
Tanpa memberi aba-aba Arnold langsung menembak kepala pegalawal itu.
Dorr....
Suara tembakan.pegawal itu ambruk seketika dan langsung tewas darah segar mengalir di lantai berwarna putih noda dengan darah .
Arnold meniup ujung pistolnya
"Sudah lama aku tidak bermain-main dengan mereka"ucap Arnold tersenyum menyeringai menakutkan.
Saat ini suasana menjadi kisruh terdengar suara tembakan dan juga pukulan dimana-mana,kali ini ada pegawal lainnya yang datang menghampiri mereka.
"Biarkan aku membantumu tuan"ujar Ethan yang langsung menghajar pegawal tersebut.
Brunkk.....
Ethan menendang perut pegawal itu membuatnya terpental jauh.ethan berjalan kearahnya menghajarnya dengan brutal Tanpa ampunan.
Brankk........krakkkk...... Dierrr.....bukkk
Ethan beserta anak buah yang lainnya menghajar semua pegawal yang keluar, untuk memudahkan Arnold untuk masuk ke dalam mencari di mana tempat persembunyian papur Wijaya.
Arnold mencenkram liar salah satu pegawal mendorongnya ke tembok.
"Dimana pria tua itu bersembunyi?"pekiknya menguatkan cenkemanya megertakan gigi bawahnya.
Nampak dari pria itu tengah kesakitan ia menahan cengkraman tangan Arnold menggunakan kedua tangannya.namun Arnold semangkin mengeluarkan tenaganya membuatnya berkeringat.
"Kau tidak mau bicara ya rupanya?"ucapnya dengan meninggikan suaranya.
"Aku lebih baik mati daripada megatakannya" pekik pria itu Arnold memberi anggukan menggelengkan kepalanya ia tidak percaya anjing ini sangat setia dengan majikannya.
Cuih....
Arnold meludahi wajah pegawal itu mendorong tubuhnya dengan kuat dan diterima oleh Ethan yang akan mengurus sisanya Arnold menoleh melihat ke arah Ethan tersenyum menyeringai sebelum ia pergi lebih jauh lagi.
"Aku yang akan menanganinya tuan"teriak Ethan Sambil tersenyum smirk menatap musuhnya.
Ethan melayankan pukulan demi pukulan sampai akhirnya musuhnya babak belur Ethan megelurakan pistol miliknya dan menembaknya hingga tewas.
Dorr....
Saat Ethan sedang lengah seseorang berhasil menendang belakang Ethan membuatnya sedikit mundur.
Ethan yang melihat seorang yang menendangnya menatapnya dengan tatapan penuh amarah.
"Sialan"umpatnya
Dorr....
Pria itu tumbang jatuh ke lantai dengan darah segar yang keluar dari perutnya karena tak puas Ethan kembali menembak.
Dorr....
__ADS_1
Dorr...
Dorr...
"Ini balasan yng setimpal"ucapnya menepuk-nepuk wajah Pria itu yang sudah tak berdaya.
Sebagian anak buah Arnold berhasil masuk kedalam karena telah berhasil melumpuhkan lawan mereka.
"Ayokk"ucap Ethan sembari memberi kode dengan tangannya.
Arnold yang melihat pegawal bermunculan ia langsung menembaknya.
Dorr....
Dor....
Dor....
Arnold ingin mempercepat jalannya ia tidak ingin mengulur waktu lagi untuk mencabut nyawa pria tua arnold sudah tak sabar.
Arnold terus menelusuri lorong menunju ruangan papur Wijaya.
Arnold menghadapi setiap penjaga yang keluar dari lorong tersebut yang menghadang jalannya.
Arnold menghajar mereka Secara bersamaan karena Arnold sendirian membuatnya agak sulit melawan mereka namun tidak membuat Arnold mundur.
Bunghh..... Brakkkk .......krakkkkk suara pukulan yang Arnold berikan sampai membuat seorang penjaga mengeluarkan darah dari mulutnya.arnold kembali melayangkan pukulan yang membuat penjaga tersengkur.ia memutar-mutarkan tubuh pegawal itu membuatnya pusing dan megenai kawanya sendiri mereka terjatuh bersamaan.
