Ethan Dan Leona (Mio Amore)

Ethan Dan Leona (Mio Amore)
S2. Eps 46


__ADS_3

HAPPY READING ALL..


.


.


.


Malam semakin larut, pesta ulang tahun sekaligus lamaran ulang Ethan dan Leona pun semakin meriah. Dua pasutri yang terpisah benua selama dua tahun itu pun kini tengah melepas rindu dengan bercerita dan sesekali tertawa riang.


"Bagaimana kejutan ku hari ini?" Tanya Ethan mengelus rambut pirang bergelombang Leona yang tengah menyandar di bahu bidangnya.


"Ngeselin, bikin aku jantungan" kesal Leona mengingat prank Ethan beberapa waktu lalu.


"Ciee yang tadi sempat broken heart" goda Ethan dengan sesekali mencium puncak kepala Leona.


"Siapa? Gak ada tuh yang broken heart"


"Aku punya pantun buat kamu"


"Gak mau denger aku gak mau denger" ucap Leona dengan sengaja menutup kedua telinganya.


"Yakin gak mau denger, nanti nyesel lho”


Seperti biasa Ethan dengan sedikit kadar ketengilannya yang mendarah daging itu selalu memiliki seribu satu akal untuk menggoda Leona.


Dengan gerakan pelan Ethan menarik bagian pinggang Leona agar semakin merapat dengan dirinya, lalu menangkup kedua tangan gadis itu dengan tangannya.

__ADS_1


"I Love you always and forever" bisik Ethan tepat di telinga Leona.


"I love you to" jawab Leona menatap wajah Ethan dengan posisi kepala yang menengok ke atas sehingga membuat pemuda tampan itu menaruh dagunya di kening Leona.


"Katanya ada pantun"


"Gak jadi" kekeh Ethan mengeratkan pelukannya.


"Dulu ada seseorang yang selalu bilang I love you hingga pada akhirnya see you tapi semoga kamu selalu stay with me"


***



00 seluruh para tamu undangan sudah pulang ke rumah masing-masing, tinggal keluarga Everett dan keluarga Graham yang masih bercengkerama hangat di taman hotel yang juga sudah di hias sedemikian rupa dengan api unggun kecil tepat di tengah-tengah taman.



Mendengar pertanyaan calon mertuanya itu, Leona tersenyum tipis sambil menatap Ethan sekilas.


"Mungkin di luar sana banyak yang lebih dari Ethan, tapi cinta mengajarkan bahwa hakikat dari mencintai, memiliki ialah saling melengkapi bukan saling melebihi" jawab Leona tegas dan dewasa.


"Ah sosweet" ucap Ethan dengan mata yang ia buat mengerjap ngerjap seperti anak kecil.


"Leona kemarilah nak" panggil Yulia menepuk sisi karpet yang ia duduki.


"Iya mah"

__ADS_1


Setelah Leona duduk dengan benar, tangan Yulia bergerak merapikan rambut Leona ke belakang telinga gadis itu. Senyum teduh menghiasi wajah Yulia lalu ia akhiri dengan memberikan kecupan cukup lama di pelipis Leona.


"Kami sudah berdiskusi pernikahan kalian akan di lakukan dua minggu lagi" tutur James membuat Leona dan Ethan memandangnya senang.


"Kami senang sekali sebentar lagi kamu akan benar-benar menjadi nyonya muda Everett" Lagi-lagi Yulia mengelus wajah Leona pelan, pelan penuh kasih dan cinta.


"Nak sudah saatnya kamu memakai kalung turun temurun keluarga kami" Sahut Tuan Vincent mengeluarkan kotak cukup besar di dalam tas Yulia.


Kalung dengan desain permata yang terlihat simpel namun Elegan sudah berada tepat di hadapan mata Leona, sungguh Leona terpana, dia tidak munafik kalung itu cukup mengusik jiwa wanitanya.


"Dua puluh tiga tahun yang lalu, ibu Vincent nyonya Jasmine memberikan kalung ini saat acara lamaran kami. Kalung yang menjadi turun temurun keluarga Everett, yang sudah saatnya beralih menjadi milik nyonya muda Everett yang selanjutnya. Le, kalung ini mungkin terlihat kuno tapi percayalah tidak ada yang memiliki desain kalung ini selain keluarga Everett, mama harap kamu bersedia memakainya" tutur Yulia panjang lebar.


"Mah, ini luar biasa"


"Kemarilah biar mama pasangkan" ucap Yulia di bantu tuan Vincent menyampingkan rambut Leona.


Tidak butuh waktu yang lama kalung itu sudah terpasang dengan indah di leher janjang Leona.


"Luar biasa" decak mereka kagum


"Ethan, dengarkan papa. Sebentar lagi kamu akan menjadi sosok suami yang akan menggantikan tanggung jawab Ayah James dari ujung kuku sampai ujung rambut Leona. Menikah bukan hiburan ada tanggung jawab besar yang nanti akan kamu pikul, salah langkah kamu akan ikut membawa Leona" nasihat Tuan Vincent menatap putra semata wayangnya itu dengan sorot mata serius.


"Jadilah lelaki yang tidak tergoda dengan perempuan lain, jadilah lelaki yang sabar menghadapi perempuan, jangan menjadi lelaki yang sering marah karena kesalahan perempuan meski hanya sedikit, dan selalu ingat jangan menyakiti perempuan" sambungnya membuat Ethan memeluk Tuan Vincent erat.


Sekeras- kerasnya didikan yang di berikan Vincent untuk Ethan itu tidak lain demi kebaikannya sendiri, Vincent adalah sosok panutan Ethan. Dari Vincent Ethan belajar menjadi sosok yang menghormati wanita, dari Vincent juga Ethan berani mengambil keputusan yang kadang melilit dirinya.


"Hero!" Bisik Ethan

__ADS_1


BERSAMBUNG!


NEXT OR STOP?


__ADS_2