
"Haruslah sayang,udah ayok ngak usah mikirin hal lain"ajak galine dengan bahagia.
Saat ini semua anak buah arnold tengah berkumpul di halaman.hanya satu dari mereka yang mencolok,ia tengah duduk di kursi semua orang tengah berbaris rapi empat bersaf berjajar dengan posisi siap.
"Aku ingin bagus dan juga Kom dia harus menjaga seluruh penjuru mension"pintanya namun tetap saja yang menjadi poin utama
Adalah ibunya dan juga wanitanya.
"Arnold?"pangil galine segera menghampiri putranya.
"Sampai sini cukup.kalian harus mempersiapkan semuanya yang saya perintahkan"tegasnya semuanya menundukan kepalanya lalu pergi untuk mempersiapkan segalanya tugas mereka masing-masing.
Saat semua anak buah Arnold pergi semua orang takjub dengan apa yang dilihat mereka keindahan tiada tara yang diciptakan Tuhan dalam sebaik-baiknya.galine yang melihat semua anak buah arnold melihat ke belakang menunjukkan aksinya.
"Eekhm.....Hem"ucap galine yang membuat anak buah Arnold tersadar mereka mengambil senyum tak lupa menundukkan kepalanya lalu pergi.
"Apa ada masalah?"tanya Arnold.
"Tentu" jawab galine yang membuat Arnold bertanya-tanya.
"Ada masalah apa?"tanyanya.
"Ini masalahnya sangat-sangat gawat darurat tidak aman bagi mata dan jantung" tutur galine sedikit memperagakan gerakan.
Arnold yang tidak tahu apa maksud dari perkataan galine.
"Jika kamu melihatnya Mama yakin kamu pasti akan senang jantung"tuturnya.
"Mah udah deh.arnold nggak ngerti Apa yang mama katakan?"Arnold yang mulai marah dengan mamanya karena tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Kamu itu sama kayak papa kamu.darah tinggian Mulu mangkanya jangan sering-sering makan daging kambing"celetut galine.
"Yaudah. mama mau ngomong apa?"bujuk Arnold.
"Mama mau ngasih liat anak mama"Ucap galine yang membuat mata Arnold terpesona dengan kecantikan wanitanya Arnold tidak berkedip Sama sekali,galine yang menyadari itu ia tersenyum malu.
Galine memoles wajah Caca menyulapnya membuatnya menjadi cantik sedikit perubahan sejujurnya meskipun tanpa riasan Caca sudah cantik dan manis.galine Hanya memberikan riasan tidak terlalu tebal.
Caca yang Malu, karena Arnold menatapnya terlalu lama akhirnya galine mengunakan tangannya, yang membuat Arnold tersadar, jantung Arnold juga sedari tadi berdetak kencang dengan cepat tidak biasanya.
__ADS_1
"Mama bilang juga apa.tidak aman buat mata dan jantung mama tau anak perempuan mama sangat manis pria mana tak jatuh hati kepadanya?"ucap galine sembari menyelipkan anak rambut sebenarnya itu tidak menggangunya sama sekali.
"Ya.kan sayang?"tanya galine kepada Caca.
"Iy____iya mah"Jawab Caca gugup.
"Aku pasti akan membunuh pria itu"ucap Arnold dingin namun menakutkan,Caca yang dibuat ketakutan oleh perkataan Arnold ia meremas jarinya.
"Sudahlah mama hanya bercanda sayang"ucap galine mengelus rambut Caca.
"Kalo begitu mama masuk ke dalam dulu"galine memberikan ruang untuk Arnold dan juga Caca,membiarkan mereka mengobrol berdua karena kedatangannya membuat waktu mereka berdua tersita olehnya terutama Caca.
Seketika suasana menjadi hening Caca yang ingin menanyakan sesuatu menjadi ragu karena takut membuat Arnold marah.
Caca megambil nafas lalu membuangnya Caca memberanikan diri.
"Kalian tadi sedang membicarakan apa?"tanya Caca yang langsung mendapat tatapan tajam dari Arnold.
"Aku tahu aku tidak berhak menayakanya" ucap Caca menundukkan pandangannya ke bawah.
"Kata Siapa? kau berhak menayakanya apa yang ingin ditayakan,aku akan menjawabnya"
"Kalo begitu aku ingin menggunakan hakku"Arnold tersenyum menarik tangan Caca untuk duduk di pangkuannya.
