
"Dia menganggapnya sungguhan"batinya.
Tiba-tiba seorang pelayan wanita datang menghampiri mereka pelayan itu terlihat asing bagi Caca Karena sebelumnya ia tidak pernah melihatnya.
"Permisi tuan"ucapnya.
Arnold tidak menjawabnya ia hanya melihat kearah pelayan.
"Di mana saya harus meletakkan semua barang-barangnya"ucapnya.
"Taruh saja semua di kamar saya"Ucapnya dengan dingin.
"Baiklah tuan saya permisi"ucapnya sembari pergi.
"Kenapa kau memperkerjakan banyak sekali pelayan di rumahmu"
"Kau bertanya padaku?"pura-pura tidak tahu.
"Hadeh..apa di sini ada orang lain lagi?"ucapnya mendengus pelan menatap tajam ke arah Arnold.
Arnold pura-pura melihat sekeliling.
"Aku hanya memberikan mereka pekerjaan"
"Pasti mereka semua sudah di cuci otaknya"Ucapnya.
"Kau tidak perlu memikirkannya"Ucapnya mendekat.lalu mengangkat tubuh wanitanya ke bahu membawanya ke kamar.
Akhh....
Teriaknya kagett
"Turunkan aku"
"Diam,mau jatoh"ancamnya.apa yang bisa wanita itu perbuat ia hanya pasrah tidak berani melawan.melihat wanitanya itu hanya pasrah Arnold meyungikan bibirnya.
"Tapi kau tidak perlu mengedongku seperti ini"ucapnya tidak terima di perlakukan kasar.
"Aku menyukainya"Ucapnya tanpa rasa bersalah.
"Kau mengedongku layaknya penjahat"
"Apa menurutmu aku ini orang jahat?"
"Pria ini memang tidak peka aku sedang meyinguknya dia sama sekali tidak merasa"batinnya.
"Aku rasa kau tidak ada bedanya"jawabnya.
"Kau tidak perlu menilaiku sekarang tapi lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti"ucapanya terus berjalan.
__ADS_1
"Lihat saja nanti"
Arnold membuka pintu kamarnya dengan kaki kanan mengganjal pintu membukanya agar lebar.segera ia menurunkan wanitanya.
"Kau selalu saja memperlakukanku seperti ini"Ucapnya kesal melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya.
Arnold menarik tangan caca membawanya ke tempat tidur.lalu megambil sebuah kotak yang ada di dalam paperbeg berukuran lumayan besar ia membuka kotak itu ternyata isinya adalah satu set perhiasan sebuah kalung rantai halus dilengkapi dengan gemerlap berlian dengan liontin hati yang sangat mewah terbuat dari berlian utuh.
Arnold membawa kotak perhiasan itu kedepan cermin dan meletakkannya di atas meja.
"Berbaliklah"ucapnya
"Ap--apa yang kau lakukan?"
Arnold mengumpulkan semua rambut Caca lalu meletakkannya kedepan.lalu memasangkan kalung indah itu di lehernya.
Ternyata tidak hanya kalung ada juga anting yang sepasang Dengan kalung itu anting itu tidak kalah indah dengan kalungnya.
Arnold memasangkan anting itu dengan dengan pelan-pelan takut anting itu akan meyakiti wanitanya.tiba-tiba Arnold mencium aroma tubuh wanitanya membuatnya megendus pelan bagian leher Caca.
"Apa yang kau lakukan?"tanyanya megusap bagian lehernya yang merinding.
"Tidak ada?"
Arnold kembali memasakan satu set gelang yang berbentuk hati dihiasi dengan berlian di setiap kerangkanya.
"Tidak biasa saja?"Ucapnya terus melihat kalung yang ia pakai dari pantulan cermin kalung itu sungguh indah dipakainya terlihat simpel namun mewah.ia senyum-senyum sendiri melihat betapa indahnya kalung itu berada di lehernya.
"Biasa saja namun terlihat sangat bahagia"godanya.
Arnold megambil paperbeg berukuran besar ia membawanya lalu memberikanya ke pada wanitanya.
"Pakailah ini kita akan makan malam"ucapnya sembari memberikan paperbag.
"Aku tidak mau?"tolaknya.
"Jangan membuatku marah,Jika kau ingin wanita di dalam sana baik-baik saja"ancamnya.
"Apa maksudmu?"
