
HAPPY READING ALL
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 23. 15 WITA
Pesta masih berlanjut tapi mempelai pengantin sudah melarikan diri ketempat yang hanya mereka berdua yang tau.
Angin malam menerpa kulit putih Leona, tangan berhiasan khas pengantin itu mengusap lengan terbukanya tanda ia merasa dingin.
rambut pirang bergelombangnya juga bergerak kesana kemari mengikuti arah angin. suasana malam yang dingin namun menghangatkan hati Leona yang tengah berdebar-debar.
"Mio amore" bisik Ethan yang tiba-tiba memeluk Leona dari belakang.
"Assalamualikum suamiku" jawab Leona seraya membalikkan badannya menghadap Ethan.
Mata tajam bak elang, hidung mancung dengan garis rahang tegas itu tepat berada di hadapan Leona, melihat gerakan tangan Leona yang hendak mengusap wajahnya dengan senyum kecil Ethan memejamkan mata guna menikmati sentuhan tangan halus itu di wajahnya.
__ADS_1
"Tampannya suamiku" gumam Leona yang terdengar tulis di telinga Ethan.
"Hem baru sadar punya suami tampan?"
"Kita akan ke mana? Angin malam sedikit mengusik kulitku" ucap Leona tanpa menjawab pertanyaan Ethan.
Tidak ada jawaban dari Ethan pemuda tampan berkemeja putih dengan lengan tangan yang di singsingkan itu beranjak mengambil mantel yang sengaja ia siapkan untuk sang istri.
"Ketempat yang tidak akan pernah kamu lupakan" jawabnya seraya memasangkan mantel berbulu cukup tebal itu ketubuh Leona.
Kapal pesiar yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil itu terus berjalan, sungguh Leona tak habis pikir kejutan apa yang akan Ethan berikan untuk dirinya. Bukan kah ini malam pengantin mereka? Ah kenapa dirinya berpikir kearah sana.
"Kamu kenapa?"
"Jangan pikirkan apa pun, ayo bersenang-senang! Malam ini kita akan begadang dengan hal-hal yang menyenangkan"
Begadang? Shitt….. kenapa pikiran Leona tiba-tiba treveling akan hal itu.
"Apa kita akan itu?" Cicit Leona sambil menyatukan kedua jari telunjukkanya.
"Itu? Maksud kamu itu apa hem?"
__ADS_1
"Ita itu!"
"Itu apa?" Goda Ethan lagi sambil menahan tawa yang siap meledak.
Sungguh wajah Leona yang terlihat malu-malu membuat dirinya terlihat imut dan menggemaskan.
"Menyebalkan"
"Teruntuk kamu yang sekarang sudah menjadi istriku, keluhkan apa yang ingin kamu keluhkan, aku akan menjadi tempat bersandar kamu. Tolong terima semua kekurangan yang ada pada diri suami mu ini dan jangan pernah bersedih oke"
Entahlah perasaan Leona benar-benar di ombang ambingkan oleh Ethan penuh keterharuan, rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menyelimuti hatinya.
"Terima kasih sudah memilih diriku yang banyak kekurangan ini menjadi teman hidupmu, terima kasih sudah mencintai aku dengan tulus dan terima kasih untuk semua hal yang sudah kamu berikan. I love you, i love you and i love you so muach" jawab Leona memeluk Ethan erat.
Jarum jam terus berjalan maju....
Seperti apa yang di katakan Ethan, malam ini mereka benar-benar begadang dengan hal-hal yang menyenangkan. di atas kapal dengan terpaaan angin Leona dan Ethan tengah menikmati makan malam yang di sajikan dengan tema romantis. lalu mereka akhiri dengan berdansa.
pukul 2 dini hari baru lah mereka menuju alam mimpi dengan senyum tulus dan hati yang di selimuti penuh rasa kebahagiaan.
"Selamat malam, mimpi indah" bisik Ethan menyelimuti dirinya dan Leona.
__ADS_1
"selamat tidur hubbi" jawab Leona memeluk Ethan erat-erat.
BERSAMBUNG...