
Di tengah perbincangan mereka tiba-tiba ponsel krit berbunyi krit ragu untuk mengangkat teleponnya melihat situasi kondisi hati bosnya saat ini.krit mengabaikan teleponnya suara deringan telepon itu mengganggu telinga membuat telinganya merasa panas.
"Angkat teleponmu"pekiknya marah.suara ponsel krit tidak henti-hentinya berbunyi,itu sangat mengaggu telinganya.
Dengan ragu krit pun mengangkat teleponnya nampaknya dari Nomor tidak di kenal.
"Hallo"sahut krit dari sebrang telpon nampak dari suara yang menelpon krit gemetaran.
"Apa?"pekik krit yang tidak percaya dengan penuturannya, melihat ekspresi krit Evan menduga-duga siapa yang tengah berbicara dengan krit.
"Bos"panggil krit sambil menyodorkan ponselnya.
"Bos?" panggil seseorang dari seberang telepon ia sudah berkali-kali mencoba menghubungi Evan namun nomor ponsel Evan tidak bisa dihubungi. Ia memutuskan untuk menelpon krit untuk menyampaikan sesuatu kepadanya.
"Semua rekan-rekan saya sudah dihabisi semuanya tidak ada lagi yang tersisa kecuali saya"tuturnya ketakutan, sesekali menoleh kiri kanan untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
"Bodoh!!"pekiknya marah ia mengusap wajahnya dengan gusar,Jika saja ponsel itu miliknya mungkin ia sudah membantingnya.
"Mereka tidak becus melakukan tugasnya"pekiknya megepalkan kedua tangannya.
"Bos!?"panggilnya karena tidak ada jawaban dari krit dan juga Evan.
"Bos?aku mohon lindungi aku dari Arnold dan anak buahnya"ucapnya meminta tolong namun tak dihiraukan oleh Evan.
"Itu bukan urusan saya!"jawab Evan yang langsung menutup telponnya.
"Sial" pekiknya sekarang dia harus memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari Mension milik Arnold dan menyelamatkan dirinya karena Evan tidak mau menolongnya.
Nampak pria itu tengah celingak-celinguk mencari jalan keluar.
"Mau kemana?hah.. "ucap bagus yang mengagetkan pria itu yang sudah ketangkap basah,ia tidak sendiri Ethan bersamanya.
__ADS_1
Pria itu buru-buru ingin melarikan diri,namun Ethan langsung mengarahkan pistolnya ke kaki pria itu.
Dorr.....
tembakan itu tepat mengenai kaki pria itu membuatnya,tumbang Ethan dan juga bagus berjalan menghampiri pria itu yang kini setengah jongkok sambil memegang kakinya yang terkena timah panas.darah segar mengalir tanpa henti.
"Ampun maafkan saya"ucapnya memohon belas kasihan agar bagus dan juga Ethan mau melepaskannya.
"Enak saja"ketus bagus yang kini mengarahkan pistolnya ke kepala pria itu dan kapan saja ia mau menarik pelatuknya.
"Angkat tangan"ujar Ethan sambil mengarahkan pistolnya ke kepala pria itu.
Pria itu akhirnya memilih untuk menyerahkan diri ia mengangkat kedua tangannya ethan menghampiri pria itu lalu memborgol kedua tangannya,bagus tak teralihkan ia masih mengarahkan pistolnya ke kepala pria itu.
Mereka membawanya menuju ruang bawah tanah menyerahkannya kepada tuan Arnold.
Evan yang marah ia membanting botol minuman kerasnya melemparnya ke segala arah, hingga membuat pecahan itu berserakan di mana-mana untuk meluapkan kekesalannya melihat wajah krit membuatnya tambah marah pria yang tengah bersamanya adalah pria yang tidak berguna.
"kenapa masih di sini.keluar!!"teriaknya dengan keras, krit keluar dari ruangan bosnya ia berpikir untuk meredakan emosi bosnya terlebih dahulu baru ia akan bicarakan tentang masalah ini setelah amarah bosnya mereda, tak lupa ia menundukkan kepala sebagai rasa hormatnya ia pergi dari ruangan itu dan menutup pintunya kembali.
"Arnold!!! kau harus membayar mahal"geramnya menggertakan gigi bawahnya.
