
Ia bahkan sampai meringkuk di atas tempat tidur sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.Caca bahkan sudah beberapa kali mengangati posisi tempat ia tidur.
Arnold baru saja sampai diminimarket yang yang letaknya tidak jauh dari tempatnya.
"Apa kamu tahu merek pembalut wanita yang paling bagus?"Tanya Arnold menatap tajam kearah Ethan.
Ethan hanya menggelengkan kepalanya yang artinya sama ia juga tidak tahu.
"Percuma saja saya mempekerjakanmu jika kau tidak bisa membantu sama sekali"umpatnya kesal turun dari mobil.
Arnold sadari tadi sibuk dengan ponselnya hingga ia tidak sadar menabrak seseorang.
Brukk..
"Maaf saya tidak segaja"Ucap pria itu meminta maaf meskipun itu bukan sepuhnya kesalahannya.arnold tidak memperdulikannya bahkan ia masih sibuk dengan ponselnya.
"Aneh"ucap Pria itu yang melihat arnold hanya berfokus pada ponsel miliknya.
"Aku harus buru-buru pasti Paman sudah lama menugguku"ucapanya bergegas pergi ke luar.
Arnold yang bingung harus membeli dengan merek mana, karena ia lupa menanyakannya merek apa yang biasa wanitanya pakai arnold memutuskan untuk membeli semuanya.
"Tampan bangett"Ucapnya gemes memagang pipinya sendiri.
"Aaaaaa soswitt"ucap mbak-mbak kasir.
"Masnya pasti di suruh kekasihnya?"tanya Mbak-mbak kasir yang tidak tahan dengan kebucinan pasangan kekasih.
"Tidak"jawab arnold singkat.
Meskipun wanita itu kagett dengan jawaban dari Arnold ia menarik senyumnya kembali.
"Alasan seperti itu sudah biasa di sini"
"Saya yang ingin membelinya sendiri"ucap Arnold dingin.
"Manisnya"ucapnya sambil mengoyan-goyangkan lengan jas arnold.
"Apa ada yang salah?"
"Tidak ada"jawab mbak kasir itu dengan cepat memasukan semuanya ke dalam plastik.
"Selain tampan ternyata ia juga kaya"ucapnya senyum-senyum sendiri melihat arnold menyodorkan black card miliknya,Arnold menagapinya dengan dingin.
Caca yang memegangi perutnya yang masih sakit,ia berusaha menahannya dengan meremas perutnya menggunakan kedua tangannya.
"Non"panggil bik Ida yang masuk ke dalam kamar Caca sambil membawa nampan.
"Iya bik"jawab Caca dengan wajah pucatnya.
__ADS_1
"Bibik bawa apa?"sambungnya.
"Saya bawakan teh jahe lemon untuk nona saya dengar dari tuan non sakit perut"
"Apa pria kejam itu punya sisi lain"ketus Caca.
Mendegar ucapan Caca bik Ida tersenyum sambil megambil posisi duduk di atas tempat tidur.
"Tuan juga manusia non pasti punya hati dan perasaan.ia bersikap seperti itu pasti ada alasannya, tuan juga sebenarnya orangnya baik tapi tidak di perlihatkannya saja"tutur bik Ida.
"Apa Bibik pernah melihatnya?"ucapnya tidak percaya.
"Apa yang kalian lakukan?"
"Kalo begitu saya permisi non"ucap bik Ida pamit Pergi ke dapur.
"Makasih bik teh jahe lemonnya"sahut Caca melihat bik Ida pergi.
"Ada apa?"ucap Caca yang melihat arnold sedari tadi memperhatikan cangkir teh jahe lemon.
"Bik Ida membuatnya untukku katanya bisa meredahkan sakit perut saat haid"
"Jika tuan mau ambilah.aku Hanya minum setengah dari cangkir itu"
"Tidak"Jawab arnold.
"Haaaa"Caca menghela nafasnya ia merebut kantung plastik yang ada di tangan arnold.
"Aku tidak tahu merek apa yang biasa banteng kecilku kenakan"
"Sudah kuduga"ucapnya memanyunkan bibirnya beranjak dari tempat tidur.
"Mau kemana?"tanya Arnold melihat wanitanya yang ingin pergi.
"Ke kamar mandi,kenapa mau ikut"
"Emang boleh?"tanya Arnold tersenyum nakal.
