Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
22.


__ADS_3

Caca memakan semua makanan yang ada di meja sampai tidak menyisakan sedikit pun sampai-sampai anak buah Arnold di buat kaget dengan porsi makan gadis kecil itu.berbanding terbalik dengan Arnold bahkan tidak menyentuh makanannya sama sekali.


"Kenapa tuan tidak makan?"tanya Caca yang penasaran jika tidak ingin makan kenapa memesan makanan kan Mubajir.


"Makan saja makananmu ingat syarat yang ku berikan"ucapnya kembali megigakatnya.


"Iya..iya,ini makan"ucapnya dengan malas.


Bagaimana mungkin Arnold mau makan lagi sedangkan perutnya saja sudah terisi penuh, sebelum berangkat Arnold sudah makan dari rumah ia bahkan menghabiskan makanannya tanpa tersisa sedikitpun ia menyukai masakan kari ayam wanitanya itu yang sangat gurih dan enak.


"Beneran dia yang memakan semua makanan itu?"tanyanya dengan mulut ternganga seolah tidak percaya.


"Rapatkan kembali mulutmu itu jika masih ada kesempatan.jika tuan Arnold mendegarnya mulutmu akan selamanya seperti itu"Ucapnya sedikit berbisik.


"Coba lihat Perutnya.kecil tapi muat banyak"mata mereka semua tertuju kepada perut caca yang kecil tapi muat banyak.


"Aku baru tahu jika ada gadis seperti ini di era sekarang"Sela anak buah Arnold yang lain.


"Heii!kalian semua membicarakanku.


memangnya kenapa jika aku makan banyak haa?"ucapnya tidak terima.


"Tidak"ucapnya mengelak.


"Kau Pikir aku ini budeg apa?"pekiknya.


"Iya"ia tidak sadar apa yang di ucapkanya.tidak!tidak bukan itu maksudku.


"Beraninya kau aku akan membuatmu menjadi seperti steak ini.akan ku potong-potong dagingmu itu "ucapnya seraya berdiri matanya melotot sembari memegang pisau dan memperagakan gerakan memotong-motong.


Dia adalah bagus adiknya Ethan Arnold menerimanya Bekerja dengannya.karena Ethan memohon kepadanya agar Arnold menerimanya.selain itu bagus memiliki kepribadian yang berbeda dari Ethan ia sedikit pandai berbicara singkatnya Dia idiot.


Arnold tertawa kecil melihat tingkah lucu wanitanya.


"Apa yang kau tertawakan"Ucapnya kesal.melihat wajah Arnold yang menertawakan dirinya.


Arnold menarik senyumnya lalu megambil posisi siap dan memasang wajah datarnya.


"Ekhm...tidak"jawabnya tanpa dosa.


"Wleee"Bagus kembali mengejeknya.


"Seharusnya aku yang dulu bilang begitu karena kau adalah tahanan tuan kami,dan pistolku ini yang akan menembak Kepalamu nanti"


Caca hanya terdiam ia mencerna semua perkataan yang bagus katakan padanya.arnold yang melihat wajah sedih wanitanya tidak terima Jika senyum manis itu hilang dari bibir manis wanitanya.


Arnold memukul meja dengan keras sehingga membuat semua orang kagett,Caca yang tadinya hanya diam di buat kaget dengan suara pukulan yang begitu keras.


Arnold langsung menarik kera baju pria itu tatapan maut yang penuh amarah.memukul wajah pria itu dengan keras.


Bungg.....


Yang membuat bagus tersungkur dan ujung bibirnya megelurakan darah segar.

__ADS_1


Arnold kembali ingin menghajar pria yang berani berbicara lancang Dengan wanitanya.tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar.


"Maaf tuan baru saja saya mendapat pesan dari Ethan bahwa ada sekelompok orang bermotor yang tidak dikenal menembak ke arah anak buah yang sedang berjaga di luar"ucap salah satu anak buah arnold.


"Apa salah satu dari mereka ada yang tertembak?"


"Tidak ada tuan.untungnya tembakan mereka semua meleset tidak mengenai mereka berhasil bersembunyi."


Suara tembakan yang tidak berhenti saling tembak menembak satu sama lainnya.


Dorr...


Dorr...


Dorr..


