
Arnold langsung megambil pistolnya yang biasa ia sembunyikan di pinggangnya.
ia mengarahkan ke kepala Biram pegawalnya ,yang tengah tergeletak di lantai.
Dorr.....
Suara tembakan membuat semua orang kagett kecuali Arnold,sontak kedua pupil mata Caca membesar melihat pegawal itu dengan kepala yang di penuhi darah.badanya merasa merinding.
"Dia benar-benar membunuhnya"
Sedangkan semua orang yang berada di sana nampak biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa.
Caca merasa pusing karena darah yang mengalir tidak henti-hentinya dari kepala pegawal.
Caca mulai hilang kesadarannya membuat dirinya pingsan dengan sigap Arnold langsung menangkap tubuh Caca ke dalam dekapannya.
Matahari mulai menunjukkan dirinya yang menandakan hari telah berganti.
Caca yang terbaring di tempat tidur mulai menunjukkan pergerakan dirinya kelopak matanya perlahan terbuka.
Penglihatan mata terkesan kabur mulai terlihat jelas.
Akhhhhh.....
Teriaknya yang kencang suaranya terdengar sampai ke lantai bawah.
Arnold yang tertidur seketika menjadi terbagun karena suara teriakan yang begitu keras.
"Ada apa?"Arnold yang tidak tahu kenapa Caca berteriak.
"Apa yang kau lakukan disini!kenapa kau bisa berada di sini?"ucapnya sambil memeriksa tubuhnya Apakah dia masih menggunakan pakaian lengkap.
"Dasar pria mesum?"ucapnya memukul-mukul dada bidang Arnold.
Arnold memegang tangan Caca lalu mendorongnya hingga jatuh ke kasur,kini wajah mereka saling bertatapan, jarak di antara mereka sangatlah dekat sehingga Arnold dapat merasakan hembusan nafas dari Caca.
Caca berusaha mendorong tubuh Arnold dari hadapannya tapi Tenaga yang ia miliki tidak sebanding dengan tenaga Arnold.
Caca hanya bisa pasrah akan apa yang akan di lakukan oleh Arnold memejamkan matanya.
Bibir tipis pria tampan itu tersenyum sinis.
Sampai perut Caca menempel di dada bidang Arnold.dan pria itu mendorong tubuhnya untuk semangkin rapat.
"Aku tidak melakukannya tapi lain kali pasti akan aku lakukan"bisiknya di telinga Caca
Degg...
Caca menatap pria itu dengan panik.
Jantungnya semangkin berdegup sangat cepat,bahkan kini dia merasa kakinya sudah tidak dapat berdiri dengan baik.
Ethan yang mendegar suara teriakan dari atas langsung berlari naik ke atas dengan cepat.
Tiba-tiba suara seseorang mengetok pintu kamar.
__ADS_1
Tok...
Tok....
"Tuan apa ada masalah?"ucap Ethan dari balik pintu.
"Tidak ada"ucap Arnold menoleh ke pintu kamar yang masih di atas tubuh Caca.
Tiba-tiba ponsel Ethan bergetar
"Hallo"ucap Ethan dari sebrang telepon
"Apa cepat sembunyikan semuanya jangan sampai polisi tau"ucapnya yang mengakhiri telpon.
Kembali Ethan mengetuk pintu kamar itu.
"Maaf tuan,ada kebakaran di gudang saat ini kami sedang memadamkan api"ujarnya dari balik pintu.
"Aku akan keluar 5 menit siapakan mobil kita akan berangkat"ucap Arnold.
"AKHhh, syukurlah selamat"gumamnya Caca merasa lega karena Arnold akan pergi.
Arnold megecup kening caca sebelum beranjak dari kasur.
"Aku akan segera kembali"bisiknya di telinga Caca.
Segera Arnold pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Mendapati Arnold yang sudah pergi ke kamar mandi Segera Caca megusap keningnya menggunakan tangannya dia menggosoknya dengan kuat.
"aku tidak Sudi di cium oleh pria seperti itu"Ucapnya menggosok keningnya beberapa kali.
"Berani-beraninya dia mencium keningku emangnya dia pikir dia Siapa"Caca terus saja mengoceh hingga ia tidak sadar kalo Arnold sudah keluar dari kamar mandi.
"Aku calon suamimu"tegas Arnold yang tengah berada di depan pintu kamar mandi Arnold keluar dengan pakaian yang lengkap dan juga rapi dia terlihat Tampan dengan pakaian yang ia kenakan terlihat sangat cocok di pakainya.