"Dasar mesum"ketus Caca buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
"Kenapa aku jadi seneng gini ya"Caca yang ngerasa aneh dengan dirinya kenapa Hanya arnold bersikap perhatian dengannya dia bisa sebahagia ini ia bahkan tidak sadar kalau dia mulai menyukai arnold.
Sedangkan di kediaman rumah Evan
Finka yang sedari tadi tiduran di sofa sambil memainkan ponsel miliknya.evan baru saja pulang ke rumah ia juga membawa paperbeg yang di belinya untuk adik kesayangannya sebagai tanda permintaan maafnya.
Evan yang berjalan masuk melihat finka tiduran di sofa ia menghampirinya.
"Finka lihat kakak bawa hadia untukmu"ucap nya menghampiri finka.
__ADS_1
Finka nampak heran dengan sikap kakaknya yang tiba-tiba saja membelikannya hadia padahal ia tahu kalo kakaknya tahu ia sedang tidak berulang tahun.
"Aku sedang tidak berulang tahun, kenapa kakak membelikanku hadia aku juga tidak memintanya"ucap finka bingung.
"Kakak membelinya khusus untukmu"ucap Evan tersenyum sambil memberikan paper bag yang ia pengang ke tangan finka.
"Apa isinya?"ucapnya memperhatikan paperbeg itu.
"Lihatlah kakak yakin pasti adikku ini akan menyukainya"
"Benarkah"tanyanya serius langsung megambil posisi duduk,Evan juga Duduk di sofa dekat dengan adiknya.
Anak buah Evan yang melihat itu berbalik pergi ke luar untuk melihat keadaan diluar.finka megelurakan sebuah kotak segiempat lebar berwarna merah.
"Ini apa kak"ucapnya menoleh melihat ke arah kakaknya yang sedari tadi tersenyum tapi tidak memberitahunya apa isi dari kotak itu.
"Lihatlah kau akan tahu nanti"
Finka membuka kotak segiempat merah itu, membukanya ke atas memperlihatkan sebuah kalung putih dengan berlian berwarna blue yang sangat indah gemerlap dari berlian yang terkena cahaya.
"Aku menyukainya kak"terlihat dari wajah Finka ia sangat bahagia sekali atas Hadia yang di berikan oleh Kakaknya.sudah lama sekali Kakanya tidak memberikannya hadia terakhir kali kakaknya pulang dari Australia.
Finka megelurakan kalung itu memperhatikannya lebih dekat dari warna dan juga bentuknya Finka sangat menyukainya.
Evan megambil kalung itu dari tangan finka menyampingkan rambut finka memasangkanya ke leher adiknya.finka menundukkan kepalanya melihat kalung itu dengan indah menempal di lehernya yang cantik sambil meraba kalung itu.
"Cantik sekali Kaka aku sangat menyukainya, terimakasih kak"ucapnya berbalik memeluk tubuh kakaknya.
Evan juga ikut bahagia jika adiknya bahagia setidaknya ia masih memiliki tujuan untuk hidup setelah ayah dan ibunya meninggalkan mereka.
Evan juga membalas pelukan adiknya dengan erat.
"Maafkan kakak atas Ucapan kakak yang kasar kemarin malam"
"Tidak apa-apa aku juga tidak marah sama sekali"dalam hal ini Finka juga merasa bersalah karena ulahnya kakaknya tidak jadi memenangkan konsensi casino.
"Seharusnya aku yang mintak maaf gara-gara malam itu kakak Gagal memengkan konsensi Kasino"
Evan melepaskan pelukannya
"Tidak perlu meminta maaf.Adikku ini tidak pernah melakukan kesalahan,Jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup lagi"
"Iya kak aku janji.aku juga tidak segaja mengucapkannya"jelasnya.
"Bagaimana adikku ini bisa berfikir jika ia tiada kakaknya ini akan bahagia"
"Apa kakak akan sangat sedih.aku juga berfikir begitu kenapa ayah dan ibu bisa berpikir bahwa anaknya akan bisa bahagia tanpa mereka"
Sontak perkataan finka membuat Evan sedih ternyata selama ini apa yang ia pikir adiknya bisa bahagia tanpa kedua orang tuanya ternyata salah.
__ADS_1
Evan sudah berusaha untuk menjadi ayah sekaligus menjadi ibu dan juga menjadi Kakak yang baik untuk Finka,tapi ternyata ia tidak bisa mengantika sosok ayah dan juga peran sebagai ibu yang baik ia adalah anak laki-laki yang di tinggalkan ayah dan ibunya dan mempunyai seorang adik perempuan yang mesti ia jaga dan di lindungi.