Euforia Cinta

Euforia Cinta
Episode 43.Bboom-Bboom


__ADS_3

Gea duduk paling depan dengan sebuah pena di mulutnya. Ia mengerjakan beberapa soal latihan les, lalu tertawa cekikikan seperti orang gila. Sementara itu, Ervan yang sejak awal telah memperhatikan gerak gerik Gea, mulai menyenggol kaki Bimo dan kaki Didi seraya  memberi kode untuk melirik Gea. Mereka bertiga, mulai menatap Gea. Menyadari itu, Gea menutup wajahnya dengan buku dan kembali tertawa cekikikan. Jam menunjukkan pukul 6 sore, kelas gold berakhir. Gea masih asyik dengan tawanya.


“Hey, apa kau baik-baik saja?” Tanya Ervan dengan menginjak kaki Gea.


“Mmmm.” Angguk Gea dengan manis.


“Mungkin dia habis pipis di semak belukar belakang komplek, dan kesurupan wewe gombel. Aku rasa, yang tertawa itu wewe gombelnya.” Bisik Didi pada Ervan, membuat Ervan langsung mundur tiga langkah ke belakang.


“Hey Didi, aku tau siapa nama istrimu itu.” Senyum Gea sembari mengemasi barang-barangnya.


“Haa kan, itu pasti hasil bisikan wewe gombel.” Bisik Didi lagi pada Ervan.


“Kenapa dengan kalian bertiga?” Tanya Gea dengan menyandang tasnya.


“Apa kau Gea atau Wewe gombel?” Tanya Ervan balik.


“Wewe Gombel?” Tanya Gea dengan geram membuat Didi berlari keluar.


“Aku ini Gea!” Teriak Gea dengan lantang.


“Lantas, kenapa dari tadi kau tertawa sendiri? Apa kau habis pipis di semak-semak belakang komplek?” Tanya Ervan dengan sedikit cemas.


“Huuuft, itu sih kerjaan si Didi. Aku tertawa karena ternyata Tasya juga menyukai Didi.” Bisik imut Gea pada Ervan dan Bimo.


“Kau tau dari mana?” Tanya Ervan.


“Tentu aku tau, aku sudah berteman dengannya.” Jawab Gea dengan tersenyum manis.


“Kalau begitu, kita satukan saja mereka berdua. Semua akan menjadi lebih aman.” Bisik Bimo.


“Aku juga sudah memikirkan itu, tapi itu tidak akan mudah mengingat perasaan Didi yang masih labil dan sangat mudah dendam dengan keegoisannya yang sangat tinggi.” Gea menggaruk-garuk kepalanya.


“Lalu, kita harus bagaimana?” Tanya Ervan dengan wajah antusias.


“Kita tunggu saja momennya. Kitakan satu komplek.” Jawab Gea dengan tersenyum licik.


Seperti biasa, selepas les mereka berempat duduk di kafe depan komplek. Telah puas duduk di kafe, mereka berempat langsung pulang. Ketika sampai di depan komplek, mereka terkejut ketika melihat segerombol siswa SMA berkumpul dengan wajah sangat antusias. Mereka berempat langsung mundur 4 langkah.


“Apa Kevin sudah pulang?” Tanya Bimo dengan melirik sesuatu di balik pohon.


“Mana mungkin, kemarin dia masih membuat skandal, dia masih sibuk memperbaiki namanya. Khikhikhik.” Tawa Didi sembari menepuk pelan bahu Ervan.


“Teman kita yang satu itu, terlalu polos. Khikhikhik.” Tawa Ervan dengan menepuk balik bahu Didi.

__ADS_1


“Skandal apa? apakah lebih menarik dari sebelumnya?” Tanya Gea dengan antusias.


“Apa kau belum mengetahuinya?” Tanya Bimo dengan heran.


“Ini, ini lihat!” Ucap Didi dengan mengeluarkan sebuaha gambar di ponselnya. Terdapat sebuah gambar dengan pose segan, dimana Kevin menyentuh bokong seorang model.


“Khakhakhakhakhakhakhakhak, luar biasaah!!” Teriak Gea dengan tertawa terbahak-bahak.


“Dia menyangkal dengan mengatakan ini adalah perintah sutradara, dan sutradara menyangkal balik jika dia sendiri yang berinisiatif.” Ervan  menatap langit seraya membayangkan Kevin yang polos.


“Jadi kesimpulannya, ini semua bukan gara-gara Kevin. Lalu siapa? Apa ada artis selain Kevin di komplek kita?” Tanya Bimo lagi, Gea mengingat Brian. Apa itu Brian? Pikir Gea.


“Aku akan pergi memastikannya.” Gea melangkah menuju kerumunan.


“Ini dia, dia pasti bersekongkol dengan haters tersebut! hajar diaa!!” Teriak salah satu siswa dengan geram dan hendak memukul Gea dengan sepotong kayu. Dengan sigap, Gea langsung menangkisnya.


“Apa maksudmu? Apa kau ingin mengkeroyokku?” Teriak Gea dengan emosi. Mereka saling berbisik ketika Gea berteriak. Satu diantara mereka mulai berbicara.


“Kami telah berhasil menangkap seorang haters yang tinggal di komplek ini. Dia membuat beberapa situs dan mengisinya dengan ujaran kebencian pada para bias kami hingga mengatasnamakan fandom tertentu, dengan maksud membuat war beberapa fandom. Apa kau juga ikut terlibat dengannya?” Tanyanya dengan emosi.


