona” tutur Daniel mengikuti langkah kaki Ethan yang hendak memasuki pesawat.


“pastikan si berengsek tak beradab itu hancur sehancur -hancurnya!!” geram Ethan dengan tangan terkepal erat sampai urat-urat tangannya tercetak jelas.


Lima belas tahun Daniel mengenal Ethan membuat pemuda bersurai hitam itu sedikit takut, takut melihat sesi gelap Ethan yang tidak pernah ia perlihatkan.


Sedangkan Nolan, mendengar kata pembantaian yang keluar dari mulut sahabatnya itu sudah ia pastikan ini adalah pertanda tidak baik. Benar kata orang-orang marahnya orang pendiam bisa melebihi buasnya singa jantan.

__ADS_1


“Simon!” panggil Ethan datar dengan tatapan menusuk.


“Iya tuan muda”


“pastikan semuanya sesuai apa yang aku harapkan!!!”


***


Di lain tempat, tepatnya di sisi kota Bandung.


Leona tengah menatap Dave penuh rasa benci, demi apa pun Leona ingin cepat-cepat pergi dari tempat menjijikkan ini.


“Pakailah sendiri sebelum aku yang memakaikannya secara paksa!” Ucapnya menyerahkan gaun tipis tanpa tali untuk Leona.


“Bukan kah pakaian ini ada banyak di toko mu? Kita akan menikmati malam pertama kita tanpa pernikahan. Bukan kah itu lebih menyenangkan!” sambungnya mendekati Leona.


“Aku tidak akan pernah berhenti sebelum berhasil menumbuhkan Dave junior di rahim kamu”


Plakkk...


Mendengar penuturan Dave tangan Leona refleks memberikan tamparan yang cukup keras, terbukti dari rahang Dave yang terlihat memerah.


“Jangan harap aku akan melakukan hal menjijikkan itu bersama iblis seperti dirimu!” ucap Leona mendorong Dave menjauh.


Ahhh...

__ADS_1


Leona berteriak saat Dave ikut mendorong dirinya ke atas kasur dengan kasar.


“Ethan akan mendapatkan bekas dari diriku!” Bisiknya mengelus leher janjang Leona.


“Brengsek, sialan, bia__”


Belum sempat Leona menyelesaikan ucapannya Dave membungkam bibir tipis itu dengan tangan besarnya.


Dengan gerakan cepat Dave melepas ikatan dasi di lehernya lalu di ikatkannya ke tangan Leona dengan posisi tangan gadis itu di atas kepala.


“Bicht!” desis Dave menyeringai.


“sepertinya akan lebih memuaskan jika tubuh cantik ini di biarkan polos, apalagi ada bagian-bagian yang pas untuk aku genggam” sambungnya beranjak mencari kain untuk kembali mengempat mulut Leona.


Demi apa pun Leona lebih baik memilih mati dari pada di perlakukan layaknya binatang seperti ini, Di dalam hati ia pun tak henti-hentinya meminta pertolongan tuhan dengan datangnya Ethan.


“Buka mulut bicht!!! Jangan menangis ini tidak akan sakit” ucapnya menyempal mulut Leona dengan kain tidak lupa tangan besar itu menghapus air mata Leona dengan sangat kasar.


Tatapan tidak sopan penuh ***** tertahan menyelimuti mata Dave, senyum menyeringai dengan tangan hendak melepas pakaian Leona pelan-pelan sungguh membuat Leona semakin menangis sejadi-jadinya.


“DIAM!!! BERHENTI BERGERAK BODOH!” teriak Dave saat Leona bergerak tidak teratur untuk menghindari dirinya.


“ini tidak akan sakit, kamu juga pasti sering melakukannya dengan bajingan kecil itu bukan” sambungnya masih dengan senyum menyeringai.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


Next or stop?


__ADS_2