Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
52.


__ADS_3

Caca terus berlari,pria itu juga tetap saja megejar dirinya sampai akhirnya Caca mulai capek ia juga melihat di depannya ada mobil pengangkut sampah.


Yang Tengah berhenti di pinggir Jalan melihat kebelakang apakah pria yang mengejarnya melihatnya,sepertinya pria itu ketinggalan jauh dibelakang tidak pikir panjang Caca langsung menaiki mobil itu melompat ke tumpukan sampah.


"Akhirnya lega"ucap pria pemilik mobil yang tengah menarik resleting celananya.


"Sial"batinya yang kehilangan jejak Caca


"Meskipun kecil dia cepat juga larinya"ucapnya sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Caca melihat tidak ada orang ia mencari ketempat lain.


"Aduh....Duh"ucap Caca yang kaget merasa mobilnya berjalan.


"Pakk berhenti"pangilnya.


"Berhenti pakk"teriaknya sembari menggedor-gedor mobil itu.


Caca yang mulai capek sedari tadi ia tidak berhenti memangil-mangil sembari menggedor-gedor mobil itu namun tidak didengar oleh supir mobilnya.


Ia juga merasa kepalanya pusing karena bau dari mobil sampah itu yang baunya menyengat rasanya ia sudah tidak tahan Caca juga merasa tidak bisa bernapas karena harus menutup hidung dan juga mulutnya.


"Emmm.....rasanya ingin muntah"ucapnya Berusaha menahan.


"Uhwekk"


Caca memuntahkan cairan yang ada dalam perutnya.


"Aku tidak tahan lagi, siapapun tolong aku"Ucapnya kecil.


"bukankah itu Caca!?"ucap pria yang melihat dari kaca depan mobilnya.


"Kenapa dia ada di mobil sampah?"Adit yang melihat wajah Caca mulai pucat tidak tahan dengan bau dari sampah-sampah.


Melajukan mobilnya dengan cepat mendahului mobil sampah menghalanginya dengan mobilnya.


"Apa-apaan ini?" ucapan pengemudi mobil sampah.


Jika ia tidak tepat mengerem mobilnya ia akan menabrak mobil yang ada di depannya Adi turun dari mobilnya sopir itu juga ikut turun ia langsung menghampiri sopir mobil sampah itu.


"Dengar Tuan Jika saya tidak tepat mengerem.mobilmu itu pasti sudah rusak dan kau akan minta ganti rugi dengan besar" tuturnya namun tak dihiraukan oleh Adit.


"Heii!!" ucapnya mencegah Adit mendekati mobilnya.


"Aku sedang bicara denganmu" ucapnya yang mulai marah.


"Permisi pak"ucap adik yang langsung berlari ke BAK belakang mobil itu.


"Caca?" panggil Adit yang melihat Caca kesulitan untuk turun.


"Adit bantu aku turun" ucapnya yang sudah tidak tahan lagi dengan bau sampah.


"Pelan-pelan"ucapnya membantu Caca turun.


"Brukh"Caca yang berhasil turun namun ia langsung menjauh dari tubuh Adit.


Adit yang melihat Caca jaga jarak dengannya merasa aneh apa ada yang salah dengannya.


"Apa ada masalah?"Tanya adit serius.


"Tidak ada" jawab Caca membersihkan bajunya yang terkena sampah.

__ADS_1


"Lalu mengapa menjauh?" tanyanya.


"Apa kau tidak merasa aku ini bau sampah" ucapnya.


"Tidak"bohongnya.


"Tidak perlu berbohong seperti itu.Aku tau"tuturnya.


"Ayo kita bersihkan" bujuknya.


"Bagaimana jika mobilmu bau.karena aku"ucapnya.


"Itu bukan masalah ayo cepat"ajaknya.


Sopir mobil sampah itu merasa bingung perasaan dia tidak menaikkan satu penumpang ke dalam mobil nya.Kapan wanita itu bisa masuk ke sana.


"Jika terjadi apa-apa dengannya kau harus bertanggung jawab"ucap adik dingin namun menakutkan.


"Ini kenapa jadi salah saya sih saya kan tidak tahu apa-apa"ucapnya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Ada ya orang seperti itu"ucapnya bingung.


Mobil mereka Tengah berhenti disalah satu mall yang terbesar di kota itu.caca yang merasa bingung kenapa dia diajak ke mall bukanya ia ingin membersihkan tubuhnya bukan ingin belanja.


"Kenapa kau membawaku kemari?"Tanyanya.


"Kau akan lihat nanti"ucapnya Tanpa menatap.