“Khahahahahaha. Kalian, begitu bodoh.” Jawab Gea dengan wajah datar.


“Apa maksudmu?” Tanyanya lagi.


“Tapi ini semua, demi rasa cinta kami pada bias kami. kau pasti tidak tau rasanya!” Teriak salah satu dari mereka.


“Aish, bodoh sekali. Kau pikir hanya kau yang memiliki bias, aku juga! Jika dia mengeluarkan ujaran kebencian, kenapa kalian tidak bisa mengeluarkan ujaran kecintaan. Dia hanya satu, sementara kalian sangat banyak. Si haters akan kalah jika kita bersatu. Dan kita bisa membuat dia jatuh cinta


pada bias kita.” Teriak Gea dengan semangat, diiringi tepukan tangan mereka.


“Prok, prok, prok.”


“Oleh sebab itu, jangan sampai ujaran kebencian menyebabkan perpecahan pada kita semua. War antar fandom, tidak ada gunanya. Pada dasarnya para bias kita itu berteman. Apa kita juga tidak bisa?” Teriak Gea lagi.


“Oke, sebelum aku membubarkan kericuhan ini, aku akan menyumbangkan sebuah cover dance dari Momoland. Musiik!! Bboom Bboom!” Teriak Gea.


“Seolleeo neowa naye rangdebyu (rangdebyu). Hatiku berdebar-debar, pertemuan kita (pertemuan).”


“Nae maeumeul deureotta nwatta hae mamdaeru, (mamdaeru). Kau memiliki hatiku di telapak tanganmu, bagaimanapun kau suka. (Bagaimanapun yang kau suka).”


“Jigeum nae nunen nunen nunen.ne eokkae mureup bal (Oh). Sekarang, di mataku.Apakah bahumu, lutut dan jari kaki.”


“Sumi tak makhil geot gata nan neoman bomyeon. Aku tidak bisa bernapas kapan pun aku bertemu

__ADS_1


denganmu.”


“Wow wow jeongshineul tto nwa nwa ne maeryeoge. nan nan nollage dwae tto (Hit it Hit it Hit it HO). Aku kehilangan pikiranku atas daya tarikmu. Aku terkejut sekali lagi.”


“Uuu museun mari piryohae neon.Kata apa yang dibutuhkan?”


“Sumi kwak makhil geot gata neon. Sulit bernafas.”


“Jakkuman bwa jakku wa.ije naman boge doel geoya neoreul deureotta noeul geoya. neon jeomjeom deo Fall in love. Teruslah mencari, terus datang. Sekarang hanya menatapku, Aku akan memilikimu di telapak tanganku. Semakin banyak, saya akan membuatmu jatuh cinta.”


“Give it to you. My nunnunnunnunnunnun nunbit. ssodajineun My teoteoteoteoteoteo teochi. Memberikannya padamu. Mataku. Sentuhan lembutku.


“hanappunin My reobreobreobreobreob My Luver nae meoributeo ppumppum nae balkkeutkkaji ppumppum ppumppum eo. Kekasihku satu-satunya. Dari kepalaku, bboom bboom.Untuk jari kaki saya, bboom bboom bboom bboom.


“Just feel it ppumppum. ne apeseo nan ppumppum. nege julge ppumppum ppumppum eo. Hanya merasakannya, bboom bboom. Di depanmu, aku bboom bboom. Aku akan memberikannya padamu, bboom bboom bboom bboom.”


“Huuuu.” Semua orang bertepuk tangan melihat aksi Gea, dan langsung bubar. Satu diantara mereka mulai menyapa Gea.


“Waah kau sangat hebat, apa kau tidak tertarik untuk ikut audisi dan menjadi trainee?” Tanyanya membuat Gea


menatapnya dengan sepenuh hati.


“Tidak, aku tidak suka untuk menjadi terkenal.” Jawab Gea dengan cuek lalu menyuruhnya pergi.


“Kau sekolah dimana? Jika kau punya acara dan butuh supporter, kami siap membantu.” Dia memberikan Gea sebuah nomor lalu pergi.


“Aiish, benar-benar rakus!” Guman Gea dengan memasukkan nomor tersebut ke dalam tasnya.


“Prok,prok,Prok.” Didi, Ervan, dan Bimo bertepuk tangan dengan wajah kagum pada Gea.


“Waah Ratu Gea benar-benar luar biasa, kau mampu membuat mereka pergi.” Kagum Didi dengan tersenyum bangga.


“Apa masalah mereka semua? Kenapa mereka datang kesini?” Tanya Ervan dengan memperhatikan gerombolan tersebut sampai di halte.


“Oliv.” Jawab Gea dengan wajah datar.


“Huuft gadis itu. ini bukan kali pertamanya dia hampir dikeroyok para fans kpop.” Didi  menggerenyitkan dahinya.


“Sudahlah, ayo pulang.” Ajak Gea dengan melangkah duluan.


“Aaah, kalian duluan saja, aku masih ada urusan lain.” Bimo d berbalik badan menuju mini market komplek.


“Si gendut itu, masih kurang mengunyah.” Guman Didi dengan melangkah pulang.

__ADS_1


**


__ADS_2