
Setelah mereka selesai makan caca ingin membersihkan meja makan itu karena ia tidak enak kalo semuanya bik Ida yang melakukan semuanya ia juga sadar diri kalo dia cuman numpang.
"Chagiya apa yang kamu lakukan?"
"Aku mau membereskannya"jawabnya.
"Tidak perlu biar bik Ida"
"Iya. Non biar bibik aja yang bereskan"ucap bik Ida.
"Tapi bik"
"Biarkan dia yang melakukannya" ucap galine yang membuat semua orang menatap ke arahnya.
"Tapi mah"bantah Arnold.
"Apa kau Pikir dia tidak bisa melakukannya"
"Sini bik biar aku bantu"ucap Caca yang menumpukkan piring ke atas piring lainnya membawanya ke dapur untuk di cuci.
"Kamu itu terlalu khwatir dengan Dengan dirinya ia tidak akan lecet hanya dengan nyuci piring"ucap galine ia tahu betul dengan sifat anaknya jujur galine takut dengan Dengan sikap anaknya sekarang yang sangat mencintai wanita itu karena Arnold selama ini tidak pernah mau dengan wanita galine sempat beberapa kali mencarikan pasangan yang cocok juga dari keluarga terpandang untuk anaknya tapi Arnold selalu menolaknya sampai akhirnya galine pasrah ia akan menunggu janji Arnold yang katanya akan mencari wanitanya sendiri.
Seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya kadang yang menurut kita yang terbaik belum tentu terbaik menurutnya.
galine hanya takut Caca akan meyakiti hati anaknya sama yang dilakukan ia waktu itu memisahkan Arnold dengan gadis kecil temanya.galine sangat bersalah karena itu Arnold begitu terpuruk galine yang khawatir dengan keadaan anaknya karena Arnold tidak mau makan ia juga sampai mencari dimana-mana tapi tidak bertemu dengan teman kecilnya.
Saat itu umur Arnold 11 tahun mereka terpaksa harus pindah karena tuan Barra Irvan Adibrata punya pekerjaan yang membuat mereka harus pindah.
Saat Caca sedang mencuci piring di wastafel.bik Ida yang ingin membantu Caca tapi tidak jadi karena Arnold menyuruhnya untuk pergi.
"Apa perlu bantuan?"tawar Arnold.
"Ini hanya sedikit.tidak lama lagi selesai" jawab Caca tanpa melihat ke arah Arnold.
Arnold yang kesal karena tidak dibolehkan untuk membantu ia mendekat ke arah Caca.
"Apa Yang kau lakukan?"tanyan Caca yang kaget dengan tingkah usil Arnold.
"Aku menyukainya!"jawab Arnold tanpa dosa.
"Aaaa...lihat ini"balas Caca mengoleskan buih sabun ke wajah Arnold dengan kedua tangannya.
"Hahahah lihat wajahmu"Caca tertawa dengan puas melihat wajah Arnold yang seperti sinterklas yang mempunyai janggut panjang berwarna putih yang di buatnya dengan buih sabun.
"Aku hanya memberi sedikit"ucap Arnold yang tidak terima dengan ucapan Caca yang mengatainya mirip sinterklas.
Arnold membalas megosokannya di pipi cabi Caca.mereka kini tertawa puas melihat wajah Mereka satu sama lainnya.
"Chagiya apa perut masih sakit?"tanya arnold yang ingin memastikan keadaan wanitanya.
__ADS_1
"Sekarang.sudah tidak lagi"jawab Caca.
"Terimakasih banyak telah peduli denganku"sambungnya.
"Arnold?"panggil galine.
"Iya. Mah"jawab arnold.galine mendekat ke arah mereka.
"Mama ingin ngobrol dengannya"ucap galine yang membuat Caca panik.
"Mama ingin ngobrol hanya berdua"sambung galine.
Arnold tidak tahu apa yang akan mamanya katakan tapi ia percaya dengan mamanya.
"Jangan meyakitinya"tegas arnold, yang langsung pergi sebelum ia Pergi Arnold melihat ke arah wanitanya.
Arnold yang sudah Pergi jauh dari mereka galine mulai pembicaraannya.jujur saja Caca kini panas dingin ia tidak tahu apa yang akan galine katakan dengannya.
"Tante sebelumnya saya mau minta maaf karena telah lancang.saya juga tidak tahu kalau Tante adalah mamanya tuan Arnold"ucapnya dengan sedikit gugup.