"Baiklah"ucap Arnold yang membuat Caca tersenyum.
"Malam ini aku akan keluar, untuk menyelesaikan pekerjaan.tapi ingat jangan nakal"ucapnya yang langsung dipukul oleh Caca.
"Apa aku senakal itu?"tanyannya yang membuat Caca malu lihatlah pipinya berwarna merah Semerah tomat.
"Chagiya kau sangat cantik"ucapnya tak henti-hentinya melihat kearah bibir ranum Caca yang membuatnya begitu menggoda.
Cup....
Arnold begitu gemas melihat Caca yang begitu gugup, Arnold membelai lembut pipi chubby Caca menatap bola mata indah milik Caca.
Caca yang diperlukan seperti itu kini wajahnya sudah Merah padam karena terlalu malu dan begitu gugup dengan perlakuan Arnold.
Cup....
__ADS_1
Cup....
Cup....
Tak cukup satu kali arnold menciumi seluruh wajah Caca karena begitu menggemaskan,
Caca sendiri tak bisa menolaknya karena begitu malu dan gugup.
Dan saat Arnold menghentikan aksinya Caca buru-buru berlari menjauh dari Arnold masuk ke dalam mension dengan napas memburu.
Arnold sendiri meggebangkan senyumnya baru kali ini dia begitu berhasrat yang berbeda, Arnold tak henti-hentinya tersenyum kemudian Arnold ikut masuk ke dalam mension.
Saat ini sekarang mereka tengah berada di meja makan mereka makan bersama.tapi Arnold dan juga Caca Duduk berjauhan Caca masih malu dengan kejadian yang baru saja terjadi diantara dia dan Arnold.
"Makan yang banyak sayang,biar cepat besar"ucap galine sembari megisi piring Caca dengan sayur dan juga ayam.
"Sepertinya Sekarang aku merasa anak angkat"ketus Arnold, yang melihat mamanya sedari tadi hanya memperhatikan wanitanya Saja tidak dengan dirinya.
"Lihat meskipun ia sudah sebesar ini. namun masih saja cemburu"ucap galine sambil tertawa Caca yang mendegar itu tersenyum kecil.
Semua anak buah Arnold telah menyiapkan segalanya.sedangkan Kom dan juga bagus kembali ke paviliun belakang mulai mengerjakan tugas mereka sebelum senua orang Pergi,dia harus menjaga seluruh isi mension takutnya ada peyusup yang berhasil masuk kedalam.
Saat ini arnold dan juga caca tengah berada di dalam kamar, Arnold memeluk tubuh Caca dari belakang.
"Biarkan aku menikmati kenyamanan ini sebelum aku pergi"ucapnya datar.
Caca tak menjawab dia membiarkan Arnold melakukan apa yang ia inginkan.
Saat ini arnold tidak menyadari bahwa telah satu jam ia terbaring.saat Arnold terbagun dengan pelan-pelan Caca sudah terlelap tidur pulas.arnold membenarkan selimut Caca yang sudah turun menyelimuti tubuh mungil Caca.
Saat ini persiapan sudah lengkap, Arnold dan juga Ethan telah siap.supir memimpin di depan dan sekitar 23 mobil jeep dibelakang yang mengikuti mereka.
Mereka melaju dengan kecepatan tinggi, mereka menggunakan jalanan yang jarang dilewati, butuh waktu satu jam bagi mereka untuk sampai di markas besar milik papur Wijaya yang jauh dari pemukiman warga.
Setelah tiba mereka memilih untuk berhenti agak jauh dari markas mereka memilih untuk jalan kaki menuju markas papur Wijaya agar tidak ada yang curiga dengan mereka karena membawa banyak kendaraan.
Sekarang mereka memulai aksi mereka sama dengan rencana yang telah mereka buat sebelumnya.beberapa anak buah Arnold meletakkan sebagian bom sedangkan yang lainnya masuk dari pintu utama untuk mengecoh sekaligus melumpuhkan lawan mereka tidak tahu seberapa banyak anak buah yang dimiliki oleh papur Wijaya dan juga perangkap apa saja yang mereka pasang.
Arnold dan jugan Ethan masuk dari belakang mencari keberadaan papur Wijaya.
__ADS_1
"Heyy kalian"ucap pegawal yang berjaga di sana yang melihat mereka berdua.