Arnold yang melihat ruangan papur Wijaya tersenyum smirk.namun ia kembali menahannya, segerombolan penjaga lainnya muncul membuatnya geram.
Dorrr...
Dorrr...
Dorrr...
Setelah semuanya berhasil ia lumpuhkan Arnold menendang pintu itu dengan keras sampai membuat pintu itu rusak.
Arnold yang masuk ke dalam melihat papur Wijaya sedang duduk bersantai dengan kursi kebesarannya yang membelakangi Arnold.
Papur Wijaya sangat terkejut begitu banyak penjaga yang ia miliki namun tidak berhasil mencegah Arnold bahkan tubuh Arnold sedikitpun tidak terluka Hanya saja sedikit pakaiannya yang lusuh.
"Apakah kau bersenang-senang tuan Arnold?"ucap papur sambil tersenyum sinis dengan wajah seramnya.
"Aku sangat puas dengan sambutanmu,
apakah kau tidak takut untuk mati?"ucapnya membalas papur dengan memicingkan matanya tersenyum menyeringai.
Papur tertawa puas melihat wajah Arnold ia mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa ia tidak akan mati melainkan Arnold.
"Hahaha"
Prokkk...prokkk papur kembali berulah ia semangkin mengeluarkan senyumnya sembari bertepuk tangan.
__ADS_1
"Kau sangat yakin sekali tuan Arnold" pekiknya.
Arnold memicingkan matanya ia mulai curiga dengan papur,ia menatap sekelilingnya namun tidak ada yang mencurigakan.
"Ada apa tuan Arnold seperti kau mulai merasa takut, berbeda sebelumnya?"kembali menunjukkan senyum sinisnya.
"Aku tidak takut sama sekali, hanya saja perlu berhati-hati dalam menghadapi orang licik sepertimu"
"Hahahah, apakah kau merasa troma untuk mempercayai orang sepertiku yang sudah berhasil menipumu"
" Awalnya Aku pikir orang sepertimu, tidak mudah untuk ditipu"ucapnya mengejek.
"Hah.seharusnya orang sepertimu tidak perlu dikasihani,tapi tak mengapa anggap saja itu sedekah dariku karena aku megasihani dirimu"arnold kembali meyerang papur dengan kata-katanya.
"Seharusnya kau tak perlu megasihani diriku, karena kau sendirilh yang harus dikasihani"papur mulai terpancing emosi.
Flashback:
Awalnya kedua mafia ini bekerjasama dengan baik,tuan papur Wijaya yang saat itu di ambang kebangkrutan karena gudangnya habis terbakar dengan semua barang-barang gelapnya.ia meminta bantuan dengan menawarkan kerjasama dengan Arnold setuju dan penawaran yang diberikan oleh papur Wijaya.
Tapi pada saat papur Wijaya kembali diambang kesuksesan,papur pun berhianat kepada Arnold yang merasa dirinya dihianati dan dipermaikan secara diam-diamembhat Arnold marah dan tak Terima dengan penghianatan.
Tanpa pikir panjang Arnold memutuskan untuk meyerang markas papur Wijaya yang selama ini ia sembunyikan darinya.
Disisi lain Ethan dan anak buah yang lain masih melawan para penjaga yang masih bermunculan kali ini berbeda mereka semua menggunakan senjata.
Musuh menembak tapi untungnya meleset mereka berhasil bersembunyi dibalik tembok.
"Sialan tidak kena"umpatnya.
Mereka melihat satu sama lain untuk berjaga-jaga jika diserang.
Ethan yang melihat penjaga yang tengah celingak-celinguk.
Dorr...
Peluru itu berhasil mengenainya Ethan kembali bersembunyi.
Dorrr...
Dorrr...
Melihat situasi yang sudah aman mereka keluar dari persembunyiannya untuk maju.
Dorrr....
Ethan kembali melihat musuh yang tak melihat dirinya.
"Sepertinya sudah aman, tidak ada lagi musuh yang tersisa"lapor salah satu dari mereka.
"Bagus, sekarang kita harus cepat mencari keberadaan tuan"perintah Ethan yang langsung dianggukan oleh mereka.
Mereka segera menyusul keberadaan Arnold
__ADS_1
"Tembak"pekik papur Wijaya yang memberikan kode kepada anak buahnya.
Dorrr......