Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
39.


__ADS_3

Dikediaman Arnold:


Di kamarnya Arnold Caca terlihat tidur pulas,ia tidak merasakan perutnya sakit ia masih mengenakan baju kimono yang ia gunakan semalam.


Caca terbangun dari tidurnya.megambil posisi duduk di atas tempat tidur, menoleh kesamping mencari keberadaan Arnold yang menghilang tidak tahu pergi ke mana.


"Kemana perginya dia?,bukankah dia ada disini"Caca menurunkan kakinya memakai sandal bangkit dari tempat tidur.


Caca mencari keberadaan Arnold.


"Mungkin lagi di kamar mandi.tuan apa kau di dalam?"pangilnya.


"Tuan aku ingin cuci muka"pangilnya lagi namun tidak ada jawaban.


Karena tidak ada jawaban dari dalam Caca membuka pintu kamar mandi itu ternyata kosong tidak ada orang di dalamnya.


"Kemana pria itu pergi?"


"Ahh..... kenapa aku jadi memikirkan dia biarkan saja dia Pergi ke mana bukan urusanku"ucapnya mengumpulkan semua rambutnya lalu menguncirnya dengan tinggi.


"Kenapa aku baru sadar kalo semua barang-barang di kamar mandi ini semuanya couple"ucapnya menepuk jidatnya.


"Mulai dari sikat gigi.terus handuk itu juga.kimono itu juga"Ucapnya sembari menunjuk barang-barang itu.


"Sepertinya aku bukan diculik deh seperti di film-film kan orang di culik hidupnya menderita.ini kenapa malah jadi kaya ratu yah apa-apa tinggal ambil semua sudah tersedia"ucapnya tersenyum bahagia.


Caca yang sudah selesai mencuci mukanya ia juga sudah mengosok Giginya.


"Aku hampir lupa dengan para belanjaan ku"


"Belanjaanku tunggu aku I'm caming" teriaknya berlari mencari barang belanjaannya.


Caca megelurakan semua barang belanjaannya dari paperbeg saat Caca hendak mencobanya tiba-tiba seorang wanita masuk ke dalam kamar.


"Kamu siapa?"tanya wanita itu ia terlihat sangat cantik meski usianya tidak muda lagi.


"Ak___aku"Caca dibuat gagap olehnya ia tidak bisa menjawabnya.


"Kenapa kamu ada di kamarnya Arnold?"


Tanpa pikir panjang Caca tidak tahu harus menjawab apa akhirnya ia mempunyai ide tapi ia tidak tahu akibat dari idenya itu.


"Oke aku akan memberi tahumu"ucapnya menarik napas.


"Tapi kau janji jangan memberi tahu tuan. pria itu sangat-sangat kejam,kau tahu ia sudah membunuh banyak orang"


"Aku sarankan sebaiknya kau mengikuti semua perkataannya jika tidak kau akan sama nasibnya dengan mereka"


"Apa benar begitu?"ucap wanita itu tidak percaya.


"Kau tidak percaya dengan diriku aku sudah melihatnya sendiri"ujarnya kembali melihat barang belanjaannya.


"Lalu bagaimana dengan dirimu?"tanya wanita itu.


Caca menghempaskan bajunya yang baru ia beli.


"Jangan khwatirkan diriku. pria itu tidak akan meyakitiku karena dia tergila-gila dengan diriku"ucapnya penuh percaya diri.


"Tergila-gila ya"

__ADS_1


"Iya begitulah.oh ya kamu juga di culik ya? Maaf tapi aku tidak bisa membantumu,kamu sangat cantik,tapi lebih cantikan aku sih" ketusnya kembali pokus dengan perhiasannya yang ia beli.


"Syukurlah tuan sudah pulang"ucap bik Ida lega.


"Memangnya ada apa sih bik.Terus semua koper ini milik siapa bik?"


"Itu tuan nyonya ada di kamar tuan"ucap bik Ida.


"Apa bik?"pekik Arnold yang kaget.arnold buru-buru naik ke atas.


"Biar saya bantu bawa bik"tawar Ethan.


"Makasih nak"jawab bik Ida.


"Apa kau sangat menyukainya.aku juga punya banyak bahkan lebih bagus dari itu"ujarnya melipatkan kedua tangannya di bawah dada.


"Tidak mau.bagiku ini yang paling bagus pria itu membelikannya untukku"


"Mama"pangil Arnold.


"Arnold!anak ku mama tu kangen banget sama kamu nak"tutur wanita itu sembari memeluk tubuh arnold.


