
HAPPY READING ALL
.
.
.
.
Dua jam lagi acara resepsi di mulai, baik Leona maupun Ethan saat ini tengah berada di kamar masing-masing. Sengaja kedua orang tua mereka memisahkan kamar sampai acara selesai, takut jika Ethan menyerang Leona dan mengharuskan acaranya tertunda.
"Istriku suamimu ini kangen" ucap Ethan dari seberang sana.
"Mau di peluk sama istri cantiknya aku" sambung Ethan yang lagi-lagi membuat Leona terkekeh.
"Kenapa juga harus pake acara resepsi segala, aku tuh udah kengan benget sama kamu"
"Baru aja ketemu tadi ya kali udah kangen, lebay" jawab Leona membuat Ethan mendengus kesal.
"Kamu tau gak seberapa gugupnya aku pas kita ijab? Asal kamu tau aja rasanya ibarat kamu di jatuhi dari pesawat terbang"
"Kamu kira aku gak gugup? Kamu tau gak apa yang aku takutin pas ijab tadi?"
"Apa?"
"Takut kamu kesebut nama mantan" jawab Leona di sertai tawa lepas.
"Udah dulu ya, MUAnya udah di kamar. Love you my husband assalamualikum"
__ADS_1
Meletakkan ponsel di nakas, Leona membuka lemari.
Baju pengantin hasil rancangannya tergantung bersama baju lainnya. Membuat dirinya terdiam sejenak, mengenang masa-masa indah kala mempersiapkan hari yang akan menjadi sejarah di sepanjang hidupnya, mengenang hari-hari berat yang ia lalui bersama Ethan dari bolak balik ke psikiater dan hari-hari cerah yang juga ia lalui bersama Ethan tentunya.
Dipandangnya gaun warna merah itu dengan saksama, menyentuhnya, membayangkan betapa indahnya jika ia memakai gaun ini.
Hari bahagia yang sudah dinanti-nanti sudah berjalan dari hari ini. Ia sudah sah secara agama dan hukum menjadi sosok seorang istri.
Tidak ada yang ia harapkan selain kebahagiaan dan menjalin rumah tangga penuh cinta bersama sosok pria yang ia cintai.
***
"Happy wedding Leonaaaaa!" Pekik Agatha heboh membuat para MUA yang tengah menghias Leona menutup telinga.
"Berisik" sentak Leona memutar bola matanya malas.
"Sorry gue gak dateng pas lo ijab" cicitnya menghampiri Leona
Hening….
Agatha diam memperhatikan para MUA yang masih bergelut menghias wajah cantik Leona.
Mata wanita keturunan jepang dengan perut buncit mengandung anak pertama itu berbinar-binar memancarkan aura penuh kagum untuk Leona.
"Le lo cantik banget" lirihnya membuat senyum kecil merekah menghiasi wajah Leona.
Gaun merah mengembang tanpa lengan dengan hiasan mahkota berlian dipadukan dengan kalung permata tak terlalu besar namun elegan membuat tampilan Leona semakin terlihat wah…. Luar biasa.
"Makasih mbak" ucap Leona setelah para MUA itu menghias dirinya.
__ADS_1
20 menit berlalu….
"memori hape gue auto penuh sama foto-foto cantik lo" kekeh Agatha melihat hasil jepretan dirinya dan Leona dengan berbagai macam gaya.
"Lo udah makan?" Tanya Leona mengalihkan perhatian Agatha.
"Udah kok, kenapa emang?"
"Gak apa-apa"
"Lo kenapa hem? Apa yang mau lo tanya sama gue?" Tanya Agatha yang mengerti gerak gerik gelisah Leona.
"Agatha lo bisa gak si gak usah pura-pura kuat, gak usah sok tegar di hadapan gue"
"Maksud lo???"
Sungguh Agatha tak mengerti apa yang tengah dibicarakan Leona,
"Lo udah talak satu kan sama Gabriel!"
Jederr….
"Makanya lo gak datang pas gue ijab" sambung Leona membuat Agatha tersenyum kecut.
Ditariknya tangan mulus dengan hiasan putih itu lalu di genggamnya erat.
"Seperti yang lo bilang, gue talak satu sama Mas gabriel. Gue cinta dan sayang sama dia Le, tapi gue juga cinta sama diri gue sendiri. Bertahan sama sosok yang udah gak bener-bener cinta sama kita itu sakit, lo tenang aja kok kita bakal tetap jadi orang tua yang baik buat anak kita nanti dan ya gue happy."
"Udah ya gak usah di bahas lagi. Ini tuh hari bahagia lo" sambung Agatha memeluk Leon yang sudah mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
BERSAMBUNG….