Arnold bergegas pergi ke luar untuk melihat apa yang terjadi dan di susul oleh anak buah Arnold yang lainnya.


Caca yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.akhirnya ia menemukan ide untuk kabur di Saat dia ingin kabur.tangannya berhasil di raih oleh bagus.


"Lepaskan aku"teriaknya berusaha melepaskan meronta-ronta.


"Kau mau pergi kemana diluar sedang berbahaya"Ucapnya.


"Apa peduliku? lepaskan tanganku"teriaknya namun sayangnya Tenaga bagus lebih kuat daripadanya.


Bagus menarik tangan Caca membawanya ikut bersamanya Secara paksa.caca berusaha melepaskan tangan bagus dari tangannya.


"Tolong!aku"teriaknya meminta tolong.


"Apa yang terjadi?"tanya Arnold


"Saya pikir mereka hanya ingin mengancam kita"jawab Ethan


"Apakah mereka anak buah Evan?"


"Seperti begitu"jawab Ethan.


Melihat dari mereka yang datang menghampirinya Arnold marah.


"Kenapa dari kalian tidak ada yang menjaganya"teriaknya


"Sial"umpatnya berlari masuk kedalam.


Melihat meja makan yang baru ia tinggalkan sebentar tidak ada wanitanya duduk di sana Arnold khawatir Caca sudah melarikan diri.


"Dimana dia"pekiknya.


"Segera temukan dia"perintahnya.


"Baik tuan"jawab mereka serentak munundukan kepalanya lalu pergi mencari.


Arnold berusaha menghubungi nomor ponsel Caca namun tidak kunjung di angkat.

__ADS_1


"Akhh....sial"teriaknya


"Tuan nona ada di kamar di lantai atas,baru saja bagus memberi tahu saya"ucap Ethan Sambil melihatkan isi chat dari bagus.


Tanpa menjawab Arnold bergegas pergi begitu saja meninggalkan Ethan segera menuju ke kamar lantai atas.ethan hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah bosnya itu.


"Ketika singa menemukan pawangnya"batinya


"Tuan"ucap bagus yang melihat arnold.


Arnold tidak menjawab ia hanya memberikan tatapan mata tajamnya.


"Nona ada di dalam kamar"Ucapnya sembari melihat pintu kamar.


Arnold segera masuk untuk memastikan ia membuka pintu kamar mendorongnya dengan keras sehingga menimbulkan suara keras.yang membuat Caca kaget pasalnya ia baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kenapa kau tidak pernah megankat telponku"Ucapnya mengintimidasi.


"Aku tidak mendengarnya"ketusnya.


"Apa kau tau aku meneleponmu berulang kali"


"Aku di kamar mandi meganti bajuku,kata si gas Gus itu kita akan menginap di hotel ini"


Tampak dari wajah Arnold kebingungan.tentu saja ia tidak tahu apa yang dibicarakan wanitanya itu.


"Ee.itu si bagus bagus itu"Ucapnya seraya menunjuk ke arah pintu ia tahu pasti orang yang ia maksud tengah berjaga di luar.


"Syarat yang ke 2 kau harus mengangkat telponku"Ucapnya Pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Aku tidak mau"ketusnya


"Ya! sudah"


"Kenapa banyak sekali syaratnya"teriaknya


"Ini keputusanku tidak bisa ditawar"


"Ka___kau"ucapnya megepalkan kedua tangannya geregetan.


Setelah 5 menit Arnold dikamar mandi ia keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya terlihat jelas otot-otot Arnold dan juga perut sixpack yang terbentuk 6 roti sobek dengan dada bidang terbilang sempurna.


"Kenapa kau menutup matamu itu?"


"Kanapa kau memamerkan Aurora mu itu?"


"Karena aku suka memperlihatkanya"godanya tersenyum menyeringai.


"Cepat pakai-pakainmu itu"ya tuhan tolong hambamu ini yang masih kecil masih polos belum ngerti apapun.


"Cih"umpatnya


"dan jauhkanlah aku dari pria mesum itu jika perlu buat dia menghilang sekarang"

__ADS_1


"Kau mendo'a kanku cepat mati ya"menatap tajam ke arah Caca.


"ya..eee tidak... Tidak bukan seperti itu"jawabnya gugup.


__ADS_2