Yang membuat Caca semakin bingung bukannya menjawab pertanyaannya malah mengatakan sesuatu yang membuatnya tambah bingung.


"Kenapa bengong ayo masuk"ucapnya Caca hanya mengikuti Adit Tanpa bertanya lagi nanti dijawab yang akan membuatnya tambah pusing.


"Waww"Ucapnya takjub.


"Ada apa?"tanya Adit.


"Benarkah mereka menyambut kita"rasanya tidak percaya,Adit hanya tersenyum kecil menanggapi tingkah Caca.


Adit membawa Caca keruang kerjanya dimana sudah tersedia kamar mandi yang biasanya Adit gunakan.caca membersihkan tubuhnya dari kotoran sampah-sampah yang menempel ditubuhnya.


Setelah 15 menit Caca berada dikamar mandi akhirnya keluar.


"Kenapa masih menggenakan baju itu?"tanyanya.


"Aku tidak mempunyai baju ganti"jawabnya kecewa.


Tidak lama kemudian seseorang pelayan datang menghampiri mereka ia membawa sebuah nampan berisi dua cangkir teh.


"Ini tuan"ucap pelayan meletakkan gelas diatas meja.


"Terimakasih"ucapnya.


"Sama-sama"ucapnya menundukkan kepala dan hendak pergi.


"Tunggu"ucapnya.


"Ada apa tuan?"


"Aku ingin kau mencarikan gaun yang indah untuknya"pintanya yang membuat Caca kaget.

__ADS_1


"Apa ada lagi tuan"Tanyanya.


"Tidak ada lakukan dengan cepat"tegasnya.


"Baiklah tuan.saya permisi"ucapnya berjalan pergi.


"Apa yang baru saja kak Adit katakan"ucap Caca yang merasa berlebihan.


"Kau tahu semua pakaian di mall ini sangat mahal"Ucapnya Caca pernah belanja di mall ini bahkan untuk pakaiannya ia beli sampai 500juta meskipun yang bayar itu Arnold.kalian ingat kan awal Caca dan Adit ketemu nah itu.


"Dan kenapa kau bisa masuk ke dalam ruang kerja ini,apa kau punya kenalan"Tanyanya serius.


"Aku megenalnya dengan sangat baik"ucapnya.


"Dan soal gaunya tenag aku yang akan bayar"ucapnya tersenyum.


"Bagaimana jika mahal?"


"Kita pulang saja aku tidak ingin.gaun itu lagian pakaianku tidak terlalu bau"tuturnya.


"Tidak apa-apa"ucapnya.


"Permisi tuan"ucap dua orang pelayan yang membawa banyak gaun.


"Kenapa banyak sekali?"Ucapnya kaget.


"Aku ingin kau melakukannya dengan baik"pintanya.


"Ayokk"ucapnya untuk mencoba gaun.


"Apa aku harus mencoba semuanya"batinya.


Caca megambil satu gaun dan mencobanya,ia memperlihatkanya kepada Adit menggelakan kepalanya.


Caca harus mencoba yang lain lagi yang menurut Adit cocok untuknya,ia kembali memasuki kamar mandi Menganti pakaiannya.


"Apa ini cocok?"Tanyanya penasaran dengan respon adit.namun Adit kembali menggelengkan kepalanya.


"Hah"Caca menghela nafasnya ia kembali mengambil gaun lainnya,dan masuk ke kamar mandi untuk menggantinya.


"Aku harap ini yang terakhir"ucapnya meyakinkan dirinya.


Caca keluar dari kamar mandi dan menunjukannya respon Adit masih sama.


"Aku udah capek kak Adit"ucapnya.


"Yang ini aja ya"ucapnya memelas.


"No...satu kali lagi"ucapnya.


"Aku juga berharap ini adalah yang terakhir"ucapnya megabil gaun Tanpa melihatnya kali ini ia mengambil sediri,tanpa dipilihkan oleh pelayan.


"Sepertinya ini tidak cocok dengan warna kulitku"ucapnya yang merasa aneh dengan gaun yang diambil ia pasrah jika Adit memintanya untuk mencoba gaun yang berikutnya.


"Rasanya malu sekali keluar,aku tidak yakin kak Adit akan menyukainya ia akan kembali meggelekan kepalanya dan menyuruhku meganggatinnya"Ucapnya merasa putus asa.


"Bagaimana ini,jika kak Adit tidak suka dan ternyata dari banyaknya gaun itu tidak ada satupun yang cocok denganku"


"Aku memang jelek"ucapnya melihat wajahnya dari pantulan cermin.

__ADS_1


__ADS_2