"Kau tahukan maksudku"tersenyum menyeringai.
"Ka---kau jangan melewati batas kesabaranku"Ucapnya dengan nada tinggi.
"Terserah padamu jika ingin wanita itu baik-baik saja maka patuhilah apa yang aku katakan"tegasnya.
Caca langsung megambil paperbeg berukuran besar itu dari tangan Arnold.arnold tersenyum puas melihat itu.
"Apa kau puas?"mendengus pelan.
__ADS_1
"Aku sangat puas"tersenyum nakal.
"Kenapa masih disini?Pergi sana aku akan Menganti pakaianku"ucapnya kesal.
"Baiklah"ucapnya langsung pergi dari kamar miliknya.
"Aku akan menunggu di bawah"teriaknya.
Di dalam kamar Caca tidak berhenti berbincara sendiri ia meluapkan semua kekesalanya yang ia sesali di dalam dirinya adalah ia tidak cukup mampu melawan Arnold apalagi berbicara buruk tentang Arnold di depan orangnya.
"Dasar Pria angkuh!pria kejam!pria mesum!pria brengsek"pekiknya.
"Kenapa aku harus memakai semua ini"teriaknya.
"Kau memang bodoh!Caca"rencanamu sendiri gagal bahkan Arnold tidak Luluh dengan masakanmu ia malah lebih kejam.ia bahkan tidak bersikap manis seperti yang kau inginkan.
Sedangkan di kediaman Evan tengah berbadam di dalam bathub bersama seorang wanita itu tengah duduk di pangkuan Evan bibirnya menciumi leher evan.pria itu mengengam kuat ujung bathub yang artinya ia sedang menahan hasratnya.pria itu melancarkan aksinya kali ini ia dia duduk dengan membuka kakinya selebar mungkin.
Namun aksinya harus ia hentikan ketika anak buahnya memberi impormasi penting bagi dirinya.
Ting...
"Arnold akan makan malam bersama dengan seorang wanita saya kira wanita itu kekasihnya"Isi pesan tersebut.
Mendapat pesan itu Evan tidak bernafsu lagi untuk melanjutkan kegiatan panasnya.
Melihat pergerakan lelaki yang tengah bersamanya itu nampak jelas wajah pria itu tengah kesal dan tidak ingin lagi melanjutkannya.
"Kau mau kemana kita bahkan belum keluar bersama"godanya tersenyum nakal di dalam bathtub.
"Sudah kita akan melakukanya lain kali"ucapnya kembali memakai kimononya lalu meninggalkan wanita itu begitu saja.
"Evan"teriaknya. Namun pria itu seolah tidak bergeming ia terus saja berjalan tanpa mempedulikan.
Merasa kesal dengan sikap Evan wanita itu tangannya memukul-mukul air di dalam bathtub.
30menit sudah Arnold duduk sofa sembari tangannya mengetuk-ngetuk sadaran sofa sambil sekali-kali melihat jam di tangannya.
Saat Arnold sedang menunduk melihat ke arah jam tangannya ia melihat langkah kaki seseorang yang terlihat putih dan juga mulus terlihat sangat terawat berjalan menuju kearahnya.
Arnold memperhatikan kaki mulus itu sesekali meneguk Salivanya setelah puas ia melihat daribawah sampai ke atas mata Arnold terpesona melihat ke cantikan wajah yang di miliki oleh wanitanya ia terlihat sangat anggun dengan senyum manis yang di miliki oleh wanitanya dress itu terlihat sangat cocok di pakainya dan juga serasi dengan pakaian yang Arnold kenakan setiap sudut terdapat hiasan manik-manik yang melekat meskipun dress itu tertutup namun lekuk tubuh Caca tidak memungkiri untuk itu.
Caca segaja tidak mengikat rambutnya membiarkannya tergerai dengan indah ia memoles Wajahnya dengan riasan tipis karena takut akan membuat Arnold malu jika bersamanya meskipun ia belum mengenal pria itu lebih dalam namun ia pasti tahu dengan selera tinggi para pria.
Pandangan mata Arnold tidak berhenti memandangi wajah wanitanya senyum manis yang mampu memikat hati semua pria.
"Sudah ku duga kau pasti kecewa dengan hasilnya"
"Aku jelak tidak pantas memakai pakaian ini sebaiknya aku ganti saja"ucapnya berbalik ingin pergi.
__ADS_1