"Tuan?"tanya galine
"Iya tuan Tante"jawab Caca.
"Siapa namamu?"tanya galine menatap tajam ke arah Caca.
"Nama saya bellanca Tante"
"Saya tinggal bersama paman dan juga bibik saya.kedua orang tua saya sudah meninggal"Ucapnya berkaca-kaca menahan tangisnya.
"Usiamu terlihat masih muda sekali berapa umurmu?"
"Umur saya 16 tahun tapi tangal 10 nanti 17 kok Tante"
"Kalo boleh tau kedua orang tua mu meninggal karena apa?" Ucap galine sedikit ragu menanyakan hal ini sebenarnya ia juga tak tega.
"Kalo ibu saya meninggal karena ditabrak mobil saat itu umur saya masih 6tahun kalo ayah meninggal karena sakit kanker yang di idapnya kerena tak terima dengan kepergian ibu saya"ucapnya sambil menahan tangisnya.
"Hikss......"
"Hikss..."Caca yang tidak kuat menahan tangisnya karena ia tak sanggup melihat penderitaan ayahnya selama ini semasa hidupnya.
Galine langsung memeluk tubuh Caca memeluknya sangat erat kedalam pelukannya Karena ia tahu rasanya kehilangan orang yang sangat kita sayangi itu sangat sakit apalagi di umurnya yang masih terlalu mudah yang masih membutuhkan kasih sayang mereka.
"Maafkan Tante karena menanyakan hal ini seharusnya Tante Tidak menayakanya"ucap galine yang merasa bersalah.
"Tidak apa-apa tante.hanya saja terlalu cengeng untuk masalah ini"jawabnya tak henti-hentinya Menagis.
Galine menghapus air mata Caca
__ADS_1
"mulai sekarang kamu boleh panggil Tante mamah sama seperti Arnold"ucapnya kembali memeluk tubuh Caca dengan erat layaknya seorang ibu dengan putrinya yang memberikan kasih sayang kepada putrinya.
Galine juga tidak pernah merasakan kasih sayang seorang anak perempuan selama ini.
"Mama"ucap Caca.
"Iya sayang"jawab galine.
"Terimakasih kasih"ucap Caca.
"Tidak perlu berterimakasih mama yang harusnya terimakasih,karena kamu mamah bisa merasakan kasih sayang anak perempuan yang selama ini mamah tidak pernah rasakan"ucap galine ikut Menagis.
Ternyata Arnold sedari tadi tidak pergi ia mengintip dari balik tembok. Untuk memastikannya.
"Terimakasih ma"ucap Arnold merasa lega dia pun Pergi.
"Apa mama boleh meminta sesuatu?"ucap galine.
"Mamah mau apa aku akan memberikannya jika aku punya.jika mahal aku tak sanggup membelikanya aku tidak punya uang"jawab Caca jujur.
"Kalo begitu ikut mamah sekarang"
Caca yang tidak tahu kemana galine akan membawanya tapi ia setuju untuk ikut.
Galine membawa Caca kekamarnya Caca yang tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.
"Sekarang duduk"suruh galine
Awalnya Caca ragu untuk apa dia di suruh duduk apalagi di depan meja rias.
"Mamah itu kepengan bangett dari dulu untuk nyisirin rambut anak perempuan sambil megepang dua"
"Ohhh... Kirain tadi mamah mau ngvain"
"Memangnya mama mau ngvain kamu pasti berprasangka buruk tentang itu?"
"Ngak kok mah"jawab Caca tersenyum.
Galine dengan pelan-pelan menyisiri rambut Caca awalnya Caca tidak mau kerena tidak enak tapi karena galine memaksa akhirnya ia setuju.
"Ternyata Arnold tidak salah memilih wajar saja jika anaknya mama tergila-gila kamu sangat manis sayang"
"Mama bisa saja"Caca yang tersipu malu.
"Mamah serius sayang"galine tidak bohong menurutnya itu sangat manis.
"Aaa....mamah aku tambah malu tau"
"Uuhh anak mama malu.sekarang kita temui Arnold kita harus melihat wajah pria itu pasti tidak akan mengerjapkan bola matanya karena melihat anak mama sangat manis sekali"ucapnya gemes memagang hidung Caca.
__ADS_1
"Apa itu harus ma?"tanya Caca ia tidak yakin Arnold akan melakukan itu sesuai dengan yang dikatakan galine.