"Mama kenapa nggak kasih tau arnold.kan Arnold bisa jemput mama di bandara"


"Tunggu-tunggu,jika itu mamanya berarti dia bukan tahanan dong"


"Caca apa yang barusan kamu lakukan"


"Dasar bego bego.nih mulut lemes banget lagi"Ucapnya menepuk-nepuk bibirnya.


"Mama Segaja ngak kasih tau kamu.kan mama mau kasih kamu kejutan"ucapnya menyindir.


"Mama sendiri. ngak bareng papa?"


"Dan wanita ini?"dengan memutar matanya.


"Dia wanitaku ma?"ucap arnold.


"Tergila-gila ya?"ketusnya.


"Aduhh"batinya tersenyum kecil rasanya ia ingin menghilang saja dari tempat ini Caca langsung berdiri megambil posisi siap.


"Siapa yang gila ma?"tanya Arnold tidak mengerti dengan perkataan mamanya.


"Emangnya siapa?"tanya galine.


"Kamu salah dengar kali"bohongnya.


Arnold menatap wanitanya "sepertinya ada yang mereka sembunyikan"batinya mendapat tatapan tajam dari Arnold semangkin membuat Caca ketakutan.


"Mama pergi dulu mama tunggu kalian dibawah untuk sarapan"galine tahu pasti Arnold belum makan apa-apa karena ia baru pulang.


"Uuhh... akhirnya"ucapnya merasa lega.


"Ada apa?"tanya Arnold mengintimidasi.


"Apa?"ketusnya melotot ia tak suka dengan tatapan mengintimidasi Arnold.


"Apa yang kau dan mama katakan?"tanyanya memicingkan matanya.

__ADS_1


"Tidak ada"jawabnya ragu.


"Aku yakin mereka menyembunyikan sesuatu dariku"batinnya.


"Kalo begitu ayo kita turun"ucapnya langsung memegang tangan Caca.


"Tunggu! sebaiknya kau duluan saja"


"Kau kenapa Chagiya?"tanyanya.


"Chagiya?"jawabnya terkejut.


"Kenapa bukankah kau suka dengan panggilan itu.dengar aku tidak mau mendegar kau memagilku Dengan panggilan tuan"tegasnya.


"Apa harus sekarang?"ucapnya.


"Mulai sekarang dan selamanya.megertikan"


Caca megangukan kepalanya yang artinya ia Arnold megajak Caca untuk turun kebawah.


"Tuan duluan saja"tolaknya melepaskan tangannya dari tangan Arnold.


"Chagiya apa kau lupa"ucap arnold megigatkan.


"Iya maksudku Chagiya kau duluan saja"ucapnya tersenyum jujur saja di balik senyumannya ada ketakutan setengah mati.


"Baiklah,tapi jangan lama-lama"ucap Arnold pergi duluan.


"Bagaimana ini"ucapnya panik ia bahkan mondar-mandir di dalam kamar.


"Bagaimana kalo Arnold marah denganku karena ia tak terima aku berkata kasar dengan mamanya"


"Bagaimana aku bisa tahu kalo itu mamanya ia tak pernah mengatakan apa-apa tentang keluarganya"pekiknya kesal.


Caca menarik napas dalam-dalam ia mengumpulkan keberaniannya.ia memutuskan untuk turun kebawah menemui Arnold dan mamanya.


"Chagiya?"pangil Arnold


Caca yang berjalan menunduk langsung mengangkat kepalanya mendegar perkataan Arnold.


"Silakan dimakan nyonya,tuan,non Caca"ucap bik Ida mempersilakan.


"Terimakasih bik"ucap Caca yang langsung di tatap tajam oleh galine.


Seketika suasana menjadi hening.


"Chagiya kenapa kau tidak makan?"tanya Arnold.


"Ak___aku"jawab Caca gugup langsung memakan makanannya.


"Kalian beneran pacaran?"tanya galine menatap mereka berdua.


Uhukk....


Uhukkk...


Caca terbatuk-batuk mendegar perkataan mamanya.Arnold menuangkan air ke dalam gelas memberikannya kepada caca langsung megambil gelas itu meminumnya.


"Chagiya pelan-pelan"ucap arnold mengelus punggung Caca.

__ADS_1


"Memangnya kenapa ma?"tanya Arnold


"Ngak mama cuman mau mastiin aja"jawab galine,sepertinya benar apa yang dikatakan Finka.


__ADS_2