
HAPPY READING ALL....
***
Tidak ada kegiatan yang dilakukan pemuda dengan baju kaos hitam tipis itu selain memandang foto besar Leona yang sengaja ia pasang di dinding kamarnya.
Hari semakin larut, mata hitam pekatnya masih setia memandang foto pemilik hatinya penuh rasa kekaguman, tidak ada pesta amer seperti yang teman-temannya lakukan. Ethan memilih pulang lebih dulu meninggalkan kesenangan para pemuda labil yang selalu setia menemaninya itu.
Ting!
Satu pesan masuk ke dalam ponsel Ethan, dengan malas Ethan mengambil ponsel di atas nakas.
š„Mio amore
"Kenapa masih on? Sana tidur besok kamu ada ujian!"
Sebaris kalimat yang berhasil mengalihkan dunia Ethan, dengan semangat pemuda berdarah campuran itu mematikan rokok yang diselipkan di antara jari telunjuk dan jari tengahnya lalu menekan tombol VC pada ponselnya.
Ethan caling....
"Good night baby" sapa Ethan penuh semangat dengan memberikan kiss bye jarak jauh.
"Sana tidur jangan begadang terus! Di Jakarta udah jam 2 pagi"
"Gak bisa tidur soalnya aku ke pikiran kamu terus. Besok masuknya siang masih ujian praktik jadi tenang aja"
"Kamu ngerokok?" Tanya Leona saat Ethan tidak sengaja mengarahkan layar ponselnya pada bungkus rokok di atas nakas.
"Eh itu anu__"
"Buang!!!!" Titah Leona mutlak
"Tapi yang, ya udah aku buang" lirih Ethan melihat tatapan tajam Leona dari layar ponselnya.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Leona untuk yang kesekian kalinya.
"Sana tidur di Jakarta udah mau subuh" sambungnya di angguki Ethan meski malas.
"Sun jarak jauh dulu yang biar aku mimpi indah"
Mendengar penuturan Ethan, Leona menggelengkan kepalanya pelan sambil meletakkan jeri telunjuk dan jari tengahnya di bibir lalu ia arahkan ke layar ponselnya.
***
"Good morning Bidadari surganya papa" ucap Ethan memberikan kecupan singkat ke pipi Yulia.
__ADS_1
"Morning boy"
"Papa udah pergi? Tumben pagi banget biasanya juga siangngan"
"Hem, ada rapat pemegang saham di perusahaan cabang yang ada di Bandung" jawab Yulia seadanya sambil memberikan coklat panas untuk Ethan.
"Mah, menurut mama tipe cowok idaman yang terbaik itu seperti apa?"
"Kenapa nanya itu? Insecure ya?" Goda Yulia beranjak pindah duduk tepat di samping Ethan.
"Ada masalah sama mantunya mama?" Tanya Yulia memastikan.
"Enggak kok mah, cuman mau tau aja"
"Tipe setiap orang pasti beda-beda, ada yang suka dari segi fisik maupun attitude. Dulu mama sering ngeliat papa di masjid pas sholat subuh sama isya, kamu tau kenapa waktu itu mama ingin cepat-cepat di halalkan karena pria seperti papa itu sudah langkah apalagi waktu itu papa orangnya sibuk" tutur Yulia panjang lebar.
"Tapi sekarang kalo isya sama subuh kebanyakan bapak-bapak"
"Nah itu dia, karena menemukan laki-laki lajang di waktu isya dan subuh itu susah"
"Hem"
"Tadi Nolan telepon mama katanya kamu disuruh datang ke cafe barunya sebelum ke sekolahā tutur Yulia yang berhasil membuat Ethan memutar bola matanya malas.
"Sana pergi" usir Yulia lagi yang melihat Ethan belum beranjak dari tempatnya berdiri.
Diraihnya jaket hitam yang sengaja digantung dekat lemari dengan sedikit kasar lalu bercermin dengan senyum evil.
"Ya Allah yarabbi gue kok ganteng banget ya, udah melebihi kadar batas wajar suaminya Citra kirana aja kalah jauh sama ketampanan gue" gumam Ethan pada dirinya sendiri.
Tanpa berlama lama Ethan langsung keluar dari kamarnya menuju Garasi untuk mengambil motor merah kesayangannya.
Kurang lebih 30 menit Ethan tiba di cafe Nolan tak sedikit pasang mata memperhatikannya sedari dia memarkirkan motornya, dengan celana Jeans selutut dipadukan dengan kaos hitam berbalut jaket Ethan berjalan dengan pedenya.
"Lama banget lo mirip anak perawan" ucap Kai setelah Ethan duduk disamping-Nya.
"Dia mau datang aja kita kudu bersyukur kai, lo kek gak tau Ethan aja" sahut Daniel menimpali
Diambilnya benda pipih bersegi panjang itu di dalam kantong celananya lalu di tekannya sedikit lama agar kembali Aktif.
"Eh ini nomor siapa? Ada tujuh panggilan tak terjawab?" Tanya Ethan setelah menghidupkan ponselnya.
"Coba gue liat, telpon balik aja siapa tau penting" jawab Nolan setelah melihat ponsel Ethan sekilas.
"Chaj-aga malhago sip-eo
__ADS_1
Oneul-eun neol deo algo sipdago yeah
Ajigdo naneun naege meo
Mulleo issda mogsolin naojil anhgo
Maemdolgo man issda
Jeo kkaman gos
Jamgigo sip-eo....."
Belum sempat Ethan menghubungi nomor yang tidak dikenal itu, nada dering ponselnya lebih dulu berbunyi dan tepat sekali nomor yang tidak dikenalnya itu tertara di sana.
"Halo" ucap seseorang di seberang sana
"Iya halo dengan saya Ethan kembaran kim seokjin member BTS yang paling tampan diantara yang tampan, dengan siapa ini?" Ucap Ethan panjang lebar dengan gaya pedenya seperti biasa.
"Hahaha"
"Mohon maaf dengan siapa ini? Jika hanya untuk membuang waktu penting saya lebih baik anda musnah!" Ucap Ethan lagi yang membuat Nolan, Kai, dan Daniel tepuk Jidad.
"Apa kamu berani memusnahkan calon mertua kamu sendiri"
"Astagfirullah yarabbi" ucap Ethan mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
ā kenapa?" Tanya Kai memastikan.
"Kalian tau gak yang seberang sana tadi siapa? Calon mertua gue!!bokapnya Tante seksi " jawab Ethan yang berhasil mendapat jitakan dikepalanya dari Kai.
"Dodol kenapa lo matiin sambungannya"
"Gue refleks, bentar gue hubungi lagi" tutur Ethan lalu kembali menghubungi ayah Leona.
"Halo, Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh calon ayah mertua yang budiman" ucap Ethan dengan nada yang dibuat buat.
"Waalaikumsalam calon menantu yang mematikan sambungan telepon secara sepihak" Sindir Tuan James dengan kekehan di akhir kalimatnya.
"Heheh maaf Yah tadi refleksā
"Kamu di mana?"
"Di cafe XXX, kenapa yah?"
"Nanti sepulang sekolah kamu mampir dulu ke mari. ada hal penting yang ingin ayah bicarakan"
__ADS_1
BERSAMBUNG!!!