"Aww ini mulut lemes bangett"batinnya yang mengerutkan keningnya.
"Saya tidak punya waktu untuk menyelesaikan percakapan hari ini"
"Pikirkan saja apa yang saya katakan"sambungnya yang langsung pergi meninggalkan Caca.
"Untuk apa Aku memikirkanya,dia bertindak seperti mafia saja"
Caca yang melihat tindakan Arnold Seperti mafia.dia pernah menonton salah satu film yang judulnya dia sendiri lupa tapi melihat tindakan Arnold dia yakin Bahwa Arnold itu seorang mafia temannya megajaknya menonton, Caca sempat menolak tapi karena temannya itu memaksa akhirnya dia setuju untuk melihatnya dan ciri-ciri mafia juga di miliki oleh arnold.
"Ethan"
"Kirim seseorang untuk menjaga wanitaku.jangan biarkan dia lepas dari pandanganmu. "ucapnya tegas dengan wajah datarnya.
"Baik tuan"ucap Ethan menundukkan kepalanya ke bawah.
"Tentang gudang apa yang terjadi?"
"Itu terjadi ketika penjaga menukar shift, seseorang menyelinap masuk untuk membakar.kami berhasil menangkap salah satunya sisanya telah melarikan diri"Ethan menjelaskan se detail mungkin semua kejadian.
__ADS_1
"Saya sudah memberi tahu Kom untuk membawa orang itu ke kantor"
"Apakah Ada yang terluka? apakah ada yang hancur"
"Untungnya produk terbaru kita sudah di ekspor,hanya ada beberapa pelindung tubuh yang tersisa"
"Adapun bawahan kami semua aman tidak ada yang terluka"
"Apakah anda memberi tahu polisi untuk tidak ikut campur dalam hal ini?"
"Ya tuan"ucapnya menundukan kepalanya ke bawah.
Bagus...
"Saya akan menghadapinya sendiri"
Sedangkan di kamar Caca yang sudah selesai mandi dia Bingung dia sama sekali tidak memiliki pakaian yang akan di pakaiannya karena dia sama sekali tidak membawa baju ganti orang namanya juga di bawa Secara paksa mana mungkin dia membawa baju ganti.
"Apa pria itu tidak membelikan ku baju ganti selain yang ia kasihkan ke kamarin apa aku harus memakai pakaian yang kemarin"ucapnya yang kesal.
Tidak lama kemudian seseorang pelayan wanita mengetok pintu kamarnya.
"Siapa?"ucapnya yang penasaran apa mungkin itu Arnold tapi kenapa dia cepat sekali pulangnya.
"Saya non bik Ida saya kesini untuk megasihkan paperbeg yang di suruh tuan"ucapnya
Caca langsung membukakan pintu kamarnya mendegar bahwa yang mengetuk pintu bukan Arnold melainkan bik Ida ia membukakan pintu masih dengan handuk yang melilit di tubuhnya.
"Ini non paperbegnya"ucap bik Ida sambil menyodorkan paperbegnya.
"Ini isinya apa bik"ucapnya yang penasaran apa isi dari paperbeg itu dia takut kalo di dalamnya itu terdapat organ tubuh seseorang atau jangan-jangan bom.
"Bom"ucap bik Ida
"Iya bik jangan-janganisi di dalam paperbeg itu isinya bom"jelas Caca
"Saya tidak mau megambilnya bik cepat bik buang saja"ucap caca yang ketakutan dia tidak bisa membayangkannya jika tiba-tiba paperbeg itu akan meledak di tangannya dia akan mati muda.
"Tapi non"
"Bibik ngak usah pakai tapi-tapi apa bibik mau bomnya meledak sekarang kita akan mati bik"tuturnya
"Udah bik buang aja"ucapnya merenggut paperbeg itu dari tangan bik ida dan langsung meleparkannya ke sembarang arah
"Kok ngak meledak bik"ucapnya kebingungan
"Iya ya non"
"Kita tunggu dulu bik mungkin bomnya akan meledak ketika kita mau ambil, mereka pasti sudah merencanakannya bik"ucapnya penuh keyakinan
Melihat bibik yang mau megambil paperbeg itu caca dengan sigap menghentikan langkah bik Ida.
"Biar saya saja bik yang lihat"ucap Caca berjalan pelan-pelan menghampiri paperbeg yang di buangya.
"Tapi non"
__ADS_1
"Bibik jika bom itu akan meledak tolong ingat aku sebagai anak baik yang pernah menyelamatkan nyawa bibik"