Matahari telah menunjukkan jati dirinya mobil-mobil kembali kembali berlalu lalang di jalan,semua orang melakukan aktivitas seperti biasanya.
Di ruang tahanan arnold tengah berbicara dengan seseorang sesekali menyiksa tubuh pria itu dengan mencambuk tubuhnya.
"Katakan"pekik Arnold.
"Nampaknya anjing ini sangat setia dengan majikannya"arnold langsung memberi kode kepada etan Ethan yang langsung mengerti apa yang harus dilakukannya tanpa Arnold harus jelaskan.
Ethan memaksa pria itu untuk berdiri menuntunnya berjalan mengikuti Arnold jika pria itu menghentikan langkahnya Ethan akan langsung memukul kakinya dengan tongkat bisbol.
__ADS_1
Pria itu tidak tahu akan dibawa kemana tapi perasaan pria itu tidak enak sampai akhirnya arnold menghentikan langkahnya kakinya. Pria itu begitu terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya kandang yang begitu tinggi dan juga lebar tapi bukan itu yang membuatnya terkejut dan merasa takut ada tiga harimau di dalamnya.
"Masukkan pria itu ke dalam.anggap dia makanan kalian" arnold berbicara dengan harimau peliharaan miliknya.
Pria itu kini ketakutan setengah mati ia tidak menyangka akan berurusan dengan pria kejam seperti Arnold.yang tak kenal kata ampun ia memohon untuk tidak dimasukkan ke dalam kandang harimau untuk dijadikan santapan mereka namun Arnold tidak mendengarkan permohonan pria itu ia akan tetap memasukkannya ke dalam kandang harimau miliknya.
"Ethan" panggil Arnold Ethan yang paham akan maksud arnold segera membuka pintu kandang harimau dan mendorong tubuh pria itu memaksanya untuk masuk ke dalam.
"Tunggu!! baiklah aku akan mengatakannya"
ujarnya yang ketakutan.
"Evan memerintahkan kami"
"Sudah kuduga"sela Arnold.
"Untuk menculik wanita yang bersama tuan membawanya ke hadapan bos Evan jika kami berhasil kami akan mendapatkan imbalan uang senilai 100 juta"jelasnya supaya Arnold dapat melepaskannya Jika ia memberitahu semuanya tapi kenyataannya tidak Arnold masih akan tetap memasukkan pria itu ke dalam kandang harimau.
"Beraninya kau" geram Arnold tidak terima dengan penjelasan pria itu, matanya kini melotot menatap pria itu dengan tatapan mematikan, karena sudah berani ingin menyakiti wanitanya.
"Ethan"masukkan pria ini"mintanya langsung berbalik badan berjalan pergi sebelum meninggalkannya Arnold berhenti lalu melihat ke belakang melihat ekspresi wajah dari pria itu menghadapi mautnya, Jika dia berani ingin menyakiti wanitanya maka nasibnya akan sama dengan pria yang sekarang ini,Evan membuka pintu kandang itu lalu mendorong paksa tubuh pria itu setelah selesai Evan kembali menguncinya lagi.
Nampak nampak dari ketiga harimau milik Arnold mendekat Karena ia merasa lapar dan majikannya baru saja memberikannya makanan yang sangat lezat.tubuh pria itu gemetaran karena ditetap oleh ketiga harimau yang nampaknya sangat lapar keringat mengucur di keningnya kakinya tak henti-henti gemetar rasanya ia sudah mati duluan sebelum di terkam ke tiga harimau.
"Tuan tolong lepaskan aku"teriaknya memanggil-manggil Arnold nampak Arnold tidak bergeming sama sekali pria itu terus saja berjalan pergi meninggalkannya.
"Tolong buka pintunya"ucapnya memohon kepada Ethan berusaha menggapai tangan Ethan.
"Nikmati saja sisa terakhir hidupmu"ucap Ethan tersenyum menyeringai yang langsung pergi menyusul Arnold.
"Tidak...."teriaknya dengan keras.
__ADS_1
"Tolong bebaskan aku"teriaknya berusaha membuka pintu kandang itu menggoyang-goyangkannya,ia kembali melihat ke tiga harimau itu sudah mendekat kearahnya dan siap menerkamnya.
"Tolloong"jeritnya pria itu untuk yang terakhir kalinya sebelum ia tewas.